Eksplorasi Lumut (Bryophyta) di Kawasan Air Terjun Bukit Gatan Provinsi Sumatera Selatan

Febri Yulia Utami  -  STKIP PGRI Lubuklinggau, Indonesia
Harmoko Harmoko*  -  STKIP PGRI Lubuklinggau, Indonesia
Linna Fitriani  -  STKIP PGRI Lubuklinggau, India

(*) Corresponding Author

This study aims to determine the type of moss in the Bukit Gatan Waterfall Region of Ulu Terawas STL Musi Rawas Regency, as well as Abiotic Factors in the Bukit Gatan Waterfall Area in the District of Ulu Terawas STL Musi Rawas District. This research is descriptive Descriptive: direct observation in the location of the Bukit Gatan Waterfall Area, STL Ulu Terawas Musi Rawas Regency with a roaming method or exploring the Waterfall Area. Data were analyzed descriptively qualitatively. Types of moss found in 2 Classes namely Bryopsida and Hepaticopsida, consisting of 5 Orders namely Pottiales, Bryales, Fissidentales, Hypnales, and Jungermaniales, consisting of 5 Families namely Pottiaceae, Batramiaceae, Fissidentaceae, Hypnaceae and Plagiochilaceae, consisting of 6 Genus Hyophila, Philotiphll, Philotropll , and Plagiochila, consisting of 7 species namely Hyophila javanica, Philonotis hastata, Fissidens atroviridis, Hyophila apiculata, Ectropothecium sp., Taxiphyllum sp., and Plagiochila asplenoides. The Abioic Factor is pH Temperature which is an average of 6.6, temperatures with an average of 27 ºC, humidity with an average of 6.3% and at an appropriate light intensity of 285lux.

Keywords : Bryophyta, Waterfall, Gatan Hill, Musi Rawas

  1. Aristria, D., Perwati, L.H & Wiryani, E. (2014). Keanekaragaman Marchantiophyta Epifit Zona Montana di Kawasan Gunung Ungaran, Jawa Tengah. Jurnal Bioma. 16 (1): 26-32.
  2. Bawaihaty, N., Istomo & Hilwan, I. (2014). “Keanekaragaman dan Peran Ekologi Bryophyta di Hutan Sesaot Lombok, Nusa Tenggara Barat”, Jurnal Silvikultur Tropika. 05 (1):13-17.
  3. Cahyono, E. (2013). Valuasi Ekonomi Hutan Lindung Bukit Cogong Kabupaten Musi Rawas Provinsi Sumatera Selatan. Tesis, Program Studi Pasca Sarjana Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (S-2). Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu.
  4. Febrianti. G.N. (2015). Identifikasi Tumbuhan Lumut (Bryophyta) di Lingkungan Universitas Jember serta Pemanfaatannya Sebagai Buku Nonteks. Skripsi, Program Studi Pendidikan Biologi Jurusan Pendidikan MIPA Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Jember.
  5. Hodgetts, N. (2011). A Revised List of Bryophytes in Britain. USA: Conservation News.
  6. Kartika, H., Heddy, S.B.Y & Wicaksono, K.P. (2005). Analisis Biodiversitas Serangga di Hutan Kota Malabar Sebagai Urban Ecosystem Service Kota Malang pada Musim Pancaroba, Jurnal Produksi Tanaman, 3 (8): 623-631.
  7. Musyarofah. (2013). Keanekaragaman Lumut Hati dan Lumut Tanduk pasca Erupsi di Taman Nasional Gunung Merapi Yogyakarta. Skripsi. Departemen Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Insitut Pertanian Bogor.
  8. Pasaribu, N,. (2013). Studi Pendahuluan lumut Di Lau Kawar Kabupaten Karo. Sumatera Utara. Prosiding Seminar dan Rapat Tahunan Bidang Ilmu MIPA yang diselenggarakan oleh FMIPA Universitas Lampung, tanggal 10-12 Mei 2013. Lampung:Universitas Lampung.
  9. Rahardian, G., Prakosa, G.W., Anas, A., Hidayatullah, A & Hasa, A.Z. (2017). Inventarisasi Lumut Epifit Di Kawasan Hutan Lumut Suaka Marga Satwa Pergunungan Argopuro. Jurnal Biotropika. 5 (3): 114-118.
  10. Raihan, C., Nurasiah, & Zahara, N. (2018). Keanekaragaman Tumbuhan Lumut (Bryophyta) Di Air Terjun Peucari Jantho. Aceh Besar. Prosiding Seminar Nasional Biotik yang diselenggarakan oleh FTK UIN Ar-Raniry, tanggal 18 Juli 2018. Aceh: UIN Ar-Raniry.
  11. Triyono. K. (2013). Keanekaragaman Hayati Dalam Menunjang Ketahanan Pangan. Jurnal Inovasi Pertanian. 11(1): 12-22.
  12. Waldi, R. (2017). Inventarisasi Lumut di Kawasan Perkebunan Karet PTPN 7 Desa Sabah Balau Kabupaten Lampung Selatan. Skripsi. Program Studi Pendidikan Biologi Fakultas Tarbiyah dan Keguruan. UIN Raden Intan, Lampung.
  13. Wati, T.K., Kiswardianta, B & Sulistyarsi, A (2016). Keanekaragaman Hayati Tanaman Lumut (Bryophyta) Di Hutan Sekitar Waduk Kedung Brubus Kecamatan Pilang Keceng Kabupaten Madiun. Jurnal Florea. 3 (1). 46-51.
  14. Windadri, F. (2014). Lumut Sejati di Kawasan Cagar Alam Gunung Papandayan. Garut. Jawa Barat. Berita Biologi. 13(3):309-320.
  15. Windadri, FI,. (2009). Keragaman Lumut Di Resort Karang Ranjang, Taman Nasional Ujung Kulon, Banten. Jurnal Teknologi Lingkungan. 10 (1). 19-25.

Open Access Copyright (c) 2020 Al-Hayat: Journal of Biology and Applied Biology
Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
apps