Self-esteem people with HIV/AIDS: Review of reality counseling approach

Anis Lud Fiana*  -  Universitas Negeri Semarang, Indonesia

(*) Corresponding Author

Supp. File(s): common.other

Purpose -  The purpose of this study was to determine the self-esteem of people with HIV/AIDS in terms of the reality counseling approach.

Method - The method used in this paper is a literature study.

Result - The results of this study indicated that the reality counseling approach with the wants, needs, and perceptions, direction and doing, self-evaluation, and planning (WDEP) technique could help their circumstances and situations assess more realistically, help reduce the burden on thoughts, help find meaning in their lives, help have a life expectancy, and maintain or increase the self-esteem of people with HIV/AIDS.

Implications - The results of this study expected to provide benefits in scientific guidance and counseling considering that in terms of applicability, the reality approach can be used for various problems in counseling practice.

Originality - In this paper, a reality counseling approach can be one way as a form of mental support. People with HIV/AIDS needs the help of others in going through its downtime in achieving the self-esteem that ultimately reaches the meaning of his life.

 

Tujuan -  Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui harga diri orang dengan HIV/AIDS (ODHA) ditinjau dari pendekatan konseling realitas.

Metode - Metode yang digunakan dalam penulisan ini adalah studi literatur.

Hasil - Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pendekatan konseling realitas dengan teknik wants, needs, and perceptions, direction and doing, self-evaluation, and planning (WDEP) dapat membantu menilai keadaan dan situasi mereka secara lebih realistis, membantu mengurangi beban pikiran, membantu menemukan makna dalam hidup mereka, membantu memiliki harapan hidup, dan mempertahankan atau meningkatkan harga diri ODHA.

Implikasi - Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat dalam bidang bimbingan dan konseling, pendekatan realitas dapat digunakan untuk berbagai permasalahan dalam praktik konseling.

Orisinalitas - Dalam tulisan ini, pendekatan konseling realitas dapat dijadikan salah satu bentuk dukungan mental. ODHA membutuhkan bantuan orang lain dalam menjalani masa henti dalam mencapai harga diri yang pada akhirnya mencapai makna hidupnya.

Supplement Files

Keywords: Self-esteem; HIV/AIDS; reality therapy; reality counseling; harga diri; ODHA; konseling realita

  1. Ahdiany, G, N. Widianti, E. & Fitria, N. (2017). Tingkat kecemasan terhadap kematian pada ODHA. Jurnal Keperawatan Soedirman (The Soedirman Journal of Nursing), 12(3). http://dx.doi.org/10.20884/1.jks.2017.12.3.758.
  2. AIDSinfo. (2017). The HIV life cycle. Diunduh dari: https://aidsinfo.nih.gov/understanding-hiv-aids/fact-sheets/19/73/the-hiv-life-cyle.
  3. Baroya, N. (2017). Prediktor sikap stigma dan diskriminasi terhadap orang dengan HIV dan AIDS di kabupaten Jember. Jurnal IKESMA. Vol. 13 No. 2. https://doi.org/10.19184/ikesma.v13i2.7032.
  4. Burhan, R. Fouriana. Zuhroni. (2014). Gambaran kebermaknaan hidup orang dengan HIV/AIDS (ODHA) serta tinjauannya menurut Islam. Jurnal Psikogenesis. 2(2). https://doi.org/10.24854/jps.v2i2.46.
  5. Capuzzi, D., & Stauffer , M, D. (2016). Counseling and psychoterapy: theories and intervention (sixth Edition). USA: American Counseling Association.
  6. Chang, W. (2014). Metodologi penulisan ilmiah. Jakarta: Penerbit Erlangga.
  7. Corey, G. (2013). Teori dan praktek konseling dan psikoterapi. Bandung: Refika Aditama.
  8. Corey, G. (2017). Theory and practice of counseling an psychotherapy (10th edition). California: Brooks/Cole.
  9. Dejman, M, Ardakani HM, Malekafzali B, Moradi G, Gouya MM, Shushtari ZJ, et al. (2015). Psychological, social, and familial problems of people living with HIV/AIDS in Iran: A qualitative study. International Journal of Preventive Medicine. 6(1). DOI: 10.4103/2008-7802.172540.
  10. Fall, K. A., Holden, J. M., & Marquis, A. (2017). Theoretical models of counseling and psychotherapy. Taylor & Francis.
  11. Farmani, F., Taghavi, H., Fatemi, A., & Safavi, S. (2015). The efficacy of group reality therapy on reducing stress, anxiety and depression in patients with multiple sclerosis (MS). Behavioral Research Center of SBMU.
  12. Farnoodian, P. (2016). The effectiveness of group reality therapy on mental health and self-esteem of students. International Journal of Medical Research & Health Sciences. 5, 9S:18-24. https://www.ijmrhs.com/abstract/the-effectiveness-of-group-reality-therapy-on-mental-health-and-selfesteem-of-students-3866.html.
  13. Febrianto, B., & Ambarini, Tri, K. (2019). Efektivitas konseling kelompok realita untuk menurunkan kecemasan pada klien pemasyarakatan. Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan. 7(1). https://doi.org/10.22219/jipt.v7i1.7838.
  14. Gabriella, A. (2012). Gambaran konseling berbasis reality therapy pada pria HIV-positif yang belum membua status kepada istri. Jurnal Perkotaan. 4(2). http://ojs.atmajaya.ac.id/index.php/dululppm/article/view/227.
  15. Hidayanti, E. (2018). Implementasi bimbingan dan konseling untuk meningkatkan self esteem pasien penyakit terminal di kelompok dukungan sebaya (KDS) RSUP. Dr. Kariadi Semarang. Jurnal Ilmu Dakwah. 38(1). DOI : 10.21580/jid.v38.1.3970.
  16. Hidayanti, Ema. (2015). Dasar-dasar bimbingan rohani pasien. Semarang: Karaya Abadi Jaya.
  17. Hikmawati, F. (2012). Bimbingan konseling edisi revisi. Jakarta: Rajawali Pers.
  18. Ilyas. (2016). Pendidikan karakter melalui homeschooling, Journal of Nonformal Education. 2 (1). https://doi.org/10.15294/jne.v2i1.5316.
  19. Jonker, J., Pennink, Bartjan J.W., Wahyuni, Sari. (2011). Metodologi penelitian: panduan untuk master Ph.D di bidang manajemen. Jakarta : Salemba Empat.
  20. Jusoh, A. J., & Hussain, S. P. (2015). Choice theory and reality therapy (CTRT) group counseling module. Asian Journal of Humanities and Social Studies, 3(4). Retrieved from https://www.ajouronline.com/index.php/AJHSS/article/view/2961.
  21. Karamouzian , M,. Akbari, M., Haghdoost. A-A., Setayesh, H., Zolala, F. (2015). “I am dead to them”: HIV-related stigma experienced by people living with HIV in Kerman, Iran. Journal Association of Nurses AIDS Care. 26(4);46–56. DOI: 10.1016/j.jana.2014.04.005.
  22. KBBI. (2016). Kamus besar bahasa Indonesia. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
  23. Komalasari, G. (2011). Teori dan teknik konseling, Jakarta Barat: PT INDEKS.
  24. Larasati, W.P. (2012). Meningkatkan self esteem melalui metode self-instruction. (Thesis). Fakultas Psikologi Program Studi Psikologi Pendidikan Universitas Indonesia, Jakarta.
  25. Latipun. (2010). Psikologi konseling. Malang: UMM Press.
  26. Limalvin, N. P., Putri, W. C. W. S., & Sari, K. A. K. (2020). Gambaran dampak psikologis, sosial dan ekonomi pada ODHA di Yayasan Spirit Paramacitta Denpasar. Jurnal Intisari Sains Medis, 11(1). DOI: 10.15562/ism.v11i1.208.
  27. Mulawarman., Ariffudin, I. Rahmawati, A,I,N. (2020). Konseling kelompok pendekatan realita (pilihan dan tanggung jawab). Jakarta: kencana.
  28. Mulawarman., & Sunawan. (2012). Penerapan pendekatan konseling realita untuk mengatasi learned helpness (suatu studi embedded experimental model pada mahasiswa). Intuisi Journal. 4 (1). DOI: 10.15294/intuisi.v4i1.13326.
  29. Nikmarijal, N. (2014). Urgensi peranan keluarga bagi perkembangan self-esteem remaja. Jurnal Konseling dan Pendidikan, 2(2), 19-24. DOI : https://doi.org/10.29210/19800.
  30. Oktavia, F.D. (2016). Efektivitas terapi realitas untuk meningkatkan optimisme pada orang dengan HIV/AIDS (ODHA). (Tesis). Fakultas Psikologi Universitas Katolik Soegijapranata, Semarang.
  31. Prawesti, F. S., & Dewi, D. K. (2016). Self esteem dan self disclosure pada mahasiswa psikologi pengguna blackberry messenger. Jurnal Psikologi Teori dan Terapan, 7(1), 1-8. http://dx.doi.org/10.26740/jptt.v7n1.p1-8.
  32. Prayitno. & Amti,. E. (2013). Dasar-dasar bimbingan dan konseling. Jakarta: Rineka Cipta.
  33. Putri, M.E. (2017). Konseling dengan pendekatan realitas untuk menurunkan kecemasan anak korban kekerasan seksual. Proceeding International Conference.
  34. Refnadi. (2018) Konsep self esteem serta implikasinya pada siswa. Jurnal Pendidikan Indonesia. 4 (1). https://doi.org/10.29210/120182133.
  35. Rohmah, F. A. (2012). Pengaruh pelatihan harga diri terhadap penyesuaian diri pada remaja. Humanitas (Jurnal Psikologi Indonesia), 1(1), 53-63. http://garuda.ristekbrin.go.id/documents/detail/124085.
  36. Rosenfeld D, Anderson J, Ridge D, Asboe D, Catalan J, Collins S, et al. (2015). Social support, mental health, and quality of life among older people living with HIV.
  37. Saam, Z. (2014). Psikologi konseling. Jakarta: Rajawali Pers.
  38. Sharf, R. (2012). Theories of psychotherapy and counseling: Concepts and Case (5th edition). Belmont. CA: Brooks/Cole.
  39. Srisayekti, W. Setiady, D.A. (2015). Harga-diri (self-esteem) terancam dan perilaku menghindar. Jurnal Psikologi. 42(2): 141-156. DOI: 10.22146/jpsi.7169.
  40. Sumini,. Hadisaputro, S. dkk. (2017). Faktor risiko yang berpengaruh terhadap kejadian HIV/AIDS pada pengguna napza suntik. Jurnal Epidemiologi Kesehatan Komunitas. 2(1) 36-45. https://doi.org/10.14710/jekk.v2i1.3993.
  41. Velasco-Martin, J. (2013). Exploring self disclosure in online social network. School Of Information and Library Science.
  42. Vohs, K. D., & Baumeister, R. F. (2016). Handbook of self-regulation: Research, theory, and applications. Guilford Publications.
  43. WHO. (2018). HIV/AIDS treatment and care. Diunduh dari: http://www.who.int/hiv/topics/treatment/en/ .
  44. Yusuf, S. (2016). Konseling individual konsep dasar & pendekatan. Bandung: Refika Aditama.

Open Access Copyright (c) 2020 Journal of Advanced Guidance and Counseling
License URL: https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0/
View My Stats
apps