Role-playing group counseling in character-strengthening education in high school students

Bakhrudin All Habsy*  -  Univeraitas Darul Ulum Jombang, Scopus ID : 57209319926, Indonesia

(*) Corresponding Author

Supp. File(s): Research Instrument

Purpose - This research aims to measure the effectiveness of counseling groups using the technique of role-playing in the framework of character-strengthening education in high school students.

Method - research type used is quantitative with a quasi-experimental design. This study involves two object groups: experiment group and control group. These groups are set through a random method.

Result - Counseling group with role-playing technique is proven to be effective in strengthening the character of the participants. This can be seen from the paired sample T-test where the significance score was 0.000 (p<0.05). Thus, strengthening the character through a role-playing technique that includes the score of religious, nationalist, independent, mutual cooperation, and integrity shows significant changes in the results. _

Implications - This study the impact on the development of service guidance and counseling in high school as an effort to build character’s participants teach to fit with the score of character education.

Originality - This research is strengthening character education through counseling group service with a role-playing technique for high school students.

***

Purpose - Penelitian ini bertujuan untuk mengukur efektifitas konseling kelompok menggunakan teknik role playing dalam rangka penguatan pendidikan karakter pada siswa Sekolah Menengah Atas (SMA).

Method - Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain quasi eksperimen. Penelitian ini melibatkan dua objek kelompok yakni kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Penentuan kelompok ditetapkan melalui metode acak.

Result - Konseling kelompok dengan teknik role playing terbukti efektif dalam penguatan karakter peserta didik. Hal ini terlihat dari uji paired sample T-test dimana nilai signifikansi menunjukkan angka 0,000 (p<0,05). Dengan demikian, penguatan karakter melalui teknik role playing yang meliputi nilai religius, nasionalis, mandiri, gotong-royong dan integritas menunjukkan hasil perubahan yang signifikan.

Implications - Kajian ini berdampak pada pengembangan layanan bimbingan dan konseling di SMA sebagai upaya penanaman karakter peserta didik agar sesuai dengan nilai pendidikan karakter.

Originality - Penelitian ini merupakan kajian penguatan pendidikan karakter melalui layanan konseling kelompok dengan teknik role playing pada siswa SMA.

Supplement Files

Keywords: Group counseling; role technique playing; education character; high school student; Konseling kelompok; teknik role playing; pendidikan karakter; Siswa SMA

  1. Acharya, H., Reddy, R., Hussein, A., Bagga, J. and Pettit, T. (2019), The effectiveness of applied learning: an empirical evaluation using role playing in the classroom, Journal of Research in Innovative Teaching & Learning, Vol. 12 No. 3, pp. 295-310. https://doi.org/10.1108/JRIT-06-2018-0013
  2. Agboola Sogunro, O. (2004), Efficacy of role‐playing pedagogy in training leaders: some reflections", Journal of Management Development, Vol. 23 No. 4, pp. 355-371. https://doi.org/10.1108/02621710410529802
  3. Anjastuti, T. M., Dahlan, S., & Widiastuti, R. (2018). Penggunaan Konseling Kelompok Teknik Role Playing Untuk Meningkatkan Interaksi Sosial. ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling), 6(2).
  4. Apollo. (2002). Undang-Undang Dasar Republik Indonesia Tahun 194. Surabaya: Apollo.
  5. Asro, M., Sugiharto, D. Y. P., & Awalya, A. (2021). Mengatasi Perilaku Bullying Siswa Melalui Konseling Kelompok Teknik Role Playing. Indonesian Journal of Educational Counseling, 5(2), 35-41.
  6. Azzet, Akhmad Muhaimin. (2011). Urgensi Pendidikan Karakter di Indonesia: Revitalisasi Pendidikan Karakter terhadap Keberhasilan Belajar dan Kemajuan Bangsa. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media
  7. Habsy, B. A. (2018). Model bimbingan kelompok PPPM untuk mengembangkan pikiran rasional korban bullying siswa SMK etnis Jawa. Jurnal Pendidikan (Teori dan Praktik), 2(2), 91.
  8. Halawati, F. (2020). Pengaruh Pendidikan Karakter Terhadap Perilaku Siswa. Education and Human Development Journal, 5(2), 51-60.
  9. Haolah, S., Rohaeti, E. E., & Rosita, T. (2020). Penerapan Bimbingan Kelompok Teknik Role Playing Untuk Meningkatkan Kematangan Karier. FOKUS (Kajian Bimbingan & Konseling dalam Pendidikan), 3(1), 1-8.
  10. Indonesia. (1945). Constitution of the Republic of Indonesia. Japenpa.
  11. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2017). Penguatan Pendidikan Karakter Jadi Pintu Masuk Pembenahan Pendidikan Nasional. https://www.kemdikbud.go.id/min/blog/2017/07/penguatan-pendidikan-karakter-jadi-pintu-masuk-pembenahan-pendidikan-nasional. (online, 07 April 2021)
  12. Nurhidayah, B. S., Wibowo, M. E., & Purwanto, E. (2022). Keefektifan Konseling Kelompok Cognitive Behavioral Therapy (CBT) dengan Teknik Modeling Simbolis dan Role Playing untuk Meningkatkan Self-Confidence pada Siswa. Bulletin of Counseling and Psychotherapy, 4(1), 64-69.
  13. Republik Indonesia . (2018). Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 20 Tahun 2018 tentang Penguatan Pendidikan Karakter Pada Satuan Pendidikan Formal. Jakarta: Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan.
  14. Republik Indonesia. (2003). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Jakarta: Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan.
  15. Republik Indonesia. (2017). Peraturan Presiden Nomor 87 Tahun 2017 tentang Penguatan Pendidikan Karakter. Jakarta: Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan.
  16. Santrock, J.W. (1995). Adolescennce 6𝑡ℎ Edition Perkembangan Remaja. Jakarta: Erlangga.
  17. Sugiyono. (2014). Statistika Untuk Penelitian. Alfabeta, Bandung.

Open Access Copyright (c) 2022 Journal of Advanced Guidance and Counseling
Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
View My Stats
apps