Restorative Justice for Seized Illegal Fishing Vessels in Indonesia
DOI:
https://doi.org/10.21580/walrev.2026.8.1.30190Abstract
Indonesia's maritime character makes fisheries central to national welfare, yet illegal fishing continues to cause ecological degradation, economic losses, and social harm. This study addresses how confiscated vessels can be legally and institutionally transformed into productive assets within Indonesia's legal framework. Using normative legal research with statutory, conceptual, and comparative approaches, the study analyzes Indonesian regulations on fisheries enforcement, criminal procedure, and state asset management, while also referring to selected practices in Fiji and Ghana. The findings show that Indonesia's current framework is fragmented: authority over confiscated vessels is dispersed across law enforcement agencies, the Ministry of Finance, and fisheries institutions, while no specific regulation governs post-seizure utilization after a final court decision. This institutional fragmentation creates legal uncertainty and prevents confiscated vessels from being systematically redirected toward public benefit. This study introduces a Restorative Maritime Justice framework as a normative model for post-seizure asset governance. Under this model, vessels with final legal status may be transferred through a clear asset-handover mechanism, assigned to a lead institution, utilized for limited public purposes, and monitored through an integrated accountability system. The study concludes that optimizing the use of confiscated vessels requires a legally integrated framework that shifts policy away from punitive destruction alone toward restorative utilization that remains lawful, transparent, safe, and socially beneficial.
Karakteristik maritim Indonesia menjadikan perikanan sebagai pusat kesejahteraan nasional, namun penangkapan ikan ilegal terus menyebabkan degradasi ekologis, kerugian ekonomi, dan kerusakan sosial. Studi ini membahas bagaimana kapal sitaan dapat secara legal dan institusional diubah menjadi aset produktif dalam kerangka hukum Indonesia. Dengan menggunakan penelitian hukum normatif dengan pendekatan hukum perundang-undangan, konseptual, dan komparatif, studi ini menganalisis peraturan Indonesia tentang penegakan hukum perikanan, prosedur pidana, dan pengelolaan aset negara, serta merujuk pada praktik-praktik terpilih di Fiji dan Ghana. Temuan menunjukkan bahwa kerangka kerja Indonesia saat ini terfragmentasi: kewenangan atas kapal sitaan tersebar di berbagai lembaga penegak hukum, Kementerian Keuangan, dan lembaga perikanan, sementara tidak ada peraturan khusus yang mengatur pemanfaatan pasca-penyitaan setelah keputusan pengadilan akhir. Fragmentasi institusional ini menciptakan ketidakpastian hukum dan mencegah kapal sitaan dialihkan secara sistematis untuk kepentingan publik. Studi ini memperkenalkan kerangka kerja Keadilan Maritim Restoratif sebagai model normatif untuk tata kelola aset pasca-penyitaan. Dalam model ini, kapal-kapal dengan status hukum final dapat dialihkan melalui mekanisme penyerahan aset yang jelas, ditugaskan kepada lembaga utama, digunakan untuk tujuan publik terbatas, dan dipantau melalui sistem akuntabilitas terintegrasi. Studi ini menyimpulkan bahwa optimalisasi penggunaan kapal sitaan memerlukan kerangka kerja yang terintegrasi secara hukum yang menggeser kebijakan dari penghancuran yang bersifat menghukum semata menuju pemanfaatan restoratif yang tetap sah, transparan, aman, dan bermanfaat secara sosial.
Keywords: Restorative Justice; Illegal Fishing; Seized Vessels.
Downloads
References
Aliyah, Putri Nur, Andy Usmina Wijaya, and Fikri Hadi. 2024. “Penegakan Hukum Illegal Fishing Dalam Rangka Mewujudkan Ketahanan Lingkungan Di Indonesia Guna Mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).” Jurnal Yustisiabel 8 (1): 105–23. https://doi.org/10.32529/yustisiabel.v8i1.3066.
Budianto, H. 2020. Harmonization of Legal Provisions on Confiscated Vessels in Indonesia: A Path Toward Sustainable Utilization. 14 (1): 45–60.
Dewi, I. 2020. The Role of Confiscated Vessels in Enhancing Maritime Governance and Community Welfare in Indonesia. 9 (3): 211–23.
Eddy, T., and P. R. Zannah. 2024. Analisis Yuridis Penanganan Barang Bukti Kapal Asing Pelaku Tindak Pidana Perikanan “Illegal Fishing. 4 (3): 386–99. https://doi.org/10.51278/bce.v4i3.1506.
Eglash, A. 1957. Creative Restitution: A New Concept for Restorative Justice. 45 (2): 115–28. https://www.jstor.org/stable/23640779
Fachrussyah, Z. C. 2017. Buku Ajar Dasar-Dasar Penangkapan Ikan. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Negeri Gorontalo.
FAO. 2001. International Plan of Action to Prevent, Deter and Eliminate Illegal, Unreported and Unregulated Fishing (IPOA-IUU). FAO. https://www.fao.org/4/y5921e/y5921e0n.htm
Ginanjar, Yusep, and Agus Subagyo. 2024. “Pemindahan Ibu Kota Negara Indonesia Dalam Perspektif Hubungan Internasional: Tinjauan Geopolitik Dan Potensi Ancaman.” Intermestic: Journal of International Studies 9 (1): 77. https://doi.org/10.24198/intermestic.v9n1.3.
Guru, B. 2023. Buku Panduan Guru Dasar-Dasar Nautika.
Halim, A., and F. Faisal. 2020. Legal Framework for Confiscated Vessel Utilization in Indonesia: Institutional Roles and Responsibilities. 17 (3): 155–69.
Ismala Dewi, R. 2016. Penegakan Hukum Tindak Pidana Di Bidang Perikanan. Pusat Penelitian Badan Keahlian DPR RI & PT. Dian Rakyat.
https://catalogue.nla.gov.au/catalog/7338327
KKP. 2024. “KKP Optimalkan Kapal Hasil Rampasan Illegal Fishing Diserahkan Untuk Nelayan. Siaran Pers KKP.” https://www.antaranews.com/berita/4553022/kkp-optimalkan-kapal-hasil-rampasan-illegal-fishing-diserahkan-untuk-nelayan
Laia, Yudisa. 2025. “Pertimbangan Hakim Dalam Penjatuhan Pidana Denda Pada Tindak Pidana Illegal Fishing.” Jurnal Panah Hukum 4 (2): 158–70. https://doi.org/10.57094/jph.v4i2.1664.
Law No. 32 of 2014 on Marine Affairs (Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2014 Tentang Kelautan), § Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 294 (2014).
Marshall, T. 1996. “Restorative Justice: An Overview.” Pt. 3-23. Crime and Justice 23 (1).
Maya Shafira, Muhammad Farid, and Aisyah Muda Cemerlang. 2023. Konstruksi Kebijakan Hukum Pidana Administrasi Penanggulangan Illegal Fishing Di Indonesia. Avenir Literasi Indonesia. http://repository.lppm.unila.ac.id/52858/1/BUKU%20KONSTRUKSI%20HUKUM%20PID%20ADM.pdf
Moertiono, R. J. 2023. Kebijakan Sanksi Hukum Pemusnahan Barang Bukti Penangkapan Ikan Secara Illegal Fishing. CV. Pustaka Prima.
Musdamin, St. Fatmawati L, and M. Yusuf. 2023. “Analisis Yuridis Tindak Pidana Perikanan Yang Dilakukan Oleh Nelayan Asing Pada Pengadilan Negeri Perikanan Bitung.” Arus Jurnal Sosial Dan Humaniora 3 (2): 90–108. https://doi.org/10.57250/ajsh.v3i2.226.
Oktarina, A., and I. G. N. K. Yudiantara. 2025. Oktarina, A., & Yudiantara, I. G. N. K. (2025). Pengaturan Hukum Illegal Fishing Dalam Konsep Keamanan Nasional Ditinjau Dari Pengawasan Wilayah Perairan Indonesia. 3 (8).
Prasetyo, D. 2020. The Implications of Regulatory Overlap in the Management of Confiscated Vessels in Indonesia. Pt. 112-125. 16 (2).
Rachman, I. 2020. Illegal, Unreported, and Unregulated Fishing in Indonesia: Challenges and Implications for Marine Resource Management. 18 (2): 102–18.
Rahman, A., and M. Satria. 2020. Regulatory Overlap and the Challenges of Confiscated Vessel Utilization in Indonesia. no. 4 (2020): 198–210.
Reis-Filho, V. Hatje, and F. Barros. 2024. Navigating Blue Justice: Policy Gaps and Conflicts in Coastal Development from Small-Scale Fisher Perspectives. 7 (10): 1786–802. https://doi.org/10.1016/j.oneear.2024.07.014.
Rikumahu, M. 2024. “Legalitas Penenggelaman Kapal Asing Oleh Indonesia Ditinjau Dari Hukum Internasional Pada Tahun 2014–2019.” Universitas Kristen Indonesia. https://repository.uki.ac.id/18233/
Riza Farhan, Aulia, R Bambang Aditya, Dendi Mahabror, Romy Ardianto, and Kalu Nicolaus Naibaho. 2018. Calculation Model of Economic Losses Due to Illegal Fishing Activities in Indonesian Territorial Waters. Fellowship Report. Conservation Strategy Fund – Indonesia Marine Fellows Program.
https://www.conservation-strategy.org/sites/default/files/field file/MFP_Illegal_Fishing_English_Optimized.pdf
Rofiana, Reine, Muhyi Mohas, and Belardo Prasetya Mega Jaya. 2024. “Pertanggungjawaban Pidana Terdahap Kapal Asing Yang Melakukan Illegal, Unreported And Unregulated Fishing Di Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia: Studi Kasus Do Thanh Nhan (Kapal Vietnam).” JATISWARA 39 (1): 71–82. https://doi.org/10.29303/jtsw.v39i1.474.
Sari, A. K., M. Nurachmad, and H. Is Nursal. 2021. Model Pengelolaan Benda Berharga Muatan Kapal Tenggelam Berdasarkan Kebijakan Ekonomi Biru (Blue Economy) Untuk Memperkuat Ekonomi Berkelanjutan Indonesia. 18 (1). https://ejurnal.esaunggul.ac.id/index.php/Lex/article/view/4167/0
Sebastian, W. 2023. “Rekonstruksi Regulasi Sanksi Tindak Pidana Pencurian Ikan Yang Berbasis Nilai Keadilan.” Universitas Islam Sultan Agung. https://repository.unissula.ac.id/26777/
Setiawan, A. 2019. Restorative Justice in Marine Conservation: Bridging Law and Ecology. 17 (3): 234–45.
Setiawan, A., and M. Purnama. 2021. Systematic Approaches in Legal Analysis of Fisheries Enforcement and Seized Vessel Management. 19 (2): 134–50.
Siregar, A. 2020. The Role of Legal Materials in Maritime Governance Studies: A Classification Approach. Indonesian Journal of Legal Studies. 22 (1): 56–70.
Temple, Andrew J., Daniel J. Skerritt, Philippa E. C. Howarth, John Pearce, and Stephen C. Mangi. 2022. “Illegal, Unregulated and Unreported Fishing Impacts: A Systematic Review of Evidence and Proposed Future Agenda.” Marine Policy 139 (May 2022): 105033. https://doi.org/10.1016/j.marpol.2022.105033.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 45 Tahun 2009 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2004 Tentang Perikanan (2009).
Wahyuni, M. 2020. Legal Framework and Enforcement in Indonesia’s Maritime Governance: A Statutory Approach. Jakarta: Indonesian Law Review.
Wahyuni, M., and A. Setiawan. 2020. The Socioeconomic Impacts of Illegal Fishing on Small-Scale Fisheries in Indonesia. 15 (3): 243–59.
Widjaja, Sjarief, Tony Long, Hassan Wirajuda, Hennie Van As, Per Erik Bergh, Annie Brett, Duncan Copeland, et al. 2023. “Illegal, Unreported and Unregulated Fishing and Associated Drivers.” In The Blue Compendium, edited by Jane Lubchenco and Peter M. Haugan, 553–91. Cham: Springer International Publishing. https://doi.org/10.1007/978-3-031-16277-0_15.
Wuwungan, J. J. 2024. Perlindungan Hukum Terhadap Nelayan Indonesia Di Daerah Perbatasan Dari Gangguan Kapal Pencuri Ikan Negara Asing. 14 (2). https://ejournal.unsrat.ac.id/v3/index.php/lexprivatum/article/view/58239
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Rocky Padaloka, Athina Kartika Sari

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.







