Cooperative Legal Pluralism in Resolving Jarimah Khalwat Cases in Aceh
DOI:
https://doi.org/10.21580/walrev.2026.8.1.31171Abstract
The study of the settlement of jarimah khalwat in Aceh generally separates the study of customary and formal sharia courts, so that cooperative interaction between systems is still poorly explored. This research is here to fill this gap through the framework of cooperative legal pluralism. This research is a type of normative legal research with a conceptual study approach. The analysis of the synchronization of norms between Qanun Jinayat and Qanun Pembinaan Kehidupan Adat shows the functional relationship between the Syar'iyah Court in ensuring legal certainty and the Gampong Court in maintaining social harmony. The main findings of the study offer a reconstruction model that prioritizes customary justice as an instrument of restorative justice. If the customary court fails, the settlement of the case is continued to the formal realm with customary decisions remaining a legal consideration in the Syar'iyah Court. This reconstruction contributes to normative integration that guarantees legal certainty, prevents double punishment, and still respects local wisdom of Aceh.
Studi penyelesaian jarimah khalwat di Aceh umumnya memisahkan kajian peradilan adat dan syariat formal, sehingga interaksi kooperatif antar-sistem masih kurang tereksplorasi. Penelitian ini hadir untuk mengisi kekosongan tersebut melalui kerangka cooperative legal pluralism. Penelitian ini berjenis penelitian hukum normatif dengan pendekatan studi konseptual. Analisis sinkronisasi norma antara Qanun Jinayat dan Qanun Pembinaan Kehidupan Adat menunjukkan hubungan fungsional antara Mahkamah Syar’iyah dalam menjamin kepastian hukum dan Peradilan Gampong dalam menjaga harmoni sosial. Temuan utama penelitian menawarkan model rekonstruksi yang memprioritaskan peradilan adat sebagai instrumen keadilan restoratif. Jika peradilan adat gagal, penyelesaian perkara dilanjutkan ke ranah formal dengan keputusan adat tetap menjadi pertimbangan hukum di Mahkamah Syar’iyah. Rekonstruksi ini berkontribusi pada integrasi normatif yang menjamin kepastian hukum, mencegah hukuman ganda (double punishment), dan tetap menghargai kearifan lokal Aceh.
Keywords: Legal Pluralism; Jarimah Khalwat; Aceh.
Downloads
References
Adami, Khairul. 2023. “Penanganan Tindak Pidana Khalwat Di Kabupaten Nagan Raya Berdasarkan Peraturan Perundang-Undangan.” Maqasidi 3 (1): 68–81. https://doi.org/10.47498/maqasidi.vi.2016.
Aditya, Webby, Dahlan Ali, and Suhaimi. 2020. “Pencegahan Jarimah Khalwat Di Kota Sabang.” Media Syariah 21 (2): 188. https://doi.org/10.22373/jms.v21i2.2491.
Aditya, Zaka Firma. 2015. “Romantisme Sistem Hukum Di Indonesia: Kajian Atas Kontribusi Hukum Adat Dan Hukum Islam Terhadap Pembangunan Hukum Di Indonesia.” Jurnal Rechts Vinding: Media Pembinaan Hukum Nasional 8 (1): 37. https://doi.org/10.33331/rechtsvinding.v8i1.305.
Afriani, Maulida, Muhammad Nur, and Muhammad Nasir. 2024. “Penerapan Sanksi Adat Terhadap Perkara Khalwat Di Tingkat Gampong (Studi Penelitian di Blang Pulo Kota Lhokseumawe).” Jurnal Ilmiah Mahasiswa (JIM-FH) 7 (4). https://doi.org/10.29103/jimfh.v7i4.19253.
Amalia, Nanda, Mukhlis Mukhlis, and Yusrizal Yusrizal. 2018. “Model Penyelesaian Sengketa Dan Peradilan Adat Di Aceh.” Jurnal Hukum Ius Quia Iustum 25 (1): 159–79. https://doi.org/10.20885/iustum.vol25.iss1.art8.
Azimi, Zul. 2026. “Efektivitas Penerapan Qanun Jinayah Aceh: Tinjauan Sistematis Literatur.” Tahqiqa : Jurnal Pemikiran Hukum Islam 20 (01). https://doi.org/10.61393/tahqiqa.v20i1.501.
Badri and Fatmawati. 2018. “Pelaksanaan Sanksi Pidana Adat Di Gampong Kampung Paya Kecamatan Kluet Utara Kabupaten Aceh Selatan.” Legitimasi: Jurnal Hukum Pidana Dan Politik Hukum 7 (1): 27. https://doi.org/10.22373/legitimasi.v7i1.3963.
Bancin, Putri Sahadat. 2018. “Eksistensi Qanun Number 6 Of 2014 Dalam Menyelesaikan Tindak Pidana Khalwat (Studi Kasus Mahkamah Syar’iyah Kota Subulussalam).” Skripsi, Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara.
Berutu, Ali Geno. 2017. Faktor Penghambat Dalam Penegakan Qanun Jinayat di Aceh. 14 (2): 148–69. https://doi.org/10.32332/istinbath.v14i2.951.
Bustami. 2017. “Penerapan Qanun Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam Number 14 Of 2003 About Khalwat/Mesum in East Aceh Regency.” Jurnal Hukum Samudra Keadilan 10 (2): 177–90. https://ejurnalunsam.id/index.php/jhsk/article/view/118.
Dahlan, Abdul Aziz. 1996. Ensiklopedi Hukum Islam. Jakarta.
Fahlian, Vani. 2021. “Penyelesaian Tindak Pidana Khalwat Melalui Hukum Adat (Studi Kasus Wilayah Hukum Kecamatan Blangpidie).” Skripsi, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry.
Fitriani, Rahmi. 2020. “Penyelesaian Kasus Khalwat Melalui Hukum Adat Di Kecamatan Bebesen Kabupaten Aceh Tengah.” Universitas Syiah Kuala.
Griffiths, John. 1986. What Is Legal Pluralism?. Commission on Legal Pluralism.
Habibullah, M. 2021. “Kekuatan Hukum Putusan Peradilan Adat Dalam Penyelesaian Kasus Khalwat Di Kecamatan Syiah Kuala Kota Banda Aceh.” Skripsi, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry.
Husna, Nadiatul. 2026. “Penyelesaian Khalwat Melalui Peradilan Adat Gampong pada Kecamatan Jeumpa Kabupaten Bireuen.” Sua Journal of Law 3 (2). https://jurnal.uniki.ac.id/index.php/sjl/article/view/557.
Ikhsan, Khaidar. 2019. “Peran Aparatur Gampong Dalam Pencegahan Khalwat (Studi Di Mukim Lambaroh Kecamatan Peukan Bada Kabupaten Aceh Besar).” Skripsi, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry.
Jamhir. 2020. “Revitalisasi Hukum Adat Di Aceh.” Justisia: Jurnal Ilmu Hukum, Perundang-Undangan Dan Pranata Sosial 1 (1): 68. https://jurnal.ar-raniry.ac.id/index.php/Justisia/article/view/2562.
Jannah, Sirli. 2025. “Implementasi Sanksi Adat Dalam Menangani Kasus Khalwat Di Masyarakat Ditinjau Dari Hukum Pidana Islam.” Skripsi, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry.
Joeni Arianto Kurniawan. 2014. Contested Land, Contesting Laws. A Context of Legal Pluralism and Industrialization in Indonesia. 06 (02). https://opo.iisj.net/index.php/sortuz/article/view/541.
Mahdi, Saiful. 2022. “Efektivitas Qanun Khalwat dalam Penanggulangan Khalwat Melalui Majelis Adat Aceh (MAA) di Kabupaten Aceh Tamiang.” Pt. 487. Al-Mashlahah: Jurnal Hukum Islam Dan Pranata Sosial Islam 10 (02). https://jurnal.staialhidayahbogor.ac.id/index.php/am/article/view/3086.
Marliza, Mira. 2020. “Persepsi Aparatur Gampong Terhadap Penyelesaian Kasus Khalwat (Studi Analisis Di Gampong Padang Sikabu Kecamatan Kaway XVI Aceh Barat).” Skripsi, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry.
Mubarok, Syaiful. 2024. “Penegakan Hukum Qanun Jinayat Di Aceh Kaitannya Dengan Pluralisme Hukum.” Rewang Rencang: Jurnal Hukum Lex Generalis 6 (2): 1–12. https://doi.org/10.56370/jhlg.v6i2.637.
Muchlis S, Hamdani Hamdani, and Herinawati Herinawati. 2023. “Penyelesaian Jarimah Khalwat Melalui Peradilan Adat Studi Di Kabupaten Aceh Utara.” Suloh:Jurnal Fakultas Hukum Universitas Malikussaleh 11 (1): 210. https://doi.org/10.29103/sjp.v11i1.11067.
Muksalmina, Muksalmina, Muhammad Rudi Syahputra, Sari Yulis, and Joelman Subaidi. 2023a. “Khalwat Dalam Kajian Hukum Pidana Islam Dan Penyelesaiannya Menurut Qanun Jinayat Aceh.” SEIKAT: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hukum 2 (4): 435–41. https://doi.org/10.55681/seikat.v2i4.806.
Munajat, Makhrus. 2025. Dinamika Penegakan Hukum Jinayat Di Aceh: Harmonisasi Antara Kearifan Lokal, Syariat Islam, Dan Hak Asasi Manusia. 14 (1). https://doi.org/10.14421/inright.v14i1.4059.
Muntazar, Hamid A. Sarong, and Mohd. Din. 2017. “Penyelesaian Kasus Khalwat Melalui Peradilan Adat Aceh.” Media Syariah 19 (1): 159. https://doi.org/10.22373/jms.v19i1.2019.
Musfirah Chairani. 2026. “Kajian Kriminlogi Terhadap Pelaku Jarimah Khalwat (Suatu Penelitian Di Wilayah Hukum Mahkamah Syariah Banda Aceh).” Skripsi, Universitas Muhammadiyah Aceh.
Muslich, Ahmad Wardi. 2004. Pengantar Dan Asas Hukum Pidana Islam. Sinar Grafika.
Mustafa, Bukhari, Bastiar, Sumiadi, and Husni. 2023. “Penerapan Hukuman Adat Terhadap Pelaku Jarimah Kalwat Di Aceh Tamiang.” CENDEKIA: Jurnal Hukum, Sosial & Humaniora 1 (1). https://doi.org/10.47268/sasi.v27i4.679.
Najmudin, Deden, Irwan Sunardi, Krisna Aulia, and M. Rassya Al-ghifari. 2026. “Kewenangan dan Sinergi Lembaga Pelaksana Hukum Jinayah dalam Penegakan Syariat Islam di Aceh.” Jejak Digital : Jurnal Ilmiah Multidisiplin 02 (01). https://indojurnal.com/index.php/jejakdigital/article/view/1821.
Nugroho, Yahya Abdi. 2023. “Dinamika Sistem Peradilan Hukum Aceh Melalui Lembaga Peradilan Adat.” Jurnal Hukum Dan HAM Wara Sains 2 (10): 983–95. https://doi.org/10.58812/jhhws.v2i10.722.
Rahmatillah, Putri Safira. 2022. “Penyelesaian Tindak Pidana Khalwat Secara Hukum Adat (Studi Kasus Di Gampong Geudubang Jawa Kecamatan Langsa Baro Kota Langsa.” Skripsi, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry.
Ritonga, Muniruddin, and Mhd Yadi Harahap. 2026. “Comparative Review of Jarimah Khalwat and Ikhtilath: An Analysis of Uqubat in Qanun No. 4 of 2014 and the Indonesian Criminal Code.” Jurnal Cendekia 03 (01). https://doi.org/10.70826/jcisnu.v3i1.1322.
Sarasvati, Nadhia Ayu, Maria Ayu Riski Purnama, and Riska Andi Fitriono. 2021. “Eksistensi Penegakan Hukum Adat Di Aceh Dalam Perspektif Kriminologi.” Pt. 239-252. Gema Keadilan 8 (3): 239–52. https://doi.org/10.14710/gk.2021.12625.
Soraya, Ade, Bella Dalila, and Yatlu Alfitri. 2023. “Efektivitas Wilayatul Hisbah Dalam Meminimalisir Pelaku Khalwat Di Kabupaten Bireuen.” Pt. 101-119. Jurnal An-Nasyr 14 (7). https://ejournal.unisai.ac.id/index.php/jian/article/view/715/589.
Swenson, Geoffrey. 2018. “Legal Pluralism in Theory and Practice.” International Studies Review 20 (3): 438–62.
Tamanaha, Brian Z. 2021. Legal Pluralism Explained History, Theory, Consequences. Oxford University Press.
Yuswalina. 2016. “Qanun Perspektif Pluralisme Hukum Di Indonesia.” Jurnal Nurani 16 (2): 125. https://jurnal.radenfatah.ac.id/index.php/Nurani/article/view/937.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Tsania Miratush Sholichat, Achmad Gunaryo, Hamid Hanafi Hanan, Ishmah Auliya Salsabila

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.







