Health Law, Ethics, and Consent: Indonesian Perspectives

Authors

DOI:

https://doi.org/10.21580/walrev.2026.8.2.33346

Abstract

Informed consent is an important mechanism for protecting patient autonomy and rights in healthcare services. However, its implementation in Indonesia remains problematic because informed consent may be influenced by clinical paternalism and systemic pressures, causing it to be treated as an administrative requirement rather than a meaningful ethical process. This study examines the polemic of informed consent by analyzing the tension between patient autonomy, clinical paternalism, and administrative practices in the Indonesian health system. This study employs a qualitative medico-legal approach using legislation, professional ethical standards, international ethical instruments, scholarly literature, and relevant legal precedents as secondary data, analyzed conceptually and comparatively. The findings show that the main problem is not the absence of legal requirements for informed consent, but the gap between its formal regulation and implementation in clinical practice. Limited consultation time, high workloads, resource constraints, and unequal doctor–patient relationships may weaken meaningful patient participation in decision-making. This study contributes to strengthening the understanding of informed consent as a substantive ethical-legal process based on patient autonomy and shared decision-making, rather than merely an administrative formality.

Informed consent merupakan mekanisme penting dalam melindungi otonomi dan hak pasien dalam pelayanan kesehatan. Namun, penerapannya di Indonesia masih menghadapi berbagai permasalahan karena informed consent dapat dipengaruhi oleh paternalisme klinis dan tekanan sistemik, sehingga lebih sering diperlakukan sebagai persyaratan administratif daripada sebagai proses etis yang bermakna. Penelitian ini mengkaji polemik informed consent dengan menganalisis ketegangan antara otonomi pasien, paternalisme klinis, dan praktik administratif dalam sistem kesehatan Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan medico-legal kualitatif dengan memanfaatkan peraturan perundang-undangan, standar etika profesi, instrumen etika internasional, literatur ilmiah, dan preseden hukum yang relevan sebagai data sekunder, yang dianalisis secara konseptual dan komparatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa permasalahan utama bukan terletak pada ketiadaan persyaratan hukum mengenai informed consent, melainkan pada kesenjangan antara pengaturan formal dan penerapannya dalam praktik klinis. Keterbatasan waktu konsultasi, beban kerja yang tinggi, keterbatasan sumber daya, serta ketidakseimbangan hubungan antara dokter dan pasien dapat melemahkan partisipasi pasien secara bermakna dalam pengambilan keputusan. Penelitian ini berkontribusi dalam memperkuat pemahaman bahwa informed consent merupakan proses etis-hukum yang substantif, yang berlandaskan pada otonomi pasien dan pengambilan keputusan bersama, bukan sekadar formalitas administratif.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Arimbi, Aditya Dwi, Indah Muflihatin, and Niyalatul Muna. 2021. “Analisis Kuantitatif Kelengkapan Pengisian Formulir Informed Consent RUMKITAL Dr. Ramelan Surabaya.” J-REMI : Jurnal Rekam Medik Dan Informasi Kesehatan 2 (2): 221–30. https://doi.org/10.25047/j-remi.v2i2.2009.

Barry, Michael J., and Susan Edgman-Levitan. 2012. “Shared Decision Making — The Pinnacle of Patient-Centered Care.” New England Journal of Medicine 366 (9): 780–81. https://doi.org/10.1056/nejmp1109283.

Djusmalinar, Djusmalinar. 2020. “Gambaran Ketidaklengkapan Pengisian Lembar Informed Consent (CM 8) Tindakan Operasi Di RSUD Dr.M.Yunus Bengkulu.” Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan (Health Information Management) 2 (2): 1–9. https://doi.org/10.51851/jmis.v2i2.31.

Hendrisman, Tedy. 2024. “Perlindungan Hukum Bagi Dokter Terhadap Tuntutan Pasien Yang Telah Memberikan Informed Consent Dihubungkan Dengan Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2004 Tentang Praktik Kedokteran.” Jurnal Penelitian Hukum Galunggung 1 (3): 30–43. https://doi.org/10.1234/jphgalunggung.v1i3.33.

Hyder, A Adnan, Bridget Pratt, Joseph Ali, Nancy Kass, and Nelson Sewankambo. 2014. “The Ethics of Health Systems Research in Low- and Middle-Income Countries: A Call to Action.” Global Public Health 9 (9). https://doi.org/10.1080/17441692.2014.931998.

Iqbal, Wira, Aria Gusti, Dicki Kurnia Pratama, and Rahma Wahyuni. 2023. “Determinan Tingkat Literasi Kesehatan Masyarakat Yang Berkunjung Ke Puskesmas.” JURNAL KESEHATAN MERCUSUAR 6 (1): 8–19. https://doi.org/10.36984/jkm.v6i1.336.

Ismiyati Jennie, Siti, and Ahdiana Yuni Lestari. 2019. “Philosophical Basis of Informed Consent, Informed Refusal and Documentation of MedicalInformation into Medical Record.” Jurnal Media Hukum 26 (1). https://doi.org/10.18196/jmh.20190123.

Lebang, Sartika Herawati, and Diki Zukriadi. 2023. “JCK Informed Consent Pada Kasus Operasi Besar Berdasarkan Perspektif Hukum Di Indonesia.” Jurnal Cahaya Keadilan 11 (2): 53–60. https://doi.org/10.33884/jck.v11i02.8174.

Ni Putu Parvathi Priyadarshini, and I Gusti Ayu Putri Kartika. 2025. “Patient’s Right to Consent to Medical Procedures from the Perspective of Health Law, Bioethics, and Human Rights.” Journal of Law, Politic and Humanities 5 (4): 2429–35. https://doi.org/10.38035/jlph.v5i4.1505.

Nur Seha, Harinto, Selvi Imelda Putri, Athika Ayu Andrianty, and Ahmad Yani Noor. 2024. “Review Autentikasi Informed Consent Prosedur Eksisi Tumor Di Rumah Sakit DKT Dr. Soetarto Yogyakarta.” Jurnal Permata Indonesia 15 (1): 43–47. https://doi.org/10.59737/jpi.v15i1.303.

Paramarta, Nyoman Bayu, Made Nyandra, and I Wayan Nurata. 2023. “Analisis Kelengkapan Informed Consent Pada Kasus Bedah Orthopaedi Rawat Inap Di RSUD Sanjiwani Gianyar.” JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI) 2 (3). https://doi.org/10.36002/js.v2i3.2698.

Rahayu, Siti, and Sarwinanti. 2014. “Hubungan Penerapan Kebijakan Dengan Kelengkapan Dokumentasi Informed Consent Di Bangsal Cendana RSUP Dr. Sarjito Yogyakarta.” Stikes Aisyiyah Yogyakarta 1 (1): 1–12. https://digilib.unisayogya.ac.id/694/.

Rizka, Adi, Cut Khairunnisa, Zikra Ihtasya Annabila, and Santri Windiani. 2023. “Pelaksanaan Informed Consent Dalam Pelayanan Medik.” Malahayati Nursing Journal 5 (4): 1284–94. https://doi.org/10.33024/mnj.v5i4.8033.

Rizkika, Sylda Namara, and Ida Sugiarti. 2022. “Faktor-Faktor Kelengkapan Informed Consent Menggunakan Metode Fishbone Untuk Menunjang Mutu Rekam Medis.” Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia 10 (2): 142. https://doi.org/10.33560/jmiki.v10i2.445.

Setiawan, Akhmad, and Irda Sari. 2021. “Analisis Ketidaklengkapan Pengisian Informed Consent Pada Pesakit Bedah Paru Di RSUD Pasar Minggu.” Journal of Innovation Research and Knowledge 1 (3): 275–80. https://doi.org/10.53625/jirk.v1i3.197.

Shepherd, L. D., dan Smith, T. K. 2023. “Informed Consent and Ethical Issues Pertaining to Female Sterilization—A Scoping Review.” International Journal of Gynecology & Obstetrics 161 (1): 10‑20. https://doi.org/10.1002/ijgo.14555.

Sinaga, Niru Anita. 2022. “Kekuatan Hukum Informed Consent Dan Rekam Medis Sebagai Alat Bukti Dalam Penyelesaian Sengketa Di Indonesia.” Jurnal Ilmiah Hukum Dirgantara. https://doi.org/10.35968/jihd.v12i2.955.

Soekanto, S dan Mamudji, S. 2021. “Penelitian Hukum Nomatif (Suatu Tinjauan Singkat).” Jakarta : Raja Grafindo Persada, 13–14.

Sosiawan, Agung, Vera Rimbawani Sushanty, Dian Agustin Wahjuningrum, and Fery Setiawan. 2023. “A Case Study of Informed Consent in Indonesian Law Number 29, 2004.” Dental Journal 56 (1): 1–6. https://doi.org/10.20473/j.djmkg.v56.i1.p1-6.

Suhartini, and Susi Hadidjah. 2012. “Informed Consent Dalam Kajian Hukum Pidana Di Bagian Bedah RS DR Sardjito Tahun 1996-1997.” Berita Kedokteran Masyarakat 20 (3). https://doi.org/10.22146/bkm.3700.

Sukmaningsih, Pingki Dwi Kusumawati; Wahyu Wijaya Widiyanto; Wahyu Ratri. 2024. “Analisis Kelengkapan Pengisian Formulir Informed Consent Pasien Rawat Inap Kasus Bedah Di Rumah Sakit Panti Waluyo Surakarta Tahun 2022” 3 (1): 47–53. https://doi.org/10.46808/jhimi.v3i1.103.

Susila, Muhammad Endriyo. 2012. “The Importance of Informed Consent in the Practice of Medicine: An Indonesian Perspective.” Jurnal Media Hukum 17 (2).

Widjaya, Christine Elisia. 2022. “Perkembangan Standar Pemberian Informasi Pada Proses Informed Consent Dalam Perjanjian Terapeutik.” Perspektif 27 (1): 12–19. https://doi.org/10.30742/perspektif.v27i1.819.

Yuliana, Yuliana. 2024. “The Critical Role of Informed Consent for Doctor and Patient in the Community.” Journal of Community Empowerment for Health 7 (3): 158–62. https://doi.org/10.22146/jcoemph.95638.

Downloads

Published

2026-10-24

How to Cite

Rosnida, Muhamad Aksan Akbar, Irabiah Junus, Yeni Haerani, & Aisyah Ayu Musyafah. (2026). Health Law, Ethics, and Consent: Indonesian Perspectives. Walisongo Law Review (Walrev), 8(2), 188–208. https://doi.org/10.21580/walrev.2026.8.2.33346

Issue

Section

Articles