The Concept of Death Penalty in a Pancasila State (Perspective of Official Religion in Indonesia)

Maria Anna Muryani  -  Universitas Islam Negeri Walisongo, Semarang, Indonesia
Noor Rosyida*  -  Universitas Islam Negeri Walisongo, Semarang, Indonesia

(*) Corresponding Author

The death penalty concept  in perspective the official religion in Indonesia is an issue that is worthy of study in line wiht the execution of drug convicts lately. MUI fatwa No.10/Munas VII/MUI/ 14/2005 on the death penalty in a Specific Crime allow the penalty in certain types of criminal  acts. In a latter sent to his congregation, paul chapter 13 yat 1-4 mention about the goverment’s authority to impose penalties for offenders. St. Agustine and Thomas Aquinas assume that the state, in order to achieve common prosperity, can performthe death penalty. St. Agustine assess the death penalty as a way to prevent crime and protect those who are innocent. Buton the other hand the human right activists who joined in contrast, Impartial and Elsam reject the death penalty and the Roman catholic Church and Christians argue that the death penalty should not be carried out because it violates basic human right, namely the righ to life. Therefore, research is the theme of the death penalty in the perspective of the official state religions in the frame Pancasila want to investigate this further on the death penalty in the perspective of religion are officially recognized by the state as defined in the following issues; How does the concept of the death penalty in perspective official religions in Indonesia are contained in their holy book? And How the concept of the death penalty to be reviewed from the perspective of the state ideology Pancasila? This research is a normative juridical or doctrinal research. This study uses several approaches that approach to the concept (conceptual approach), approach to the comparative (comparative approach) and approach to legislation (statute approach). This study was a descriptive analytical method of data collection in the form of a data library (library research) and interviews.

[]

Konsep hukuman mati dalam perspektif agama resmi di Indonesia merupakan sebuah isu yang patut dikaji sejalan dengan pelaksanaan eksekusi mati narapidana narkoba. Fatwa MUI No.10/Munas VII/MUI/14/2005 tentang pidana mati dalam Tindak Pidana Tertentu memungkinkan adanya pidana dalam jenis tindak pidana tertentu. Dalam surat terakhir yang dikirim ke jemaahnya, pasal 13 ayat 1-4 menyebutkan tentang kewenangan pemerintah untuk menjatuhkan sanksi bagi pelanggar. St Agustine dan Thomas Aquinas beranggapan bahwa negara, untuk mencapai kesejahteraan bersama, dapat melaksanakan hukuman mati. St Agustine menilai hukuman mati sebagai cara untuk mencegah kejahatan dan melindungi mereka yang tidak bersalah. Namun di sisi lain para aktivis HAM yang bergabung sebaliknya, Imparsial dan Elsam menolak hukuman mati dan Gereja Katolik Roma dan Kristen berpendapat bahwa hukuman mati tidak boleh dilakukan karena melanggar hak asasi manusia, yaitu hak untuk hidup. Oleh karena itu, penelitian yang mengangkat tema pidana mati dalam perspektif agama resmi negara dalam bingkai Pancasila ingin diteliti lebih jauh mengenai hukuman mati dalam perspektif agama yang diakui secara resmi oleh negara sebagaimana dirumuskan dalam isu-isu berikut; Bagaimana konsep hukuman mati dalam perspektif agama-agama resmi di Indonesia yang dimuat dalam kitab sucinya? Dan Bagaimana konsep hukuman mati ditinjau dari perspektif ideologi negara Pancasila? Penelitian ini merupakan penelitian yuridis normatif atau penelitian doktrinal. Penelitian ini menggunakan beberapa pendekatan yaitu pendekatan konsep (conceptual approach), pendekatan komparatif (comparative approach) dan pendekatan perundang-undangan (statute approach). Penelitian ini merupakan metode pengumpulan data deskriptif analitik berupa pustaka data (studi pustaka) dan wawancara.

Keywords : Death Penalty; Official Religion; Pancasila.

  1. Ali, Achmad. 2002. Menguak Tabir Hukum, Suatu Kajian Filosofis Dan Sosiologis. Jakarta: Candra Pratama.
  2. Arief, Barda Nawawi. 2005. Bunga Rampai Kebijakan Hukum Pidana. Bandung: Citra Aditya Bakti.
  3. Asmin, Yudian W. 1995. Filsafat Hukum Islam Dan Perubahan Sosial Judul Asli: Islamic Legal Philosify: A Study of Abu Ishaq Al Shatibi’s Lifw and Thought. Surabaya: Al-Ikhlas.
  4. Atmoredjo, Sudjito Bin. 2009. “Negara Hukum Dalam Perspektif Pancasila.” Makalah Untuk Kongres Pancasila, Kerjasama Mahkamah Konstitusi RI Dan Gadjah Mada, Tanggal 30:31.
  5. Darsono, P. 2006. Karl Marx: Ekonomi Politik Dan Aksi Revolusi. Diadit Media.
  6. Ekaputra, Muhammad and Abdul Kahir. 2010. Sistem Pidana Di Dalam KUHP Dan Pengaturannya Menurut Konsep KUHP Baru. Medan: USUpress.
  7. Gilessen, John. 2005. Sejarah Hukum Dalam Suatu Pengantar. Bandung: Refika Aditama.
  8. Hafsin, Abu. 2011. “Pidana Mati Bagi Koruptor.” Justisia.
  9. Hamzah, Andi and A. Sumangelipu. 1984. Pidana Mati Di Indonesia; Di Masa Lalu, Kini Dan Di Masa Depan. Jakarta: Ghalia Indonesia.
  10. Hanafi, Ahmad. 1967. Asas-Asas Hukum Pidana Islam. Jakarta: Bulan Bintang.
  11. Hapsin, Abu. 2017. “Religious Freedom and the Idea of Establishing Islamic State.” Walisongo: Jurnal Penelitian Sosial Keagamaan 25(1):63–90.
  12. Kaelan. 2012. Problem Epistemologis Empat Pilar Berbangsa Dan Bernegara. Yogyakarta: Paradigma.
  13. Makhrus, Munajat. 2009. Hukum Pidana Islam Di Indonesia. Yogyakarta: Teras.
  14. Moeljatno. 2002. Asas-Asas Hukum Pidana. Jakarta: Rineka Cipta.
  15. Muladi and Barda Nawawi Arief. 1984. Teori-Teori Dan Kebijakan Pidana. Bandung: Alumni.
  16. Muryani, Maria Anna and Noor Rosyidah. 2016a. “Interview with Aloys Budi Purnomo Pr, 12 Juni 2016.”
  17. Muryani, Maria Anna and Noor Rosyidah. 2016b. “Interview with Andi Gunawan, 18 Mei 2016.”
  18. Muryani, Maria Anna and Noor Rosyidah. 2016c. “Interview with Benny Susetyo, 13 Juni 2016.”
  19. Muryani, Maria Anna and Noor Rosyidah. 2016d. “Interview with Claodius Budhianto, 18 Mei 2016.”
  20. Muryani, Maria Anna and Noor Rosyidah. 2016e. “Interview with Imam Munajat on 11 Juni 2016.”
  21. Muryani, Maria Anna and Noor Rosyidah. 2016f. “Interview with Nyoman Surahatta, 2 Mei 2016.”
  22. Muryani, Maria Anna and Noor Rosyidah. 2016g. “Interview with Raymundus Sugihartanto Pr, 27 Mei 2016.”
  23. Muryani, Maria Anna and Noor Rosyidah. 2016h. “Interview with Romo Hadi, 27 April 2016.”
  24. Muryani, Maria Anna and Noor Rosyidah. 2016i. “Interview with Ubaidillah Shodaqah on May 14, 2016.”
  25. Nawawi Arief, Barda. 2009. Tujuan Dan Pedoman Pemidanaan. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro.
  26. Nurdin, Nazar. 2013. “Hukuman Mati Bagi Koruptor (Studi Analisis Fatwa NU Tentang Hukuman Mati Bagi Koruptor).”
  27. Poernomo, Bambang. 1982. Hukum Pidana Kumpulan Karangan Ilmiah. Jakarta: Bina Aksara.
  28. Praja, Juhaya S. 1995. Filsafat Hukum Islam. Bandung: Pusat Penerbitan Universitas.
  29. Prakoso, Djoko and Nurwachid. 1984. Studi Tentang Pendapat-Pendapat Mengenai Efektivitas Pidana Mati Di Indonesia Dewasa Ini. Jakarta: Ghalia Indonesia.
  30. Qaraati, Muchsin. 1991. Al-Qur’an Menjawab Dilema Keadilan. Jakarta: Firdaus.
  31. Rokhmadi. 2019. Kritik Konstruksi Hukum Pidana Islam. 1st ed. edited by N. Nurdin. Semarang: ELSA Press.
  32. Salmi, Akhiar. 1985. Eksistensi Hukuman Mati. Jakarta: Aksara Persada Press.
  33. Sayyid, Quthb. 2000. Tafsir Fi Zhilalil Qur’an. Jakarta: Gema Insani Press.
  34. Septiawan, Yudha Nugraha. 2020. “Analysis of the Causes of Narcotics Recidivities in Class IIa Prisons in Bogor.” Walisongo Law Review (Walrev) 2(1).
  35. Sholehuddin, Muhammad. 2003. Sistem Sanksi Dalam Hukum Pidana: Ide Dasar Double Track System & Implementasinya. Jakarta: RajaGrafindo Persada.
  36. Simanjuntak, Efendi Lod. 2020. “Incoming Extradition in Indonesia and Its Implication to Human Rights.” Walisongo Law Review (Walrev) 1(2).
  37. Siswanto, Arie. 2009. “Pidana Mati Dalam Perspektif Hukum Internasional.” Refleksi Hukum.
  38. Soejadi. 1999. Pancasila Sebagai Sumber Tertib Hukum Indonesia. Yogyakarta: Lukman Offset.
  39. Waluyo, Bambang. 2000. Pidana Dan Pemidanaan. Jakarta: Sinar grafika.
  40. Zakaria, Moch Subhan. 2020. “Implementation of the Methadone Maintenance Therapy Program for Highrisk Drug Prisoners.” Walisongo Law Review (Walrev) 2(1).
  41. Zarkasi, Ahmad. 2014. “Mengenal Pokok-Pokok Ajaran Kong Hucu.” Al-Adyan: Jurnal Studi Lintas Agama 9(1):21–35.

Walisongo Law Review (Walrev)
Published by Law Studies Program, Faculty of Sharia and Law, Universitas Islam Negeri Walisongo, Semarang
Jl Prof. Dr. Hamka Kampus III Ngaliyan Semarang 50185
Phone: +62 852-2530-0659
Website: https://fsh.walisongo.ac.id/
Email: walrev.journal@walisongo.ac.id

ISSN: 2715-3347 (Print)
ISSN: 2722-0400 (Online)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License

Get a feed by atom here, RRS2 here and OAI Links here

 
apps