Sintesis Alkohol Dari Limbah Nangka (Artocarpus heterophyllus) sebagai Campuran Bahan Bakar Minyak (Biofuel)

Anita Fibonacci*  -  Uin Walisongo semarang, Indonesia

(*) Corresponding Author
Peningkatan akan kebutuhan energi terus meningkat seiring berjalannya waktu, namun peningkatan kebutuhan energy yang terjadi menimbulkan dampak semakin menipisnya pasokan ketersediaan bahan bakar fosil yang notabene merupakan sumber daya alam yang tak terbarui, disisi lain banyak limbah buah nangka (Artocarpus heterophyllus) yang sebenarnya berpotensi untuk diolah sebagai biofuel. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan alkohol dari limbah nangka (Artocarpus heterophyllus) melalui proses fermentasi menggunakan saccharomyces cereviseae. Limbah buah nangka dimanfaatkan sebagai campuran bahan bakar minyak berbasis bahan dari biomassa (biofuel). Proses pembuatan alcohol dari limbah buah nangka diawali dengan pembuatan starter, medium fermentasi, proses fermentasi hingga mendapatkan alkohol dilanjutkan dengan proses pemurnian dengan cara destilasi. Analisis kadar alkohol dilakukan dengan metode berat jenis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alkohol yang dihasilkan dari limbah buah nangka (Artocarpus heterophyllus) adalah 20 % dengan waktu fermentasi 12 hari.

Keywords : biofuel; limbah nangka; alcohol

  1. Alptekin, E., Canakci, M., Necati, A., Turkcan, A., & Sanli, H. (2015). Using waste animal fat based biodiesels – bioethanol – diesel fuel blends in a DI diesel engine. FUEL, 157(1),245–254. https://doi.org/10.1016/j.fuel.2015.04.067
  2. Desroiser, N.W. (1988). Terjemahan Muchji Muljohardjo. Teknologi Pengawetan Pangan. Universitas Indonesia Press, Jakarta.
  3. Direktorat Jendral Holtikultura Departemen Pertanian. (2013). Produksi Tanaman Buah di Indonesia Periode 2011 – 2013.
  4. Graf, A., & Koehler, T. (2000). OREGON CELLULOSE-ETHANOL STUDY: An evaluation of the potential for ethanol production in Oregon :Oregon
  5. Hapsari, M. A., & Pramashinta, A. (2013). Pembuatan Bioetanol Dari Singkong Karet (Manihot) Sebagai Upaya Mempercepat Konversi Minyak Tanah Ke Bahan Bakar Nabati. Jurnal Teknologi Kimia Dan Industri, 2(2), 240–245.
  6. Irawan, D., & Arifin, Z. (2012). Hidrolisis Menggunakan Katalis Asam Synthesis Of Sugar From Organic Wastes Via Acid Catalyst. Reaktor, 14(2), 118–122.
  7. Rizal, S., Sumarlan, S. H., & Yulianingsih, R. (2013). Influence Sodium Bisulfite Concentration and Drying Temperature Toward. Jurnal Bioproses Komoditas Tropis, 1(2), 1–10.
  8. Said, M., Wahid, A., & Sabang, M. S. (2014). Synthesis of Bioetanol from Rice Straw ( Oryza sativa L ) By Fermentation. Jurnal Akademika Kimia, 3(November), 178–182.
  9. Suirta, I. W. (2009). Preparasi Biodiesel Dari Minyak Jelantah Kelapa Sawit. Jurnal Kimia, 3(1), 1–6.
  10. Winarno, F.G. (1983). Enzim Pangan, PT Gramedia, jakarta.
  11. Winarno, F. G, dan Srikandi. (1987). Kimia Pangan dan Gizi, Gramedia, Jakarta.
  12. Wirahadikusumah, M., (1985). Biokimia : Metabolisme Energi, Karbohidrat, Dan Lipid. Institut Teknologi Bandung, Bandung.

Open Access Copyright (c) 2019 Walisongo Journal of Chemistry
Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

WJC: Walisongo Journal of Chemistry
Published by the Department of Chemistry
Faculty of Science and Technology
Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang
Jl Prof. Dr. Hamka Kampus II Ngaliyan Semarang 50185
Phone: +62 857-4272-8650
Website: https://fst.walisongo.ac.id/
Email: wjc@walisongo.ac.id

ISSN: 2549-385X (Print)
ISSN: 2621-5985 (Online)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License

Get a feed by atom here, RRS2 here, and OAI Links here

 
apps