KONTEKSTUALITAS DAN HISTORISITAS MATAN HADIS-HADIS PEPERANGAN TERHADAP NON-MUSLIM

Nasrulloh Nasrulloh*  -  Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang, Indonesia

(*) Corresponding Author

Abstract: Some hadiths of warfare against non-Muslims often used as a reference by radical groups in carrying out their jihad actions.They do not read hadiths thoroughly and just focus on the text, regardless of the historicity and aspects of the language. Moreover, they also did not read hadiths of religious tolerance and attitudes of Rasulullah PBUH while interacting with non-Muslims. This study aims to answer the question of what is the contextual understanding of hadiths of hostility towards non-Muslim? It is library research. It uses hadiths of hostility towards non-Muslims from al-kutub al-tis’ah as a primary source and uses criticism of matan hadith as the research approach. By using content analysis method, it finds that hadiths of hostility towards non-Muslims broadly have a meaning that Rasulullah PBUH commanded to fight the polytheists who were hostile until they are willing to say two sentences creed. Thus, the hadiths intended only for non-Muslims who fight against Muslims, which they have chosen to start a fight and did not accept the way of peace. Therefore, not all of non-Muslims are worthy/ appropriate to be hostile or to be fought either. Furthermore, fighting any non-Muslims who do not fight Muslims is contrary to the texts and scholarly consensus.

Abstrak: Beberapa hadis tentang perang melawan non-Muslim sering diguna­kan sebagai acuan oleh kelompok-kelompok radikal dalam melakukan tindakan jihad mereka. Mereka tidak membaca hadis secara menyeluruh dan hanya fokus pada teksnya, terlepas dari historisitas dan aspek bahasa. Selain itu, mereka juga tidak membaca hadis tentang toleransi dan sikap Rasulullah saat berinteraksi dengan non-Muslim. Penelitian ini bermaksud untuk menjawab pertanyaan; bagaimana pemahaman kontekstual hadis-hadis tentang per­musuh­an terhadap non-Muslim? Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan, yang mengguna­kan hadis tentang  permusuhan terhadap non-Muslim dalam al-kutub al-tis'ah se­bagai sumber utama, dan menggunakan kritik matan hadis sebagai pendekatan penelitian. Dengan menggunakan analisis konten, Penelitian ini menemukan; hadis tentang permusuhan terhadap non-Muslim secara luas memiliki makna bahwa Rasulullah diperintahkan untuk memerangi kaum kafir yang me­musuhi sampai mereka bersedia untuk mengatakan dua kalimat syahadat. Dengan demikian, obyek  hadis tersebut ditujukan hanya untuk non-Muslim yang me­merangi umat Islam, yang mereka telah memilih untuk memulai perkelahian dan tidak menerima jalan damai. Oleh karena itu, tidak semua non-Muslim layak/ tepat untuk dimusuhi, bahkan harus diperlakukan secara baik. Di samping itu, memerangi setiap non-Muslim yang tidak memerangi umat Islam bertentangan dengan teks dan konsensus ilmiah.

Keywords: hadis; peperangan; non-Muslim

  1. Abduh, Muhammad, Tafsīr al-Manār. Vol. 1. Kairo: Dar al-Manar, 1366.
  2. ’Araby, Muhammad ibn Abdillah ibn, Aḥkām al-Qur’ān, Vol. 2. Beirut: Dar al-Kutub al-’Ilmiyyah, 2003.
  3. ________, Ahkām al-Qur’ān, Vol. 4. Beirut: Dar al-Kutub al-’Ilmiyyah, 2003.
  4. al-’Asqalany, Ibnu Hajar, Fatḥ al-Bāry, Vol. 1. Beirut: Dar al-Ma’rifah, 1379H.
  5. Azami, Muḥammad Musthafa, Metodologi Kritik Hadis, terj. A. Yamin. Jakarta: Pustaka Hidayah, 1992.
  6. al-Bukhary, Muhammad ibn Ismail, Ṣaḥīḥ al-Bukhāry, Vol. 1. Dar Thuq al-Najah, 1422H.
  7. al-Buthi, Muhammad Said Ramadhan, al-Jihād fi 'l-Islām Kaifa Nafhamuhu wa Kaifa Numarisuhu, Beirut: Dar al-Fikr, 1993.
  8. al-Damini, Musfir ‘Azmullah Musfir, Maqāyisi Naqd Mutun al-Sunnah, Riyadh: Jami‘ah Muhammad bin Sa‘ud, 1984.
  9. Darwazah, Izat. al-Jihad fi Sabīlillāh fi al-Qur’ān wa 'l-Ḥadīth, Kairo: Dār al-Nahdhah al-‘Arabiyah, 1975.
  10. al-Hambali, Ibnu Rajab, & Syu ’aib al-Arnauth, Jāmi’ al-’Ulūm wa 'l-Ḥikām, Vol. 1, Beirut: Muassasah al-Risalah, 2001.
  11. Hazm, Muhammad ibn Musa ibn, and al-Kauthari, Shurūṭ al-Aimmah al-Khamsah. Mesir: Maktabah ‘Āṭif, t.th.
  12. al-Hindy, Ihsan, Aḥkām ‘l-Ḥarb wa 'l-Salām fi Dawlat ‘l-Islām, Damaskus: t.p., 1993.
  13. Ismail, Syuhudi, Metodologi Penelitian Hadis Nabi, Jakarta: Bulan Bintang, 1992.
  14. al-Jauzy, Abdurrahman ibn ‘Ali ibn, al-Mawḍū’āt, tahqiq Abdurrahman Muhammad ‘Uthman, Vol. 3, Madinah: al-Maktabah al-Salafiyyah, 1386.
  15. al-Jauzy, Jamal al-Din Abu al-Faraj, Zād al-Masir fi ’Ilm al-Tafsīr. tahqiq Abd al-Razzaq al-Mahdy, Vol. 3. Beirut: Dar al-Kitab al-’Araby, 1422H.
  16. ________. Zād al-Masir fi ’Ilm al-Tafsīr. tahqiq Abd al-Razzaq al-Mahdy, Vol. 1. Beirut: Dar al-Kitab al-’Araby, 1422H.
  17. al-Maqdisi, Ibnu Qudamah al-Mughnī, Vol. 10, Beirut: Dar al-Fikr, 1405 H.
  18. al-Nasai, Abu Abd al-Rahman Ahmad ibn Syu’aib, Sunan al-Sughrā li 'l-Nasāi, Vol. 8. Halb: Maktabah al-Matbu’at al-Islamiyah, 1986.
  19. Nasrulloh, Hadis-hadis Anti Perempuan Kajian Living Sunnah Perspektif NU Muhammadiyah, & HTI, Malang: UIN-Malang Press, 2015.
  20. al-Qayyim, Muhammad ibn Abi Bakar ibn, al-Manār al-Munīf fi al-Ṣaḥīḥ wa 'l-Ḍa’īf. Halb: Maktabah al-Maṭbū’āt al-Islamiyyah, 1390.
  21. Qazwyny, Abu Abdillah Muhammad ibn Yazid al, and Muhammad Fuad Abd al-Bady, Sunan Ibnu Majah, Dār-Ihyā’ al-Kutub al-’Arabiyyah, t.th.
  22. Rokhmad, Abu, “Pandangan Kiai tentang Deradikalisasi Paham Islam Radikal di Kota Semarang,” Analisa 21, No. 1 (Juli 2014).
  23. Saifulah, “Dakwah Multikultural Pesantren Ngalah dalam Meredam Radikalisme Agama,” ISLAMICA: Jurnal Studi Keislaman 8, No. 2 (Maret 2014).
  24. Sultan, Hamid, Aḥkām aL-Qānūn al-Dawli fi 'l-Sharī'ah al-Islāmiyyah, Kairo: t.p., 1975.
  25. al-Suyuthi, Abd al-Rahman, Tadrīb al-Rāwi fi Sharḥi al-Taqrīb li 'l-Nawāwy, tahqiq Abu Qutaybah, t.t.p.: Dār Taybah, t.th.
  26. Taymiyah, Ahmad ibn Abd al-Halim ibn, al-Sharim al-Maslul ’alā Shatim al-Rasūl. tahqiq Muhammad Muhyiddin Abd al-Hamid, Beirut: Dar Ibn Hazm, 2003.
  27. ________, Qaidah Mukhtasharah fi Qitāl al-Kuffār wa Muhadanatihim, tahqiq Abd al-Aziz ibn Abdullah, Riyadh: Maktabah Malik Fahd, 2004.
  28. Ulya. “Logika Wujud Sadra Meretas Nalar Radikalisme Beragama.” Jurnal Theologia 27, No. 1 (Juli 2016).
  29. Ulya, Inayatul, “Radikalisme Atas Nama Agama: Tafsir Historis Kepemimpinan Nabi Muhammad di Madinah,” ADDIN 10, no. 1 (Februari 2016).
  30. Umar, Ahmad Rizky Mardhatillah, “Melacak Akar Radikalisme Islam di Indonesia,” Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik 14, No. 2 (November 2010).
  31. Wasfy, Mustafa Kamal, al-Naby wa 'l-Siyāsah al-Dawliyyah. Kairo, 1975.
  32. al-Zuhayli, Wahbah, Atharu al-Ḥarb fi 'l-Fiqh al-Islāmy, Damaskus: Dar Al-Fikr, t.th.

Open Access Copyright (c) 2017 Jurnal THEOLOGIA
Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
 

JURNAL THEOLOGIA

Published by The Faculty of Islamic Theology and Humanities
Universitas Islam Negeri Walisongo
Semarang - Indonesia

 
                                                               
Web
Analytics
View My Stats
apps