Pesantren as a Basis for Internalization of Pluralistic Values for Preparing a Democratic Citizens in a Diverse Society

Abdul Rohman

Abstract


Indonesia, as a pluralistic country, has potentialities of conflict at anytime as frequent violence has happened in Indonesia. Therefore, pluralism value has to be early introduced to the students in order to make them accustomed to a democratic attitude, and in turn, able to live in the diverse society harmoniously. Education has an important role to instill pluralism and tolerance values to students. It is a strategic way to socialize the values of tolerance, moderation, respect, and empathy, and to develop an attitude for learners in responding to the pluralism. This study will qualitatively discuss the role of pesantren in internalizing pluralism values to students in responding to a diverse society. It focuses on how the curriculum is constructed, instruction is done for the sake of creating a school culture for holding education that addresses pluralistic values. This study shows that pesantren with a pluralism based religious education is an effective basis for internalizing the values of pluralism to perform tolerance and inclusiveness to prepare the students to live in a pluralistic or diverse society.

Indonesia, sebagai negara majemuk, memiliki potensi konflik yang bisa terjadi sewaktu-waktu dan hal ini bisa berujung pada kekerasan. Oleh karena itu, nilai pluralisme harus diperkenalkan lebih awal kepada siswa agar membuat mereka terbiasa dengan sikap demokratis, dan pada gilirannya, mampu hidup secara harmonis dalam masyarakat yang beragam. Pendidikan memiliki peran penting untuk menanamkan nilai pluralisme dan toleransi kepada siswa. Pendidikan merupakan media strategis untuk mensosialisasikan nilai toleransi, moderasi, rasa hormat, dan empati, dan untuk mengembangkan sikap bagi peserta didik dalam menanggapi pluralisme. Studi kualitatif ini akan membahas peran pesantren dalam menginternalisasikan nilai pluralisme kepada siswa dalam menanggapi masyarakat yang beragam. Studi difokuskan pada bagaimana kurikulum dibangun, pembelajaran dilakukan untuk menciptakan budaya sekolah dalam menyelenggarakan pendidikan yang membahas nilai-nilai pluralistik. Studi ini menunjukkan bahwa pesantren dengan pendidikan agama berbasis pluralisme merupakan dasar yang efektif untuk menginternalisasikan nilai-nilai pluralisme untuk memiliki sikap toleransi dan inklusivitas untuk mempersiapkan siswa hidup dalam masyarakat majemuk.


Keywords


democracy; education; internalization; pesantren; pluralism

Full Text:

PDF

References


Abdullah, M. Amin. 1995. Falsafah Kalam Di Era Post Modernisme. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

———. 1998. “Problem Epistemologis-Metodologis Pendidikan Islam.” In Religiusitas Iptek, edited by Abdul Munir Mulkhan. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Afrizal. 2007. “Negara Dan Konflik Agraria: Studi Kasus Pada Komunitas Pusat Perkebunan Kelapa Sawit Berskala Besar Di Sumatera Barat.” Masyarakat, Kebudayaan Dan Politik 20 (3): 89–107.

Aly, Abdullah. 2011. Pendidikan Islam Multikultural Di Pesantren: Telaah Terhadap Kurikulum Pondok Pesantren Modern Islam Assalam. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Azizy, A. Qodri Abdillah. 2000. “Masyarakat Madani: Antara Cita Dan Fakta.” In Pendidikan Islam, Demokratisasi Dan Masyarakat Madani. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Bloom, B.S., D.R. Krathwohl, and B.B. Masia. 1976. Taxonomy of Educational Objectives: Book 2 Affective Domain. London: Longman.

Creswell, JW. 1998. Research Design: Qualitative and Quantitative. Thousand Oaks: Sage Publication.

Dewantara, Ki Hadjar. 1962. Pendidikan. Yogyakarta: Madjelis Luhur Persatuan Taman Siswa.

Dhofier, Zamakhsyari. 1994. Tradisi Pesantren: Studi Tentang Pandangan Hidup Kiai. Jakarta: LP3ES.

Eliade, Mircea. 1995. Encyclopedia of Religion. New York: Simon & Schuster Macmilllan.

Elizabeth, Misbah Zulfa. 2007. “Multi Etnisitas Indonesia Dan Potensi Konflik Di Dalamnya.” In Mediasi Dan Resolusi Konflik Di Indonesia: Dari Konflik Agama Hingga Mediasi Peradilan, edited by Musahadi and Mukhsin Jamil. Semarang: Walisongo Mediation Center.

Fraenkel, J.R. 1977. How to Teach about Value. London: Prentice-Hall, Inc.

Hamim, Thoha. 2000. “Islam Dan Civil Society (Masyarakat Madani): Tinjauan Tentang Prinsip Human Right, Pluralism Dan Religious Tolerance.” In Pendidikan Islam, Demokratisasi Dan Masyarakat Madani, edited by Ismail SM and Mukti Abdul. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Hamond, Linda Darling. 2006. Powerful Teacher Education: Lesson from Exemplary Programs. USA: Jossey-Bass.

Hufad, A, and Sofyan Sauri. 2010. “Pendidikan Karakter Berbasis Nilai: Antara Makna, Urgensi Dan Praksis.” In Potret Profesionalisme Guru Dalam Membangun Karakter Bangsa: Pengalaman Indonesia Dan Malaysia, edited by Dadang Sunendar. Bandung: Universitas Pendidikan Indonesia.

Kadarusman. 2006. Nilai-Nilai Dasar Pendidikan Keassalaman. Surakarta: Assalam Press.

Latifah, SU. 2011. Pola-Pola Metode Keteladanan Untuk Penanaman Akhlak Peserta Didik Di SD Negeri Pengkol Godean Sleman Yogjakarta. Yogyakarta: Fakultas Tarbiyah UIN Sunan Kalijaga.

Lukens-Bull, Ronald Alan. 2004. Jihad Ala Pesantren Di Mata Antropolog Amerika. Yogyakarta: Gama Media.

Madjid, Nurcholish. 1998. Mencari Akar-Akar Islam Bagi Pluralisme Modern: Pengalaman Indonesia Dalam Jalan Baru. Bandung: Mizan.

Mardapi, Djemari. 2012. Pengukuran, Penilaian Dan Evaluasi Pendidikan. Yogyakarta: Nuha Litera.

Mas’ud, Abdurrachman. 2002. Menggagas Format Pendidikan Non Dikotomik: Humanisme Religius Sebagai Paradigma Pendidikan Islam. Yogyakarta: Gama Media.

McNeil, John D. 1996. Contemporary Curriculum in Thought and Action. Los Angeles: John Wiley & Sons, Inc.

Moleong, LJ. 2007. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Muhaimin. 2009. Pengembangan Kurikulum Pendidikan Agama Islam Di Sekolah, Madrasah Dan Perguruan Tinggi. Jakarta: Rajawali Pers.

Mukhlis. 2004. Inklusivisme Tafsir Al-Azhar. Mataram: IAIN Mataram Press.

Musahadi, ed. 2007. Mediasi Dan Resolusi Konflik Di Indonesia: Dari Konflik Agama Hingga Mediasi Peradilan. Semarang: Walisongo Mediation Centre.

Nafis, Muhammad Muntabihun. 1998. “Pesantren Dan Pluralisme: Upaya Modernisasi Pendidikan Pesantren Menuju Masyarakat Madani.” Insani: Jurnal Pemikiran Dan Alternatif Pendidikan 13 (2): 134–66.

Neufeldt, Victoria. 1995. Webster’s New World Dictionary American English. Oxford: Pearson Prentice Hall.

Nurchaili. 2010. “Membentuk Karakter Siswa Melalui Keteladanan Guru.” Jurnal Pendidikan Dan Kebudayaan 16 (3).

Oladipo, S.E. 2009. “Moral Education of the Child: Whose Responsibility.” J Sec Sei 20 (2): 149–56.

Peshkin, Alan. 1992. “The Relationship between Culture and Curriculum: A Many Fitting Thing.” In Handbook of Research on Curriculum. New York: MacMillan Publishing Company.

Rachman, Budhi Munawar. 2001. Islam Pluralis. Jakarta: Paramadina.

Rahardjo, Dawam. 1985. Pesantren Dan Pembaharuan. Jakarta: LP3ES.

Ridwan, K, ed. 1993. Ensiklopedi Islam Jilid 4. Jakarta: Ichtiar Baru van Houve.

Rohman, Abdul. 2014. “Junior-Senior High School Based on Pesantren Boarding System.” Jurnal Pendidikan Islam 1 (1): 123–44.

———. 2016. “Pluralism Based Religious Education for Deradicalization of Religion.” Al-Ulum 16 (2).

Shihab, Alwi. 1998. Islam Inklusif, Menuju Sikap Terbuka Dalam Beragama. Bandung: Mizan.

Siahaan, H. 2002. “Karakteristik Dan Faktor Pemicu Konflik Di Daerah Jawa Timur.” Masyarakat, Kebudayaan Dan Politik 15 (1): 55–64.

Sjarkawi. 2011. Pembentukan Kepribadian Anak: Peran Moral, Intelektual, Emosional Dan Sosial Sebagai Wujud Integritas Membangun Jati Diri. Jakarta: Bumi Aksara.

Sukmadinata, Nana Syaodih. 2011. Pengembangan Kurikulum: Teori Dan Praktek. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Susan, Novri. 2009. Sosiologi Konflik Dan Isu-Isu Konflik Kontemporer. Jakarta: Kencana Prenada Media.

Susetiawan. 2000. Konflik Sosial, Kajian Sosiologis Hubungan Buruh, Perusahaan Dan Negara Di Indonesia. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Swidler, Leonard. 1984. “The Dialogue Decalogue; Ground Rules for Interreligious, Interidioligical Dialogue.” Journal of Ecumenical Studies 20 (1).

Thoha, Anis Malik. 2007. Tren Pluralisme Agama: Tinjauan Kritik. Jakarta: Kelompok Gema Insani.

Tilaar, HAR, and R Nugroho. 2008. Kebijakan Pendidikan. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

UU Republik Indonesia No. 20. 2003.

UUD. 1945. “Preambule of the Constitution of Republic of Indonesia.” Jakarta.

Wahid, Marzuki. 2009. “Islam Dan Pluralisme: Angan-Angan Sosial-Politik Demokratik Piagam Madinah.” Jurnal Islam-Indonesia 1 (1): 89–106.

Yuwinanto, HP. 2004. “Konflik Antar Etnik Di Pedesaan.” Masyarakat, Kebudayaan Dan Politik 17 (3): 103–7.

Zainuddin, M. 2015. “Future Challenges of Religion and Democracy in Indonesia” 09 (02): 151–66. doi:10.15642/JIIS.2015.9.2.151-166.

Ziemek, M. 1986. Pesantren Dalam Perubahan Sosial. Jakarta: P3M.




DOI: http://dx.doi.org/10.21580/ws.25.2.1324

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2018 Walisongo: Jurnal Penelitian Sosial Keagamaan

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Indexed by

Journal Terindex di DOAJ Journal Terindex di EBSCO Journal Terindex di Crossref Journal Terindex di Google Scholar Journal Terindex di Academia Journal Terindex di citefactor Journal Terindex di citeulike Journal Terindex di Base Journal Terindex di Portal Garuda Journal Terindex di Moraref Journal Terindex di Sinta Journal Terindex di onesearch

 


Copyright © 2017 Walisongo: Jurnal Penelitian Sosial Keagamaan, ISSN: 0852-7172 (p) 2461-064X (e)

Creative Commons License This work is licensed under a Creative Commons
View My Stats