PEMIKIRAN DAN KONTRIBUSI MUḤAMMAD MUṢṬAFĀ AL-A‘ẒAMĪ DALAM STUDI HADIS

Umma Farida*  -  Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Kudus, Indonesia

(*) Corresponding Author
Abstract: It is interesting to study al-A‘ẓamī’s effort in proving the authenticity of hadiths scientifically through the thoughts in his works and his contribution in the study of hadith. Therefore, this study aimed to examine further al-A‘ẓamī’s thoughts and contributions given in the study of hadith, as well as the defense of the critique of the islamicist and muslim thinkers. This study was a research library with a qualitative approach, whereas the method of data collection used was the method of documentation, then the data was analyzed descriptively and critically. The results of this study found that the contributions made by al-A‘ẓamī in the study of hadith are: (1) to show the evidence that the writing of hadith had been made since the time of the Prophet. It was proven by the existence of at least 52 friends who had the documentation of the hadith texts, as well as to clarify and add at least 21 names of friends who had been the secretaries of the Prophet of Allah and had never been revealed by the previous hadith scholar. (2) to describe the 20 arguments showing that the term samā‘ and taḥdīṡ that were not only used for verbal delivery but also for dictating, receiving, and teaching the hadith in written medium. (3) to proove the validity of the isnād through his study of three hadith narrated by hundreds of people in many different areas, (4) to strengthen and develop the ideas of the muḥaddiṡīn through systematic steps to test the hadith critique, including research on the character of the narrators, cross comparison or mu‘āraḍah, and critique of reason. Abstrak: Studi ini bertujuan untuk membuktikan pemikiran dan kontribusi al-A‘ẓamī dalam studi hadis, serta pertahanan dari kritik yang berasal dari Islamis dan pemikir Muslim. Studi juga merupakan riset kepustakaan dengan pendekatan kualitatif, sedangkan metode koleksi data yang digunakan adalah metode dokumentasi, selanjutnya data tersebut dianalisis secara deskriptip dan kritis. Hasil dari studi ini menemukan bahwa kontribusi yang dilakukan oleh al-A‘ẓami dalam studi hadis adalah: (1) untuk menunjukkan bukti bahwa penulisan hadis dilakukan sejak masa Nabi. Hal ini dibuktikan dengan keberadaan sedikitnya 52 sahabat yang mempunyai dokumentasi teks-teks hadis, dan juga untuk mengklarifikasi dan menambahkan sedikitnya 21 nama yang menjadi sekretaris Nabi Allah dan tidak pernah dimunculkan oleh para ulama hadis sebelumnya. (2) untuk menggambarkan 20 argumen yang menunjukkan bahwa istilah samā‘ dan taḥdīṡ tidak hanya digunakan untuk penyampaian verbal tetapi juga untuk mendiktekan, menerima, dan mengajarkan hadis dalam medium tertulis.(3) untuk membuktikan validitas isnād melalui studinya dari tiga hadis yang dinarasikan oleh ratusan orang dalam banyak wilayah yang berbeda. (4) untuk memperkuat dan mengembangkan ide-ide muḥaddiṡīn melalui langkah-langkah sistematis untuk menguji kritik hadis, mencakup penelitian tentang karakter para perawi, perbandingan silang atau mu‘āraḍah, dan kritik nalar. Kata-kata Kunci: Contributions, al-A‘Ẓamī, ḥadīṡ, Islamicist, dan samā‘.
  1. A‘ẓamī, Muḥammad Muṣṭafā, Studies in Hadith Methodology and Literature, Indianapolis: American Trust Publications, 1977.
  2. A‘ẓamī, Muḥammad Muṣṭafā, Studies in Early Hadith Literature, cet. II, Indianapolis: American Trust Publications, 1978.
  3. A‘ẓamī, Muḥammad Muṣṭafā, Kuttāb al-Nabiy, Beirut: al-Maktab al-Islāmī, 1981.
  4. A‘ẓamī, Muḥammad Muṣṭafā, Dirāsāt fī al-Ḥadīṡ al-Nabawī wa Tārīkh Tadwīnih, Beirut: Al-Maktab al-Islāmī, 1992.
  5. A‘ẓamī, Muḥammad Muṣṭafā On Schacht’s Origin of Muhammadan Jurisprudence, cet. II, Oxford: The Oxford Centre for Islamic Studies, 1996.
  6. A‘ẓamī, Muḥammad Muṣṭafā The History of The Qur’anic Text From Revelation to Compilation: A Comparative Study with the Old and New Testaments, terj. Sohirin Solihin dkk., Jakarta: Gema Insani Press, 2005.
  7. Abū Dāwūd, Sulaimān ibn al-Ash‘aṡ, Sunan Abū Dāwūd, Beirūt: Dār al-Fikr, 2000.
  8. Abū Rayyah, Maḥmūd Aḍwā’ ‘ala as-Sunnah al-Muḥammadiyyah, Cairo: Dār al-Ma’ārif, 1994.
  9. Amin, Kamaruddin, Menguji Kembali Keakuratan Metode Kritik Hadis, Jakarta: Hikmah, 2009.
  10. Badawi, ‘Abdurrahman, Ensiklopedi Tokoh Islamisis, Yogyakarta: LkiS, 2003.
  11. Ma‘arif, Nurul Huda [ed.], M.M. al-A‘ẓamī Pembela Eksistensi Hadis, Jakarta: Pustaka Firdaus, 2003.
  12. Muḥammad Muṣṭafā al-A‘ẓamī, Manhaj an-Naqd ‘ind al-Muḥaddiṡīn, Riyaḍ: Maktabah al-Kauṡar, 1982.
  13. Muslim, Abū al-Ḥusain, ṢaḤīḥ al-Imām Muslim, jil. I, Beirūt: Dār al-Fikr, 2001.
  14. Ṣibā‘ī, Muṣṭafā, al-Sunnah wa Makānatuhā fi al-Tashrī‘ al-Islāmī, Cairo: Dār al-Salām, 2001.
  15. Ya‘qūbī, Ahmad ibn Abū Ya‘qūb ibn Ja‘far ibn Wahb ibn Waḍīh, Tārīkh al-Ya‘qūbī, Jil. I, Beirūt: Muassasah al-Risālah, 1979.
  16. Ya’qub, Ali Mustafa, Kritik Hadis, Jakarta: Pustaka Firdaus, 2000.

Open Access Copyright (c) 2016 Teologia

 

JURNAL THEOLOGIA

FACULTY OF USHULUDDIN & HUMANIORA
State Islamic University of Walisongo
Semarang - Indonesia

 
                                                               
Web
Analytics
View My Stats
apps