EPISTEMOLOGI AL-QURAN DALAM MEMBANGUN SAINS ISLAM

Iing Mishbahuddin*  -  Fakultas Ushuluddin Universitas Islam Negeri Walisongo, Indonesia

(*) Corresponding Author
Abstract: This article aims to elaborate on the Quran as the basis of Islamic epistemology in building science. The concept of science in the Quran, from the point of view of philosophy. Framework used to analyze this theme is the philosophical framework. In the paradigm of philosophy, science concepts can be classified in three dimensions; the first, an epistemological dimension, namely the study of philosophy from the aspect of how to acquire knowledge. Part of this philosophy is called the theory of knowledge, namely methodology to gain knowledge or science, or how to obtain a true knowledge; second, the ontological dimension, namely the branch of philosophy that discusses the object of study of science, or the nature of the study of science; and the third, axiological dimension, namely the branch of philosophy that discusses the purpose and use value and the value of the benefits of science. Part of this philosophy better known as the theory of value. And what about his role in building the Islamic sciences in Islamic universities in particular and in the Islamic world in general. Abstrak: Artikel ini bertujuan untuk mengelaborasi al-Quran sebagai landasan epistemologi dalam membangun sains Islam. Konsep ilmu dalam al-Quran, ditinjau dari sudut pandang filsafat. Kerangka yang dipakai untuk menganalisis tema ini adalah kerangka pemikiran filsafat. Dalam paradigma filsafat, konsep ilmu dapat diklasifikasi dalam tiga dimensi; pertama, dimensi epistemologis, yakni kajian filsafat dari aspek bagaimana cara memperoleh ilmu pengetahuan. Bagian filsafat ini disebut teori ilmu pengetahuan, yaitu metodologi untuk mendapatkan ilmu pengetahuan, atau cara mendapatkan pengetahuan yang benar; kedua, dimensi ontologis, yakni cabang filsafat yang membahas tentang objek kajian ilmu pengetahuan, atau hakikat segala yang menjadi kajian ilmu; dan ketiga, dimensi aksiologis, yakni cabang filsafat yang mem-bahas tentang tujuan dan nilai guna serta nilai manfaat ilmu pengetahuan. Bagian filsafat ini lebih dikenal dengan teori nilai. Dan bagaimana peranannya dalam membangun sains Islam di perguruan tinggi Islam khususnya dan di dunia Islam pada umumnya. Keywords: al-Quran, ayat al-matluwah, ayat al-majluwah, al-‘ilm, al-ḥikmah, dan al-ma‘rifah.
  1. ‘Aẓīm, Ali Abd, al-Ma’rifah fī al-Qur’ān, Cairo: Maṭba’ah Amiriyah, 1973.
  2. Asfahani, al-Raghib, Mu’jam Mufradāt li Alfāẓ al-Qur’ān, Kairo: Dār al-Kitāb al-Ghazālī, tth.
  3. Bilgram, Hamid Hasan, dan Ali Asyraf, Konsep Universitas Islam, Yogya-karta: Tiara Wacana, 1989.
  4. Ghulsyani, Mahdi, Filsafat Sains menurut al-Quran, Bandung: Mizan, 1999.
  5. Hitti, Philip K., The Arabs: A Short History, Bandung: Sumur, 1970.
  6. Jamali, Fadil Muhannad, Konsep Pen-didikan Qurani, terj. Judi al-Falasani, Solo: Ramadani, tth.
  7. Nasution, Harun, Falsafah dan Mistisisme Dalam Islam, Jakarta: Bulan Bintang, 1980.
  8. Ṣabūnī, Muḥammad ‘Ali, al-Tibyān fī ‘Ulūm al-Qur’ān, Damaskus: Mak-tabah ‘Arabiyah, 1990.
  9. Ṣalibā, Jamīl, Mu’jam al-Falsafī, Beirut: Dār al-Kitāb al-Lubnānī, 1979.

Open Access Copyright (c) 2016 Teologia

 

JURNAL THEOLOGIA

FACULTY OF USHULUDDIN & HUMANIORA
State Islamic University of Walisongo
Semarang - Indonesia

 
                                                               
Web
Analytics
View My Stats
apps