KEPEMIMPINAN DALAM ISLAM

Tuti Munfaridah*  -  , Indonesia

(*) Corresponding Author
Konsep kepemimpinan dalam Islam memiliki dasar-dasar yang sangat kuat dan kokoh yang bukan saja dibangun dari  nilai-nilai ajaran Islam, namun telah dipraktekkan sejak berabad-abad yang lalu oleh nabi Muhammad SAW, para Shahabat dan al-Khulafa' al-Rosyidin. Bersumber dari al-Qur'an dan al-Sunnah, Berkembang  dinamis karena dipengaruhi oleh kondisi sosial, politik dan budaya. Ketika di Madinah Nabi Muhammad SAW mempunyai peran ganda, sebagai kepala pemerintahan  sekaligus sebagai hakim  yang merupakan manifestasi beliau sebagai Rasul utusan Allah SWT. Syari’at Islam menjadi dasar tata pemerintahan  pada waktu itu, yang selanjutnya sistem khilafah Islam dipegang oleh seorang  Khālifah, termasuk di dalamnya yang dikenal sebagai al-Khulafa al-Rasyidin. Masa khilafah Islam ini berakhir bersamaan dengan runtuhnya system kekhalifahan yang dihapus oleh Majelis Nasional Turki (1924 M) yang pada waktu itu dipegang oleh Kemal at-Taturk.[1]Sebelumnya dia juga telah sistem Kesultanan Turki (1922 M). Hal ini ternyata menimbulkan dampak yang begitu besar pada sistem pemerintahan negara yang secara struktural dan konstitusional berubah secara radikal

 

  1. Faisal Ismail, Islam Idealitas Ilahiyyah dan Realitas Insaniyyah, Cet. ke-1 (Yogyakarta:
  2. Tiara Wacana Group, 1999.
  3. Franz Magnis Suseno, Mencari Makna Kebangsaan, (Yogyakarta: Kanisius, 1998)
  4. Franz Magnis Suseno, Filsafat Sebagai Ilmu Kritis, (Yogyakarta: Kanisius, 1998),
  5. Jan Hendrik Rapar, Pengantar Filsafat, (Yogyakarta: Kanisius, 1996)
  6. J. Abdul Rojak. Politik Kenegaraan: Pemikiran Politik Al-Ghazali dan Ibnu Taimiyah.
  7. (Surabaya: Bina Ilmu, 1999)
  8. Hamit Enayat, Reaksi Politik Sunni dan Syi’i: Pemikiran Politik Modern Menghadapi
  9. Abad Ke-XX, (Bandung: Pustaka, 1998)
  10. Kamaruzzaman, Relasi Islam Dan Negara; Perspektif Modernis dan Fundmentalis,
  11. (Magelang: IndonesiaTERA, 2001)
  12. Miriam Budiharjo, Dasar-dasar Ilmu Politik, Cet.XX (Jakarta: PT.Gramedia, 1999)
  13. Olaf Schumann, Dilema Islam Kontemporer antara Masyarakat Madani dan Negara
  14. Islam, Vol.I No.2, (Jakarta: Paramadina, 1999)
  15. Bernard Lewis, Bahasa Politik Islam, terjemahan Ihsan al-Fauzi, (Jakarta: Gramedia,
  16. Hamid Enayat, Reaksi Politik Sunni dan Syi’ah: Pemikiran Politik Islam Modern Menghadapi Abad Ke-20, terjemahan Asep Hikmat, (Bandung: Pustaka, 1988)
  17. Harun Nasution, Islam ditinjau dari Berbagai Aspeknya, Jilid I, Cet.V, (Jakarta: UI
  18. Press, 1985)
  19. H.Munawir Sadzali, Islam dan Tata Negara: ajaran, sejarah, dan pemikiran, Edisi V,(Jakarta: UI Press, 1993.
  20. M. Din Samsuddin, Etika Agama dalam Membangun Masyarakat Madani, (Jakarta:
  21. Logos, 2000)
  22. Afif Mohammad, dalam: Islam dan Khilafah; Kritik terhadap Buku Khilafah dan
  23. Pemerintahan Dalam Islam, terjemahan: Al-Islam wa al-Khalifah fi al-‘Ashar al-Hadist (Naqd Kitab
  24. A. Rahman Zainuddin. Kekuasaan dan Negara Pemikiran Politik Ibnu Khaldun,
  25. (Jakarta: Gremedia, 1992)
  26. Meriam Budiarjo. "Konsep kekuasaan: tinjauan Kepustakaan,” dalam Meriam
  27. Budiarjo (ed.), Aneka Pemikiran Tentang Kuasa Dan Wibawa (Jakarta: Sinar harapan, 1994

Open Access Copyright (c) 2016 Wahana Akademika: Jurnal Studi Islam dan Sosial

Lisensi Creative Commons
Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa 4.0 Internasional

View My Stats
apps