INTEGRASI SOSIAL DALAM MASYARAKAT MULTI ETNIK

Eka Hendry Ar.*  -  STAIN Pontianak, Indonesia

(*) Corresponding Author

This is a social research focused on the processes of society integration in the period of post-conflict. Locus of research is in Kelambu, a village in Sambas Regency West Kalimantan Province in which in 1999 a bloody violence broken between ethnic groups living there. Applying sociological approach and the perspective of conflict study, it was revealed that so far community living in Sungai Kelambu village is in negative peace because negative effect of the last confict is still there.

***

Penelitian ini merupakan penelitian ilmu sosial yang mempelajari tentang proses integrasi dalam masyarakat post konflik. Penelitian ini difokuskan di sebuah desa di Kabupaten Sambas Kalimantan Barat yang pada tahun 1999 diketahui pernah terjadi konflik sosial berdarah antarsuku. Dengan menggunakan pendekatan sosiologis dengan perspektif studi konflik ditemukan bahwa masyarakat saat ini dalam keadaan damai negatif karena ekses negatif dari konflik tersebut dirasakan sampai hari ini.

Keywords : integrasi; konflik sosial; post konflik; Sambas; damai; negatif

  1. Agus Salim (ed.), Teori dan Paradigma Penelitian Sosial (Pemikiran Norman K. Denzin dan Egon Cuba dan Penerapannya), Yogyakarta: Tiara Wacana, 2001.
  2. Alpha Amir Rahman, (ed.) Revitalisasi Kearifan Lokal: Studi Resolusi Konflik di Kalimantan Barat, Maluku, dan Poso, ICIP, 2007.
  3. Alo Liliweri, Prasangka dan Konflik: Komunikasi Lintas Budaya Masyarakat Multikultur, Y ogyakarta, LKiS, 2005.
  4. Collins, James T., “Sukuitas dan Identitas di Kalimantan Barat: Tinjauan Ilmu Lingusitik,” Makalah, disampaikan pada Seminar Koloqium Dayak Islam oleh STAIN Pontianak., 2000.
  5. Djamaluddin Darwis, dkk., “Integrasi Sosial (Studi Kasus Masyarakat Desa Korek Sungai Ambawang Kabupaten Pontianak),” (tidak diterbitkan), dibiayai oleh NUFFIC - WMC Semarang, 2008.
  6. Eka Hendry, Monopoli Tafsir Kebenaran: Wacana Keagamaan Kritis dan Kekerasan Kemanusiaan, Pontianak: Kalimantan Persada dan The Ford Foundation, 2003.
  7. Eka Hendry, dkk., Prasangka Antar Kelompok Suku di Kalimantan Barat, Pontianak: STAIN Pontianak Press, 2003.
  8. Eka Hendry, Sosiologi Konflik (Telaah Teoritis Seputar Konflik dan Perdamaian), Pontianak: STAIN Pontianak Press, 2009.
  9. Ferdinand Tonnies and Charles P. Loomis, Gemeinschaft and Gesellschaft” dalam Reading in Sociology, Mc. Clung Lee (eds.), Bamers and College Outlines Series, 1960.
  10. Gerungan, W.H., Psikologi Sosial, Bandung: Refrika Aditama, 2000.
  11. Ibnu Khaldun, Muqaddimab Ibnu Khaldun, Beirut: Darul Fikr, t.th.
  12. Koentjaraningrat, Masyarakat Desa di Indonesia Masa Ini, Jakarta: Yayasan Badan Penerbit FE UI, 1964.
  13. Koentjaraningrat, Beberapa Pokok Antropologi Sosial, Jakarta: Dian Rakyat, 1967.
  14. Depdikbud, Kamus Besar Bahasa Indonesia, Jakarta: Balai Pustaka, 1998.
  15. Kristianus, Kisah Penting dari Kampung, Pontianak: STAIN Press, 2009.
  16. Latif Wiyata, Corak, Korflik Kekerasan dan Harga Diri Orang Madura, LKiS, Yogyakarta , 2002.
  17. Lexy J. Moeleong, Penelitian Kualitatif , Bandung, Remaja Rosdakarya, 2001.
  18. Myron Weiner (eds.), Modemization: The Dynamic of Grouth, Cambridge-Mass: Voice of America Forum Lectures, 1966.
  19. Munawar, Sejarah Konflik Antarsuku di Kabupaten Sambas, Pontianak: Kali¬mantan Persada dan The Ford Foundation, 2003.
  20. Marzali, “Perbedaan Suku dalam Korflik: Sebuah Analisis Sosio Ekonomi ter¬hadap Kekerasan di Kalimantan”, dalam Stokhof. W.A.L dan Djamal, mumi (ed.), Konflik Komunal di Indonesia Saat ini, Jakarta: Indonesia-Netherlands Cooperation en Islamic Studies (INIS), 2003.
  21. Maurice Duverger, Sosiologi Politik, Jakarta: Raja Grafindo Persada, 1993.
  22. Neil J. Smelser, Sociology and The Other Sosial Science; P.F, LazarsJeld The Uses of Sociology, New York: Basic Books Inc. , 1967.
  23. Nurma Ali Riduan, “Landasann Keilmuan Kearifan Lokal, “Jumal Ibda' Vol. 5 No.1, P3M STAIN Purwokerto, 2007.
  24. Robert. K. Yin, Studi Kasus: Desain dan Metode, Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2005.
  25. Soerjono Soekanto, Sosiologi Suatu Pengantar, Jakarta: Raja Grafmdo Persada, , 1982.
  26. Supriyanto, Antropologi Kontekstual, Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional, 2009.
  27. Winston Tellis; (1997), “Introduction to Case study,” The Qualitative Report, VoL 3 No. 2, Oktober 10th 2008.
  28. William F, Ogbum & Meyer F. Nimkoff, Sociology, Boston: A Pfeffe and Simons Intemational University Edition, Toughton Miffilin Company, 1964.
  29. Internet:
  30. http://punggeti-sosial.blogspot.coml2008 01 01 archive.html
  31. http://wapedia.mobilid/integrasi sosial.
  32. bttpi//www .1 saf.org/ content/view /176/150 .revitalisasi kearifanlokal.
  33. http:/blog.unila.ac.id/abdulsyani/files/2009/10/teori-integrasi dan disintegrasi- sosial-sdh.pdf.

Open Access Copyright (c) 2016 Walisongo: Jurnal Penelitian Sosial Keagamaan
Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Indexed by

Journal Terindex di DOAJ Journal Terindex di EBSCO Journal Terindex di Crossref Journal Terindex di Sinta Journal Terindex di Google Scholar Journal Terindex di Academia Journal Terindex di Mendeley Journal Terindex di Leiden Journal Terindex di Base Journal Terindex di Garuda Journal Terindex di Moraref Journal Terindex di onesearch 

 


Copyright © 2020 Walisongo: Jurnal Penelitian Sosial Keagamaan, ISSN: 0852-7172 (p) 2461-064X (e)

Published by Institute for Research and Community Services (LP2M), Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang
Jl. Walisongo No. 3-5 Semarang, Indonesia. Phone +6224 7601292 Email: walisongo@walisongo.ac.id

Creative Commons License This work is licensed under a Creative Commons
View My Stats
apps