DINAMIKA MASYARAKAT LOKAL DI PERBATASAN

Zaenuddin Hudi Prasojo*  -  STAIN Pontianak, Indonesia

(*) Corresponding Author

Community members living in borderland areas in Indonesia tended to be clasified as under-developed society in development aspects. Study on the borderland areas is still limited both in quantity and the impact of the study. Nanga Badau located in borderland between West Kalimantan (Indonesia) and Serawak (Malaysia) is one of the under-developed borderland area. This paper revealed the dynamic issues and the existence of local tradition in the context of globalization. It was showed that the original attitude of warn, friendly, and respect visitors express their openess toward global trend but still keep on local style. They are also realized on their position among global community. The open access abroad effected in the development of the interaction, information, and communication patterns among Iban Dayak. Sophisticated devices like mobile phone and television are familiar among Iban dayak in borderland area.

***

Masyarakat perbatasan yang ada di Indonesia cenderung masuk dalam kelompok masyarakat yang tertinggal dari berbagai aspek pembangunan. Kajian mengenai masyarakat lokal di wilayah-wilayah perbatasan di Indonesia belum terlalu meng­gembirakan baik dari segi jumlah maupun dari segi dampak hasil kajian yang berupa aksi kebijakan pasca kajian. Nanga Badau yang terletak di daerah per­batasan Kalimantan Barat (Indonesia) dan Serawak (Malaysia) merupakan salah satu wilayah perbatasan yang tertinggal. Tulisan ini memoret isu-isu dinamika dan eksistensi tradisi lokal dalam kerangka globalisasi. Tampak bahwa sikap ramah dan menghormati pendatang merupakan salah satu bentuk nyata bahwa mereka sangat terbuka dengan adanya arus global dan lokal. Mereka juga me­miliki kesadaran diri akan posisi mereka sebagai bagian dari penduduk dunia. Adanya ruang interaksi bagi dunia luar, seperti mudahnya akses keluar masuk ke negara lain mengakibatkan pola interaksi, informasi dan komunikasi etnis Iban menjadi berkembang. Hal tersebut dapat dilihat pada aktivitas masyarakat Iban sehari-hari yang telah memanfaatkan dan menggunakan perangkat handphone, televisi dan teknologi modern lainnya.

Keywords : perbatasan; Nanga Badau; tradisi lokal; tertinggal; globalisasi

  1. Fariastuti, “Mobility of People and Goods Across the Border of West Kalimantan-Serawak”, Antropologi Indonesia, No. 67, Vol. XXVI, 2002.
  2. Horstmann, Alexander “Incorporation and Resistance: Border-Crosings and Social Transformation in Southeast Asia”, Antropologi Indonesia, No. 67. Vol. XXVI, 2002.
  3. Marsetio, “Konstruksi Marginalitas Masyarakat Perbatasan, Studi Kasus Kepulauan Natuna”, Disertasi, tidak diterbitkan, Yogyakarta: UGM, 2012.
  4. Hudi Prasojo, Zaenuddin, “Identitas Dayak Katab Kebahan di Kabupaten Melawi Kalimantan Barat: Studi tentang Konstruksi Identitas Etno-Religio pada Masyarakat Dayak”, Disertasi, tidak diterbitkan, Yogyakarta: UGM, 2012.
  5. Siburian, Robert, “Entikong: Daerah Tanpa Krisis Ekonomi di Perbatasan Kalimantan Barat-Serawak”, Antropologi Indonesia, No. 67, Vol. XXVI, 2002.
  6. Tirtosudarmo, Riwanto, “Tentang Perbatasan dan Studi Perbatasan: Sebuah Pengantar”, Antropologi Indonesia, No. 67, Vol. XXVI, 2002.
  7. Tirtosudarmo, Riwanto, “Kalimantan Barat sebagai “Daerah Perbatasan”: Sebuah Tinjauan Demografi Politik,” Antropologi Indonesia, No. 67, Vol. XXVI, 2002.
  8. Wadley, Reed L., “Border Studies Beyond Indonesia: A Comparative Perspective”, Antropologi Indonesia, No. 67, Vol. XXVI, 2002.

Open Access Copyright (c) 2016 Walisongo: Jurnal Penelitian Sosial Keagamaan
Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Indexed by

Journal Terindex di DOAJ Journal Terindex di EBSCO Journal Terindex di Crossref Journal Terindex di Sinta Journal Terindex di Google Scholar Journal Terindex di Academia Journal Terindex di Mendeley Journal Terindex di Leiden Journal Terindex di Base Journal Terindex di Garuda Journal Terindex di Moraref Journal Terindex di onesearch 

 


Copyright © 2020 Walisongo: Jurnal Penelitian Sosial Keagamaan, ISSN: 0852-7172 (p) 2461-064X (e)

Published by Institute for Research and Community Services (LP2M), Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang
Jl. Walisongo No. 3-5 Semarang, Indonesia. Phone +6224 7601292 Email: walisongo@walisongo.ac.id

Creative Commons License This work is licensed under a Creative Commons
View My Stats
apps