THE RECONSTRUCTION OF ISLAMIC THEOLOGY IN THE UNITY OF SCIENCES

Yusriyah Yusriyah*  -  State Islamic University (UIN) Walisongo, Semarang, Indonesia

(*) Corresponding Author

As a result of the processes of thinking on theological concept, Islamic theology may change according to its social dynamics. In the contemporary, theology can be studied by interdisciplinary sciences, which eventually theology became the source of the birth of some sciences. Hence, the science produced by the understanding of monotheism will produce peaceful religion for the universe (raḥmatan li ’l-‘ālamīn). The data presented in this article derived from the study applying literature review on the related topics of writing. Applying qualitative approach, this article showed that religion and science have a point of tangency. Science helps to facilitate human beings in their religious living. Concerning to faith, science activities can strengthen the faith and arise the motivation to express something in recognizing more toward God as the center of unity of existence (tawḥīd). In order to integrate the belief and sciences, it is needed the effort of islamization of science and the effort to reconstruct theology into a format that make it possible to dialogue with the reality of current development of thinking.

***

Sebagai hasil dari pemikiran konsep teologis teologi Islam dapat berubah sesuai dengan dinamika sosial. Dalam era kontemporer teologi dapat dikaji oleh ilmu-ilmu interdisipliner, yang akhirnya teologi merupakan sumber lahirnya beberapa ilmu sehingga ilmu yang dihasilkan oleh pemahaman tawḥīd akan menghasilkan agama damai bagi alam semesta (raḥmatan li ’l-‘ālamīn). Data yang disajikan dalam artikel ini berasal dari penelaahan terhadap literatur yang terkait dengan topik penulisan. Dengan pendekatan kualitatif artikel ini menunjukkan bahwa agama dan sains memiliki titik singgung. Ilmu membantu memfasilitasi manusia dalam kehidupan keagamaannya. Dengan iman, kegiatan ilmiah dapat memper­kuat iman dan mem­buat motivasi untuk mengekspresikan sesuatu yang dapat menambah peng­akuan terhadap Allah sebagai pusat kesatuan eksistensi (tawḥīd). Untuk me­wujudkan ketersinggungan antara iman dan ilmu maka perlu islamisasi ilmu pengetahuan dan juga dalam upaya untuk merekonstruksi teologi ke format yang dapat berdialog dengan realitas perkembangan pemikiran yang berlangsung hari ini.

Keywords : Islamic theology; reconstruction; unity of science; integration

  1. Amin Abdullah, Islamic Studies di Perguruan Tinggi: Pendekatan Integratif-Interkonektif (Islamic Studies in Higher Education: Integrative-Interconnective Approach), Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2010.
  2. al-Attas, Syed Muhammad Naquib, in Wan Moch Nor Wan Daud, The Educational Philosophy and Practice of Syed Muhammad Naquib al-Attas, Indonesian Edition, Bandung: Mizan,1998.
  3. Azyumardi Azra, “Reintegrasi Ilmu-ilmu dalam Islam” (Reintegration of Sciences in Islam) in Zainal Abidin Bagir (eds) Integrasi Ilmu dan Agama, Interprestasi dan Aksi (Integration of Science and Religion, Interpretation and Action), Bandung: Mizan, 2005.
  4. E. Kamadiningrat, Teologi dan Pembebasan: Gagasan Islam Kiri Hassan Hanafi (Theology and Liberation: Islamic Left Ideas of Hassan Hanafi), Jakarta: Logos, 1995.
  5. Haryatmoko, Etika Politik dan Kekuasaan (Ethics of Politics and Power), Jakarta: Kompas, 2003.
  6. Hassan Hanafi, Min al-‘Aqīdah ilā Thaurah (From Aqidah to Revolution), Kairo: Maktabah Matbuli, 1991.
  7. Hassan Hanafi, Islamologi Teologi Statis ke Anarkis (Statical Theology to Anarchic Islamology), Yogyakarta: LKiS 2007.
  8. Kazuo Shimogaki, Kiri Islam Antara Modernisme dan Postmodernisme: Telaah Kritis Pemikiran Hassan Hanafi (Islamic Left between Modernity and Postmodernity: a Critical Thought of Hassan Hanafi), Yogyakarta: LKiS, 2001.
  9. Kuntowijoyo, Islam sebagai Ilmu (Islam as Science), Jakarta: Teraju, 2005.
  10. Madjid Fakhry, The History of Islamic Philosophy, New York: Columbia University Press, 1983.
  11. Moh. Natsir Mahmud, Landasan Paradigma Islamisasi Ilmu Pengetahuan (The Paradigmatic Bases for Islamization of Sciences), Nurman Said, Wahyuddin Halim Muhammad Sabri, (eds.), Jakarta: Gramedia, 1986.
  12. Rosnani Hasyim, Gagasan Islamisasi Kontemporer: Sejarah Perkembangan dan Arah Tujuan (The Ideas of Contemporary Islamization: History of Development and Destination), Jakarta: INSIST, 2005.
  13. Zainal Abidin Bagir, Integrasi Ilmu dan Agama (Integration of Science and Religion), Bandung: Mizan, 2005.

Open Access Copyright (c) 2016 Walisongo: Jurnal Penelitian Sosial Keagamaan
Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Walisongo: Jurnal Penelitian Sosial Keagamaan
ISSN 0852-7172 (p) 2461-064X (e)

Publisher:
Institute for Research and Community Services (LP2M)
Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang, Rectorate Building, 3rd Floor
Jl. Prof. Hamka - Kampus 3, Tambakaji Ngaliyan 50185, Semarang, Central Java, Indonesia
Email: walisongo@walisongo.ac.id


Creative Commons License
This work is licensed under a 
Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License 

View My Stats

apps