The Transcendent Unity Behind the Diversity of Religions and Religiosity in the Perspective of Perennial Philosophy and Its Relevance to the Indonesian Context

M. Baharudin, Muhammad Aqil Luthfan

Abstract


This study is conducted to answer an important question: is there any transcendent unity behind the diversity or plurality of religions and religiosity? This question will be answered through perennial philosophy approach. The study found that, according to perennial philosophers, there is a transcendent unity behind the diversity or plurality of religions and religiosity. This transcendent unity is seen in ‘the common vision’, or what in Islam is called the ‘basic message of religion’, namely ‘submission’ to always fear God and live His presence in everyday life. Further, the perennial philosophers argue that the True God is one; therefore, all religions emerging from the One are in principle the same for they come from the same source. In other words, the diversity of religions and religiosity lies only in the exoteric level, and all religions actually have a transcendent unity in the esoteric level. However, in this case, the perennial philosophers do not mean to unify or equate all religions. In fact, they try to open a way to a spiritual ascent through the reviving of the religious traditions in every religion.

Penelitian ini dilakukan untuk menjawab sebuah pertanyaan penting: adakah kesatuan transenden di balik keragaman atau pluralitas agama dengan religiusitas? Pertanyaan ini akan dijawab melalui pendekatan filsafat perennial. Penelitian ini menemukan bahwa, menurut para filsuf perennial, ada kesatuan transenden di balik keragaman atau pluralitas agama dan religiusitas. Kesatuan transenden ini terlihat dalam pandangan bersama, atau apa yang di dalam Islam disebut pesan dasar agama, yaitu tunduk untuk selalu takut kepada Tuhan dan menjalani kehadiran-Nya dalam kehidupan sehari-hari. Selanjutnya, para filsuf perennial berpendapat bahwa Tuhan yang Sejati adalah satu. Oleh karena itu, semua agama yang muncul dari Yang Satu pada prinsipnya sama karena mereka berasal dari sumber yang sama. Dengan kata lain, keragaman agama dan religiusitas hanya terletak pada tingkat eksoteris, dan semua agama benar-benar memiliki kesatuan transenden di tingkat esoteris. Namun, dalam kasus ini, filsuf perennial tidak bermaksud menyatukan atau menyamakan semua agama. Sebenarnya, mereka mencoba membuka jalan menuju pendakian spiritual melalui kebangkitan kembali tradisi keagamaan di setiap agama.


Keywords


perennial; transcendent; exoteric; esoteric.

Full Text:

PDF

References


Abdurrahman. 1993. Agama Dan Masyarakat. Yogyakarta: IAIN Sunan Kalijaga.

Anshori, Endang Saifudin. 1979. Ilmu, Filsafat & Agama. Surabaya: Bina Ilmu.

Arifin, M. 1992. Menguak Misteri Ajaran Agama-Agama Besar. Jakarta: PT Golden Terayon Perss.

Arifin, Samsul. 1996. Spiritualisasi Islam Dan Peradaban Masa Depan. Yogyakarta: SIPRES.

Bagus, Lorens. 1996. Kamus Filsafat. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Baharudin, Muhammad. 2016. Tuhan Dan Agama Dalam Pergumulan. Bandar Lampung: Harakindo Publishing.

Bahtiar, Amsal. 2009. Filsafat Agama: Wisata Pemikiran Dan Kepercayaan Manusia. Jakarta: Rajawali Press.

Cowart, Harold. 1989. Pluralisme: Tantangan Bagi Agama- Agama. Yogyakarta: Kanisius.

Hamersma, Harry. 1983. Tokoh-Tokoh Filsafat Barat Modern. Jakarta: Gramedia.

Hick, John. 2006. Tuhan Punya Banyak Nama. Yogyakarta: Dian/Interfidei.

Hidayat, Komarudin, and M. Wahyu Nafis. 1995. Agama Masa Depan: Perspektif Filsafat Perenial. Jakarta: Paramadina.

Iqbal, Muhammad. 1983. Pembangunan Kembali Alam Pikiran Islam. Edited by Osman Raliby. Jakarta: Bulan Bintang.

Ismail, Fuad Farid. 2005. Mabadi Al-Falsafah Wa Al-Akhlaq Wazarah Al-Tarbiiyyah. Yogyakarta: IRCiSoD.

Ka’bah, Rifyal. 2005. “Nilai-Nilai Pluralisme Dalam Islam.” In Nilai-Nilai Pluralisme Dalam Islam. Bandung: Nuansa.

Kuswanjono, Arqom. 1997. “Aktualisasi Filsafat: Upaya Mengukir Masa Depan Peradaban.” Journal of Philosophy Special Ed.

———. 2006a. “Filsafat Perennial Dan Rekonstruksi Pemahaman Keberagamaan.” Jurnal Filsafat 1 (1): 95–108.

———. 2006b. Ketuhanan Dalam Telaah Filsafat Perinial: Refleksi Pluralisme Agama Di Indonesia. Yogyakarta: Filsafat UGM.

Nasr, Sayyed Hossein. 2004. Intelegensi Dan Spritualitas Agama-Agama. Edited by Suharsono. Depok: Inisiasi Press.

Nasution, Harun. 1974. Islam Ditinjau Dari Berbagai Aspeknya. Vol. I. Jakarta: UI Press.

———. 1978. Filsafat Dan Mistisisme Dalam Islam. Jakarta: Bulan Bintang.

Rahman, Budhy Munawar. 1995. “Preface of Book.” In Agama Masa Depan Perspektif Filsafat Perennial. Jakarta: Paramadina.

Ridwan Ahmad Hasan; Irfan Safrudin. 2011. Dasar-Dasar Epistemologi Islam. Bandung: Pustaka Setia.

Rumadi. 2005. “Agama Dan Negara: Regulasi Kehidupan Beragama Di Indonesia.” In Nilai-Nilai Pluralisme Dalam Islam. Bandung: Nuansa.

Schmit, Charles B. 1996. “Filsafat Perenial: Dari Steuco Hingga Leibnez.” In Perenialisme, Melacak Jejak Filsafat Perenial, edited by Ahmad Norma Permata. Yogyakarta: Tiara Wacana.

Schuon, Frithjof. 1993. Islam Dan Filsafat Perenial. Edited by Rahmani Astuti. Bandung: Mizan.

———. 1994. Mencari Titik Temu Agama-Agama. Jakarta: Yayaan Obor Indonesia.

Shihab, Alwi. 1998. Islam Inklusif, Menuju Sikap Terbuka Dalam Beragama. Bandung: Mizan.

Soejadi. 1999. Pancasila Sebagai Sumber Topik Hukum Indonesia. Yogyakarta: Lukman Offiset.

Sugiarto, Bambang. 1996. Posmodernisme Tantangan Bagi Filsafat. Yogyakarta: Kanisius.

Surur, Umar. 2003. “Konflik Sosial Bernuansa Sara Berbagai Komunitas Etnik Di Kalimantan Barat.” In Konflik Sosial Bernuansa Agama Di Indonesia. Jakarta: Departemen Agama RI.

Tafsir, Ahmad. 1990. Filsafat Umum: Akal Dan Hati Sejak Thales Sampai James. Bandung: Remaja Rosda Karya.

Wora, Emanuel. 2006. Perenialisme: Kritik Atas Modernisme Dan Postmodernisme. Yogyakarta: Kanisius.




DOI: http://dx.doi.org/10.21580/ws.25.2.2025

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2018 Walisongo: Jurnal Penelitian Sosial Keagamaan

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Indexed by

Journal Terindex di DOAJ Journal Terindex di EBSCO Journal Terindex di Crossref Journal Terindex di Google Scholar Journal Terindex di Academia Journal Terindex di citefactor Journal Terindex di citeulike Journal Terindex di Base Journal Terindex di Portal Garuda Journal Terindex di Moraref Journal Terindex di Sinta Journal Terindex di onesearch

 


Copyright © 2017 Walisongo: Jurnal Penelitian Sosial Keagamaan, ISSN: 0852-7172 (p) 2461-064X (e)

Creative Commons License This work is licensed under a Creative Commons
View My Stats