Buzzer Media Sosial dan Pembentukan Perspektif Pemilih Millenial dalam Pemilu 2019

Riko Kurniawan*  -  UIN Walisongo Semarang, Indonesia
Rizqi Yusuf Muliana  -  UIN Walisongo Semarang
Fitri Maesaroh  -  UIN Walisongo Semarang
M Irvan Nurcahyo  -  UIN Walisongo Semarang
Andreas Jati Kusuma  -  UIN Walisongo Semarang

(*) Corresponding Author
Di era yang serba digital ini perkembangan teknologi melahirkan media sosial sebagai alat untuk memudahkan informasi dan komunikasi. Media sosial itu juga sangat erat kaitanya dengan generasi millennial sebab segala kemudahan dalam penggunaanya tersebut. Dalam kaitanya persebaran informasi yang seperti perkembangan politik, ekonomi, sosial dan lain sebagainya bisa diperoleh lewat media ini. Pengguna sosial media yang semakin banyak memunculkan hadirnya berbagai kepentingan salah satunya buzzer media sosial. Temuan buzzer muncul di publik pasca pemilihan umum 2019. Dari banyaknya isu yang beredar di masyarakat khususnya milleniall kami mencoba mengkaji dan meneliti isu yang berkembang saat ini menggunakan metodologi kualitatif dalam pendekatan observasi dan membaca fenomena di masyarakat pemilih milleniall di Ngaliyan, Kota Semarang. Dari penelitian yang dihasilkan mengenai seberapa berpengaruh buzzer media sosial tersebut dalam hegemoni perspektif politik para pemilih millennial saat konteks pemilihan umum 2019 menghasilkan temuan yang bahwa Buzzer tersebut yang berpengaruh secara signifikan bisa mempengaruhi Pandangan Pemilih Milleniall.

Keywords : Buzzer; Social Media Hegemony; Millennial Voter Perspective

  1. Abdul Wahid., D. A. (2017). Masyarakat Dan Teks Media Massa. Malang: UBPress.
  2. Akip. (2018, oktober 9). Hegemoni Media. Retrieved from Kompasiana.com: https://www.kompasiana.com/fauzan98531/5bbc80426ddcae22df0b4dc4/hegemoni-dalam-media?page=all
  3. Alyusi, S. D. (2016). Media Sosial : Interaksi, Identitas dan Modal Sosial. In S. D. Alyusi, Media Sosial : Interaksi, Identitas dan Modal Sosial. Jakarta: Paramedia Group.
  4. Berta, A. (2019). Buzzer Politik Sebaiknya Besikap Elegan. Kompasiana.com.
  5. Bintang, D. (2019, Oktober 8). Retrieved from https://www.mainmain.id/r/3440/buzzer-artinya-apa-sih-nih-biar-gak-kudet-buzzer-adalah
  6. Bramasta, D. B. (2019, 11 27). Mengenal Buzzer, Influencer, Dampak dan Fenomenanya di Indonesia. Retrieved from Kompas.com: https://www.kompas.com/tren/read/2019/10/05/063100765/mengenal-buzzer-influencer-dampak-dan-fenomenanya-di-indonesia?page=all
  7. Hasbullah. (2009). Dasar Dasar Penelitian Kualitatif. Jakarta: Raja Grafindo.
  8. Herlambang., R. (2019, April 18). Menilik Geliat Media Sosial Selama Gelaran Pemilu 2019. Retrieved from Kompas.TV: https://www.kompas.tv/article/45619/menilik-geliat-media-sosial-selama-gelaran-pemilu-2019
  9. Jati, W. R. (2016). Aktivisme Kelas Menengah : Munculnya Relawan dalam Pemilu 2014. Jurnal Sosial Politik, 150.
  10. Kaplan, A. M. (2010). Users of the word, unitel The challenges and opportunities of Sosial Meia. Business Horizons.
  11. Kuskridho Ambardi, G. D. (2017). Kualitas Urnalisme Publik Di Media Online : Kasus Indonesia . Yogyakarta: Gajah Mada University Press.
  12. Mandala, A. (2019, NOVEMBER 26). Dictio. Retrieved from Dictio.id: https://www.dictio.id/t/apa-yang-dimaksud-dengan-media-massa/4244
  13. McQuail, D. (2003). Teori Komunikasi Massa. Jakarta: Erlangga.
  14. Prof.Dr.Nur Syam, M. (2016). Media Sosial INTERAKSI, IDENTITAS, DAN MODAL SOSIAL. Jakarta : PRENADAMEDIA GROUP.
  15. Putra, D. K. (2015). Komunikasi CSR Politik. Jakarta: Prenadamedia Group.
  16. Putri, S. (2018, Desember 5). Retrieved from kompasiana.com: kompasiana.com/5c07c8a843322f34836ce483/literasi-media-digital
  17. Qodir, D. Z. (2016). Teori dan Praktik Politik Indonesia. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
  18. Riwanto, D. A. (2016). Hukum Partai Politik dan Hukum Pemilu di Indonesia. Yogyakarta: Thafa Media.
  19. Samantha Bradshaw, P. N. (2019). The Global Disinformation Order 2019 : Global Inventory of Social Media Manipulation. Computational Propaganda Research Project.
  20. Santoso, T., & Supriyanto, D. (2004). Mengawasi Pemilu Mengawal Demokrasi. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.
  21. Sari, A. (2019, Februari 19). Media Sosial dan Pengaruhnya Terhadap Proses Pemilihan Umum. Retrieved from Tirto.id: https://tirto.id/media-sosial-dan-pengaruhnya-terhadap-proses-pemilihan-umum-dhks
  22. Sughihartati, R. (2018). MASYARAKAT DIGITAL, GAYA HIDUP dan SUBKULTUR. Yogyakarta: Suluh Media.
  23. Sugiharti, R. (2018). Masyarakat Digital, Gaya Hidup dan Subkultur. Yogyakarta: Suluh Media.
  24. Syukri, A. (2017, Desember 30). Retrieved from medium.com: medium.com/@ahmedsyukri27/pengaruh-media-massa-bagi-masyarakat-52672fe8caf
  25. Temanggung, S. (2019, Oktober 5). Pro Jokowi Kuasai DPR-MPR-DPD, Buzzer Dominasi Medsos, Cuma Mahasiswa Harapannya? Retrieved from Gelora: https://www.gelora.co/2019/10/pro-jokowi-kuasai-dpr-mpr-dpd-buzzer.html

Open Access Copyright (c) 2021 JPW (Jurnal Politik Walisongo)
Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
 
 
Jurnal Politik Walisongo
Published by Department of Political Science
Faculty of Social and Political Science
Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang
Jl. Prof. Dr. Hamka Kampus III UIN Walisongo Semarang 
Website: https://fisip.walisongo.ac.id/
Email: jpw@walisongo.ac.id

 
ISSN: 2503-3190 (p)
ISSN: 2503-3204 (e)
DOI : 10.21580/jpw
Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License
View My Stats
Flag Counter
apps