Praktik Pernikahan dalam Masyarakat Lokal: Agensi versus Agama

Budiman Pohan*  -  Department of Sociology, Universitas Padjadjaran, Bandung, Indonesia
Muhamad Fadhil Nurdin  -  (Scopus ID 57202215080) Department of Sociology, Universitas Padjadjaran, Bandung, Indonesia

(*) Corresponding Author

This study aims to describe the dialectical process between local agents and religious structures in the practice of marriage in Padang Sidempuan. The research method is qualitative descriptive with a case study design that focuses on narrating the objective conditions of agent and structure duality. Informants were chosen purposively, supported by observational data, interviews, and documentation. Data analyzed through the process of collection, reduction, exposition, verification, and conclusion. The results showed that: 1) Conceptually, the practice of marriage experienced practical distortions that were configured through consensus of sharia and local elites; 2) the practice of marriage is a phenomenon of the duality of agents and structuring each other; 3) agent habitus is dominated by Mandailing culture through power relations and surplus capital of the local elite compared to the sharia procedure of religious structure. However, the competence of agents is able to compress marital rules into semi-complex; 4) the importance of promoting religious habituation strategies through internalization and dissemination of alternative sharia marriage practices.

Keywords : habitus-field; Padang Sidempuan; marriages; social practice

  1. Abidin, Zainal dan Ahmad Safe’i. 2003. Sosiophologi: Sosiologi Islam Berbasis Hikmah. Bandung: Pustaka Setia.
  2. Adib, Muhammad. 2012. “Agen dan Struktur dalam Pandangan Piere Bourdieu.” Bio-Kultur 1(2):91–110.
  3. Adiningsih, A. Mega Utami. 2016. “Tinjauan Hukum Islam tentang Dui’ Menre (Uang Belanja) dalam Perkawinan Adat Bugis.” Universitas Hasanuddin, Makassar.
  4. Amalia, Annisa Rizky. 2017. “Tradisi Perkawinan Merariq Suku Sasak di Lombok: Studi Kasus Integrasi Agama dengan Budaya Masyarakat Tradisional.” Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, Jakarta.
  5. Anas, Azwar. 2010. “Konsep Mahar dalam ‘Counter Legal Draft’ Kompilasi Hukum Islam (CLD KHI).” Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, Jakarta.
  6. Anggito, Albi dan Johan Setiawan. 2018. Metodologi Penelitian Kualitatif. Sukabumi: Jejak.
  7. Anisah, Siti. 2017. “Adat Istiadat Perkawinan Suku Mandailing di Kecamatan Ranto Baek Mandailing Natal 1990-2010.” Universitas Sumatera Utara, Medan.
  8. Anwar, Khoirul. 2017. “Peran Kiai dalam Pemilihan Calon Pasangan bagi Santri Berdasarkan Konsep Takzim Perspektif Struktural Fungsional (Studi di Pondok Pesantren Pendidikan Perguruan Agama Islam [PPAI] Darussalam Kopanjen Kabupaten Malang).” Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim, Malang.
  9. Arifin. 2018. “Motif Pelaksanaan Resepsi Pernikahan Perspektif Hukum Islam di Kecamatan Rangkasbitung Kabupaten Lebak-Banten.” Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, Jakarta.
  10. Atabik, Ahmad dan Khoridatul Mudhiah. 2014. “Pernikahan dan Hikmahnya Perspektif Hukum Islam.” Yudisia: Jurnal Pemikiran Hukum dan Hukum Islam 5(2):286–316.
  11. al-Atsari, Abu Ishaq al-Huwaini dan Ibnul Qayyim al-Jauziyah. 2007. Tuntunan Lengkap Pernikahan. Pekalongan: Maktabah Salafy Press.
  12. Aziz, Safrudin. 2017. “Tradisi Pernikahan Adat Jawa Keraton Membentuk Keluarga Sakinah.” Ibda`: Jurnal Kajian Islam dan Budaya 15(1):22–41.
  13. Baaz, Abdul Aziz bin Abdullah bin dan Muhammad bin Shalih al-Utsaimin. 2002. Bid’ah-Bid’ah dalam Pernikahan yang dianggap Biasa. Surakarta: At-Tibyan.
  14. Bourdieu, Pierre. 1986. Distinction: A Social Critique of the Judgement of Taste. New York: Routledge.
  15. Bourdieu, Pierre. 1993. The Field of Cultural Production: Essays on Art and Leissure. New York: Columbia University Press.
  16. Bryman, Alan. 2004. Social Research Methods. New York: Oxford University Press.
  17. Dalimunthe, Al Maysita. 2016. “Eksistensi Perkawinan Adat pada Masyarakat Mandailing di Kota Medan.” Premise Law Jurnal 13.
  18. Dalimunthe, Deni Eva Masida. 2012. “Tor-Tor pada Upacara Adat Perkawinan Masyarakat Tapanuli Selatan.” Gesture: Jurnal Seni dan Tari 1(1):1–11.
  19. Elvira, Rika. 2014. “Ingkar Janji Atas Kesepakatan Uang Belanja (Uang Panai’) dalam Perkawinan Suku Bugis Makassar.” Uni-versitas Hasanuddin Makassar, Makassar.
  20. Hairani. 2018. “Tradisi Pernikahan Anak Perempuan Sayyid di Desa Cikoang Kecamatan Mangarabombang Kabupaten Takalar dalam Perspektif Hukum Islam.” Universitas Negeri Makassar, Makassar.
  21. Harahap, Hamdani. 2016. “Perubahan Adat dan Budaya Mandailing Kajian: Tradisi Lisan.” Universitas Sumatera Utara, Medan.
  22. Harahap, Ulul Ma’rifah. 2017. “Komunikasi Keluarga Batak Mandailing dalam Mempertahankan Tradisi Perkawinan Pariban (Studi pada Keluarga Batak Mandailing di Kabupaten Mesuji.” Universitas Lampung, Lampung.
  23. Harker, Richard, Cheelen Mahar, and Chris Wilkes, eds. 2005. (Habitus X Modal) + Ranah = Praktik: Pengantar Paling Komprehensif Kepada Pemikiran Pierre Bourdieu. Yogyakarta: Jalasutra.
  24. Haryatmoko. 2016. Membongkar Rezim Kepastian: Pemikiran Kritis Post-Strukturalis. Yogyakarta: Kanisius.
  25. Haviland, William A. dan R. G. Soekadijo. 1985. Antropologi Jilid 2. Jakarta: Erlangga.
  26. Himawan, Karel Karsten. 2019. “Either I Do or I Must: An Exploration of the Marriage Attitudes of Indonesian Singles.” The Social Science Journal 56(2):220–27.
  27. Huda, Mahmud dan Nova Evanti. 2019. “Uang Panaik dalam Perkawinan Adat Bugis Perspektif ‘Urf (Studi Kasus di Kelurahan Batu Besar Kecamatan Nongsa Kota Batam).” Jurnal Hukum Keluarga Islam 3(2):133–58.
  28. Ilman, Muhamad. 2016. “Tradisi Pembayaran Uang Pelangkah dalam Perkawinan.” Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, Jakarta.
  29. Jauhari, Imam B. 2012. Teori Sosial Proses Islamisasi dalam Sistem Ilmu Pengetahuan. Yogyakarta: Pustaka Pelajar & STAIN Jember Press.
  30. Jenkins, Richard. 2016. Membaca Pikiran Bourdieu. Yogyakarta: Kreasi Wacana.
  31. Jurdi, Syarifuddin. 2010. Sosiologi Islam dan Masyarakat Modern: Teori, Fakta, dan Aksi Sosial. Jakarta: Kencana.
  32. Kartikasari, Hesti. 2019. “Hubungan Hukum Islam dan Hukum Adat Pada Larangan Pernikahan di Desa Karangsari Kecamatan Pengasih Kabupaten Kulon Progo.” Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga, Yogyakarta.
  33. Koentjaraningrat. 1993. Masalah Kebudayaan dan Integrasi Nasional. Jakarta: UI-Press.
  34. Koentjaraningrat. 2004. Manusia dan Kebudayaan di Indonesia. Jakarta: Djambatan.
  35. Krisna, Eva dan Fefa Srila Desti. 2015. “Religiusitas dan Konsep Pernikahan Suku Bangsa Mandailing pada Upacara Hata Pangupa.” Widyaparwa (Jurnal Ilmiah Kebahasaan Dan Kesastraan) 43(1):55–64.
  36. Kuntowijoyo. 2001. Muslim tanpa Masjid: Esei-Esei Agama, Budaya, dan Politik dalam Bingkai Strukturalisme Transendental. Bandung: Mizan.
  37. Laeheem, Kasetchai. 2018. “Approaches to Promoting Islamic Ethics in Adherence to the Faith among Thai Muslim Youths in Pattani Province, Southern.” Kasetsart Journal of Social Sciences 30(2):1–6.
  38. Larasaty, Wulan, Marzam Marzam, dan Syeilendra Syeilendra. 2013. “Persepsi Masyarakat terhadap Pertunjukan Organ Tunggal Malam Hari dalam Acara Pernikahan di Tebo.” Jurnal Sendratasik 2(1):81–90.
  39. Lee, Sharon M., Feng Hou, Barry Edmonston, dan Zheng Wu. 2018. “Group Size and Secular Endogamy among the Religiously Unaffiliated in Canada.” Social Science Research 74:196–209.
  40. Liddle, R. William. 1997. Islam, Politik, dan Modernisasi. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan.
  41. Mathlub, Abdul Majid Mahmud. 2005. Hukum Perkawinan dalam Islam. Solo: Era Intermedia.
  42. Muhadi, Dedi. 2015. “Tradisi Perjodohan dalam Komunitas Pesantren (Studi pada Keluarga Kyai Pondok Buntet Pesantren).” Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, Jakarta.
  43. Naim, Abdul Haris. 2008. Fiqih Munakahat. Kudus: Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Kudus.
  44. Nasution, Ali Raja. 2011. “Penetapan Mahar dalam Adat Mandailing dan Dampaknya terhadap Kelangsungan Pernikahan Ditinjau menurut Hukum Islam (Studi Kasus di Desa Tambusai Barat Kecamatan Tambusai Kabupaten Rokan Hulu).” Universitas Islam Negeri Sutan Syarif Kasim, Pekanbaru.
  45. Noorthaibah, Noorthaibah. 2012. “Refleksi Budaya Muslim pada Adat Perkawinan Budaya Banjar di Kota Samarinda.” Fenomena 4(1):17–30.
  46. Nurhakimah. 2018. “Pesan Komunikasi Islam dalam Syair Seni Tarian Tor-Tor pada Pernikahan Adat Mandailing di Kabupaten Mandailing Natal.” Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, Medan.
  47. Nuruddin, Amir dan Azhari Akmal Tarigan. 2004. Hukum Perdata Islam di Indonesia. Jakarta: Kencana.
  48. Prawiro, Dimas. 2013. “Implementasi Penetapan Uang Hantaran Nikah dalam Perspektif Hukum Islam (Studi pada Masyarakat Kelurahan Pulau Kijang Kecamatan Reteh Kabupaten Indragiri Hilir).” Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim, Pekanbaru.
  49. Priyatna, Haris. 2013. Kamus Sosiologi: Deskriptif dan Mudah Dipahami. Bandung: Nuansa Cendekia.
  50. Rahayu, Sri and Yudi Yudi. 2015. “Uang Nai’: Antara Cinta dan Gengsi.” Jurnal Akuntansi Multiparadigma 6(2):224–36.
  51. Riawati, Selly. 2017. Saduran Outline of a Theory of Social Practice Karya Pierre Bourdieu. Bandung: Ultimus.
  52. Ritzer, George dan Goodman J. Douglas. 2011. Teori Sosiologi Modern. Jakarta: Kencana Predana Media Group.
  53. Sekaran, Uman. 1993. Research Methods for Business: A Skill Building Approach. New York: John Wiley & Sons Inc.
  54. Shodiq, Muhammad. 2008. “Pandangan Hukum Islam terhadap Ritual Pra dan Pasca Nikah bagi Kedua Mempelai (Studi Kasus di Desa Katekan Ngadirejo Temanggung).” Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga, Yogyakarta.
  55. Simanjuntak, Bungaran Sitorus. 2006. Struktur Sosial dan Sistem Politik Batak Toba Hingga 1945: Suatu Pendekatan Antropologi Budaya dan Politik. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.
  56. Soekanto, Soerjono. 2005. Sosiologi: Suatu Pengantar. Jakarta: Rajawali Press.
  57. Swartz, David. 1997. Culture and Power: The Sociology of Pierre Bourdieu. Chicago: University of Chicago Press.
  58. Tutik, Titik Triwulan. 2006. Pengantar Hukum Perdata di Indonesia. Jakarta: Presentasi Pustaka.
  59. Wekke, Ismail Suardi. 2013. “Islam dan Adat: Tinjauan Akulturasi Budaya dan Agama dalam Masyarakat Bugis.” Analisis: Jurnal Studi Keislaman 13(1):27–56.
  60. Wulansari, Catharina Dewi. 2013. Sosiologi Konsep dan Teori. Bandung: Refika Aditama.
  61. Ypes, W. K. H. 1932. Bijdrage Tot de Kennis van de Stamverwantschap, de Inheemsche Rechtsgemeenschappen En Het Grondrecht Der Toba-En Dairi-Bataks. Leiden: Uitgeven door de Adatrechtstichting.
  62. Yuniariandini, Amanta. 2016. “Kebahagiaan Pernikahan: Pertemanan dan Komitmen.” Psikovidya 20(2):53–58.

Open Access Copyright (c) 2020 JSW (Jurnal Sosiologi Walisongo)
Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

free
web stats
View My Stats


JSW (Jurnal Sosiologi Walisongo)

Published by Laboratorium Sosiologi - Program Studi Ilmu Sosiologi
FISIP Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang
in collaboration with APSSI - Asosiasi Program Studi Sosiologi Indonesia
(Association of Study-Program of Sociology Indonesia)


 

 
apps