Da’wah bil hikmah in Macapat Serat Wulangreh Songs: Analysis of da’wah messages in javanese cultural expressions
DOI:
https://doi.org/10.21580/jid.v46.1.28782Keywords:
Dakwah Bil Hikmah, Macapat Songs, Serat Wulangreh, Javanese CultureAbstract
Purpose – The purpose of this study is to explore Da’wah bil hikmah in the macapat poems of Serat Wulangreh by Pakubuwana IV, focusing on four pupuh, namely Dhandhanggula, Gambuh, Asmarandana, and Kinanthi. This study examines how the message of Da’wah is manifested in the form of Javanese cultural expressions that are rich in moral, ethical, and spiritual values.
Method - This study uses a descriptive qualitative approach with content analysis. The research population consists of all verses in Serat Wulangreh, totaling 13 pupuh. The research sample is limited to four pupuh that are the focus of this study. The analysis is conducted textually and contextually to interpret the messages of da'wah contained therein.
Result – Research shows that Serat Wulangreh contains messages of preaching with wisdom. Pupuh Dhandhanggula advises that the knowledge received should always be based on sharia principles and taught with wisdom. Pupuh Gambuh emphasizes the importance of honesty and the need to choose the right role models. Asmarandana emphasizes the importance of self-control and humility, while Kinanthi conveys a message about living humbly and choosing good company.
Implication – This study indicates the importance of the Da’wah bil hikmah approach in conveying the message of Da’wah through local cultural media. This approach allows the message of Da’wah to be conveyed politely, relevantly, and accepted by a community that upholds symbolic expressions and Javanese traditional values
Originality/Value - This study provides a new interpretation of Serat Wulangreh from the perspective of Da’wah bil hikmah, which has rarely been specifically examined in Da’wah studies based on classical literary texts.
***
Purpose – Tujuan penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi Da’wah bil hikmah dalam tembang macapat Serat Wulangreh karya Pakubuwana IV, dengan fokus pada empat pupuh, yaitu Dhandhanggula, Gambuh, Asmarandana dan Kinanthi. Penelitian ini menelaah bagaimana pesan Da’wah diwujudkan dalam bentuk ekspresi budaya Jawa yang sarat nilai moral, etika, dan spiritual.
Method - Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan analisis isi (content analysis). Populasi penelitian adalah seluruh bait dalam Serat Wulangreh yang berjumlah 13 pupuh. Sampel penelitian dibatasi empat pupuh yang menjadi fokus. Analisis dilakukan secara tekstual dan kontekstual untuk menafsirkan pesan Da’wah yang terkandung di dalamnya.
Hasil – Penelitian menunjukkan bahwa Serat Wulangreh memuat pesan-pesan Da’wah bil hikmah. Pupuh Dhandhanggula memberikan anjuran agar ilmu yang diterima selalu berlandaskan pada dalil syariat serta diajarkan dengan kebijaksanaan. Pupuh Gambuh menegaskan keutamaan kejujuran dan perlunya memilih teladan yang benar. Asmarandana menekankan pentingnya pengendalian diri dan kerendahan hati, Kinanthi memberikan pesan tentang hidup rendah hati dan memilih pergaulan yang baik.
Implication – Penelitian ini mengindikasikan pentingnya pendekatan Da’wah bil hikmah dalam menyampaikan pesan Da’wah melalui media budaya lokal. Pendekatan ini memungkinkan pesan Da’wah tersampaikan secara santun, relevan, dan diterima oleh masyarakat yang menjunjung tinggi ekspresi simbolik dan nilai-nilai adat Jawa.
Originality/Value - Penelitian ini memberikan pembacaan baru terhadap Serat Wulangreh dari perspektif Da’wah bil hikmah, yang masih jarang dikaji secara khusus dalam studi Da’wah berbasis teks sastra klasik.
Downloads
References
Abbas, N., Fathurrohman, M., Mahmud, A., & Assalam, H. (2025). A philosophical analysis of tembang macapat: Javanese and islamic perspective. Amorti : Jurnal Studi Islam Interdisipliner, 4(1), 14–21.
Al Fazzatil A’la, & Al Farahil A’la. (2023). Cultural Da’wah Method of Rapai Geleng During The Golden Ege: An Analytical Approach to Islamic Religious Education in Aceh. Journal of Islamic Education and Ethics, 1(2), 169–184. https://doi.org/10.18196/jiee.v1i2.20
Andayani, R. D., Rahma, K., Razzaq, A., & Nugraha, M. Y. (2025). Strategi Komunikasi Dai Muda dalam Menyebarkan Pesan Dakwah di Tiktok. Naafi: Jurnal Ilmiah Mahasiswa, 2(3), 452–459. https://doi.org/10.62387/naafijurnalilmiahmahasiswa.v2i3.178
Anto, P., & Anita, T. (2019). Tembang Macapat Sebagai Penunjang Pendidikan Karakter. Deksis, 11(01), 77–85. https://doi.org/10.30998/deiksis.v11i01.3221
Arafat, G. Y. (2019). Mermbongkar Isi Pesan dan Mdia dengan Content Analysis. Alhadharah: Jurnal Ilmu Dakwah, 17(33), 32. https://doi.org/10.18592/alhadharah.v17i33.2370
Bastomi, H. (2016). Dakwah Bil Hikmah Sebagai Pola Pengembangan Sosial Keagamaan Masyarakat. Jurnal Ilmu Dakwah, 36(2), 335–362. https://doi.org/http://dx.doi.org/10.21580/jid.36i.2.1776
Damairia, D., Bhakti, C. P., & Iriastuti, M. E. (2022). Identifikasi Nilai-Nilai Keutamaan dalam Serat Wulangreh sebagai Bentuk Pengembangan Kompetensi Kepribadian Konselor Sekolah. Jurnal Pendidikan Dan Konseling, 4(3), 2423–2427.
Darusuprapta. (1986). Serat Wulangreh: anggitan Dalem Sunan Paku Buwana IV. Citra jaya Murti.
Daryono, D., Santoso, A., & Ma’ruf, M. H. (2020). Karakteristik Pemikiran Postmodernisme dalam Etos Dagang Orang Islam Jawa. Jurnal Ilmiah Ekonomi Islam, 6(3), 543. https://doi.org/10.29040/jiei.v6i3.1182
Devawinata, F. (2025). The Process of Delivering Messages in Tembang Macapat as A Model of Art Communication. In Jurnal Lectura (Vol. 1, Issue 2). https://doi.org/10.19166/lectura.v1i2.9395
Efendi, E., Nasution, H. I., & As-singkily, H. (2024). Manajemen Media Dakwah pada Era Globalisasi serta Tantangannya. Journal of Visions and Ideas, 4(1), 14–23.
Ginting, D. R., Pulungan, M. F., Habib, F., Pohan, S. A., Mansyursyah, & Siregar, R. A. (2024). Efektivitas Metode Dakwah Bil Hikmah Dalam Penyebaran Islam Di Desa Kuta Gerat Kec.Munthe Kab.Karo. Jurnal Ilmu Komunikasi Dan Sosial Politik, 02(01), 6–12.
Hadiningrat, K. S. P. (1994). Serat Wulangreh. Dahara Prize.
Haidar, Z. (2018). Macapat Tembang Jawa Indah dan Kaya Makna. Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. https://repositori.kemendikdasmen.go.id/10967/1/Macapat -Zahra_0.pdf
Harsono, A. (2005). Tafsir Ajaran Serat Wualngreh. Pura Pustaka.
Hasan, L. N., Utami, R. R., Anggapuspa, M. L., & Zahroh, A. A. (2025). E-Module of Macapat Song Art Course to Improve Effectiveness of Students ’ Independent Activities. Javanologi International Journal of Javanese Stud, 8(2), 143–154.
Heniy Astiyanto. (2016). Filsafat Jawa Menggali Butir-Butir Kearifan Lokal. Warta Pustaka.
Irawan, D. (2024). Dakwah Kultural Sunan Kalijaga di Tanah Jawa. Jurnal Sambas, 6(2), 88–99.
Ismawati, E., & Warsito. (2021). Kearifan Lokal Jawa dalam Wulang Reh. Gambang Buku Budaya.
Khoiriyah, F., & Syarif, Z. (2019). Eksistensi Tembang Mamaca ( Macapat ) Dalam Dimensi Kultur, Mistik Dan Religius; Studi Etnografi di Desa Serabi Barat Modung Bangkalan Fathul. Tribakti: Jurnal Pemikiran Keislaman, 30(5), 324–334.
Mujaki, F. R., Sri Wulandari, & Ritonga, K. (2024). the Role of Javanese Culture on Communication Patterns in the Campus Environment. OPINI: Journal of Communication and Social Science, 1(2), 01–11. https://doi.org/10.70489/opini.v1i2.313
Muslich, H. . (2006). Moral Islam dalam Serat piwulang Pakubuwana IV. Global Pustaka Utama.
Muslih, M. (2024). Serat Wulangreh: Islamization In Java Through Cultural Approach. In Tsaqafah (Vol. 20, Issue 1). https://doi.org/10.21111/tsaqafah.v20i1.10840
Nafisha, A. A., & Firmandhani, S. W. (2024). Kajian Ekspresi Budaya Jawa pada Ruang Publik: Studi Kasus Taman Indonesia Kaya Semarang. Sinektika: Jurnal Arsitektur, 21(2), 11–21. https://doi.org/10.23917/sinektika.vi.3204
Nashrillah, N., & Marzuki, D. I. (2021). Guidelines for Da’wah Bilhikmah of the Indonesian Ulema Council in Dealing with Hoaxes on Social Media. Budapest International Research and Critics Institute (BIRCI-Journal): Humanities and Social Sciences, 4(1), 113–121. https://doi.org/10.33258/birci.v4i1.1541
Nugroho, Y. E., & Suratno, P. (2022). Reformulasi Sastra Piwulang sebagai Alternatif Baru Model Pendidikan Karakter di Indonesia. Sutasoma : Jurnal Sastra Jawa, 10(1), 32–44.
Nurrohmatillah, I., Kusumonagoro, J. B. P., Hidayah, L., & Assoburu, S. (2024). Interpreting the Wali Songo Da’wah through Punokawan: Schleiermacher’s Hermeneutical Study. International Journal of Islamic Thought and Humanities, 3(2), 303–321. https://doi.org/10.54298/ijith.v3i2.481
Pariska, N. P., Indrayana, B., & Yulianto, Y. (2025). Tembang Macapat Maskumambang Cultural Heritage of Javanese Society as a Medium for Conveying Moral and Ethical Messages Through Mix Media Artwork. ICoMSi 2024. https://doi.org/10.2991/978-2-38476-406-8
Purwadi. (2009). Pengkajian Satra Jawa. Pura Pustaka.
Purwadi, & Waryanti, E. (2015). Serat Wulangreh Wejangan sinuwun Pakubuwono IV Raja Kraton Surakarta Hadiningrat. Laras Media Prima.
Putri, G. S. (2020). Kesusatraan: Ajaran Nilai-nilai Moral Masa Hamengkubuwono V. Jurnal Pendidikan Dan Sejarah, 16(1), 1–15.
Rafiatun, N. (2018). Nilai Pendidikan Islam dalam Kesenian Tembang Macapat. Millah: Journal of Religious Studies, 17(2), 379–400. https://doi.org/10.20885/millah.vol17.iss2.art9
Raj, A. A., & Prihartanti, N. (2022). International Summit on Science Technology and Humanity (ISETH). The Meaning of Life in Tembang Macapat, 2010, 305–315.
Rifa’i, Y. (2023). Analisis Metodologi Penelitian Kulitatif dalam Pengumpulan Data di Penelitian Ilmiah pada Penyusunan Mini Riset. Cendekia Inovatif Dan Berbudaya, 1(1), 31–37. https://doi.org/10.59996/cendib.v1i1.155
Riyadi, A., & Karim, A. (2023). Da’wah bil-hikmah: Tracing Sunan Kalijaga’s footsteps in the transformation of Islamic society. Jurnal Ilmu Dakwah, 43(2), 281–296. https://doi.org/10.21580/jid.v43.2.18468
Saadah, U. (2010). Konsep menuntut ilmu dalam Serat Wulangreh pupuh Dhandhanggula karya Kanjeng Susuhunan Pakubuwana IV (dalam perspektif pendidikan Islam). https://api.semanticscholar.org/CorpusID:170266460
Said, C. U., Alfiyanti, F., Asro, M., Munawir, A., Islam, U., Raden, N., & Said, M. (2025). Nilai Pendidikan Karakter dalam Serat Wulang Reh Sri Susuhunan Pakubuwana IV. Ijelap, 2(1), 49–61.
Santosa, S. (2016). Nilai Nilai Pendidikan Moral dalam Tembang Macapat sebagai Penguatan Pendidikan Karakter. AL-BIDAYAH: Jurnal Pendidikan Dasar Islam Volume, 8(1).
Santoso, P. (2016). Fungsi Sosial Kemasyarakatan Tembang Macapat. Widyaparwa, 44(2). https://adabay.kemdikbud.go.id/dapur/filebukuterbitanbby/1694588608.WIDYAPARWA_Desember.pdf#page=31
Sari, N. K., & Pratama, D. A. N. (2023). Strategi Dakwah Bil-hikmah oleh kyai di Pesantren Hurrasul Aqidah Tarakan. Borneo Journal of Islamic Education, 3(1), 1–17.
Sarjono. (1992). Paham Jawa. Sinar harapan.
Setiasih, I. F., Sulistyono, S. T., & Puguh, D. R. (2024). Javanese Culture Integration in Mangkunegaran on the 20th Century (Issue ICCuS 2023). Atlantis Press SARL. https://doi.org/10.2991/978-2-38476-212-5_8
Shobron, S., & Setiawan, S. (2022). Values Education in Serat Wulangreh by Javanese King Pakoe Boewono in the 18th Century. July, 20–21.
Siregar, R. S., Astutik, D., Liestyasari, S. I., Ghufronuddin, & Parahita, B. N. (2023). Cultural Semantics : Internalization of Javanese Language Local Wisdom to Prevent Moral Degradation Among Students. KEMBARA: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, Dan Pengajarannya, 9(2), 455–467. https://doi.org/https://doi.org/10.22219/kembara.v9i2.25790
Sukadari, S. (2020). Tembang Mocopat Dalam Serat Wulang-Reh Dapat Membentuk Manusia Berkarakter. Jurnal Kewarganegaraan, 4(2), 147–153. https://doi.org/10.31316/jk.v4i2.1164
Utorowati, S., Sukristanto, S., Israhayu, E. S., & Zakiyah, Z. (2022). Sikap Hidup dan Prinsip Pergaulan Masyarakat Jawa dalam Serat Wulang Reh Karya Paku Buwana IV. Metafora: Jurnal Pembelajaran Bahasa Dan Sastra, 9(2), 167. https://doi.org/10.30595/mtf.v9i2.15322
Wangsa, B. S., Sulistyo, E. T., & Suyanto, S. (2019). Makna Budi Pekerti Remaja pada Serat Wulangreh Karya Pakubuwono IV: Pupuh Macapat Durma. Mudra Jurnal Seni Budaya, 34(3), 325–329. https://doi.org/10.31091/mudra.v34i3.681
Wibawa, A. P., Ningtyas, Y., Atmaja, N. H., Zaeni, I. A. E., Utama, A. B. P., Dwiyanto, F. A., & Nafalski, A. (2022). Modelling Naïve Bayes for Tembang Macapat Classificatio. Harmonia: Journal of Arts Research and Education, 22(1), 28–36. https://doi.org/10.15294/harmonia.v22i1.34776
Widiyono, Y. (2010). Kajian Tema Nilai Estetika dan Pendidikan dalam Serat Wulangreh Karya Sri Susuhunan Pakubuwana IV. Universitas Sebelas Maret.
Wiratama, N. S., Sumarno, & Handayani, S. (2014). Nilai-Nilai Tembang Macapat Dalam Pembentukan Karakter Bangsa. In universitas Jember.
Wiratama, R. (2021). Pakubuwa IV sebagai Maaecenas: Tinjauan Kritis Bebebrpa teks Penegtan Sejarah Wayang. Jumanta, 12(1), 103–124. https://doi.org/10.37014/jumantara.v12i1.1241
Yulita, S., & Panani, P. (2019). Serat Wulangreh Ajaran Keutamaan Moral. Jurnal Filsafat, 29(2), 275–299. https://doi.org/10.22146/jf.47373
Yunita, N., & Ahmad, S. (2023). Application of Da ’ wah Bil Hikmah : Efforts to Overcome Radicalism. Jurnal Dakwah Dan Komunikasi, 8(2). https://journal.iaincurup.ac.id/index.php/JDK/article/view/8728/pdf
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmu Dakwah

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
The copyright of the accepted article shall be assigned to the publisher of the journal. The intended copyright includes the right to publish the article in various forms (including reprints). The journal maintains the publishing rights to published articles.
In line with the license, authors and any users (readers and other researchers) are allowed to share and adapt the material only for non-commercial purposes. In addition, the material must be given appropriate credit, provided with a link to the license, and indicated if changes were made. If authors remix, transform or build upon the material, authors must distribute their contributions under the same license as the original.



