Strategi dakwah dalam meminimalisir penyebaran informasi hoax di media sosial

Mahmuddin Mahmuddin Mahmuddin*  -  UIN alauddin Makassar, Indonesia

(*) Corresponding Author

Supp. File(s): Research Instrument

This study aims to determine the da'wa strategy in minimizing the spread of hoax information on social media for UIN Alauddin Makassar students. Focused on how to recognize hoax information in the media, what factors caused the spread of hoax information and what strategic da'wa steps were taken to minimize the spread of hoax information on social media for UIN Alauddin Makassar students. This research is descriptive qualitative research using social media and da'wa approaches. The data sources of this research were students of UIN Alauddin Makassar using data collection methods through observation, questionnaires, interviews, and documentation. The results showed that the ways to recognize hoax information on social media were checking the site and article quality, checking the truth of the information, being aware of provocative titles, checking facts, checking the authenticity of photos, participating in anti-hoax discussion groups. The factors that caused the spread of hoax information on social media by UIN Alauddin Makassar students were prioritizing substance over news sources, liking to share and being lazy to read, being too anxious, and feeling threatened by danger, the most updated and wanting recognition. The strategic steps for da'wa in minimizing the spread of hoax information on social media for UIN Alauddin Makassar students are to be careful of news from wicked people, spreading hoax information is a sin, spreading hoax information can make others miserable. The implication of this research is the need for awareness to recognize hoax information and not spread it to irresponsible parties.

***

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi dakwah dalam meminimalisir penyebaran informasi hoax di media sosial bagi mahasiswa UIN Alauddin Makassar. Terfokus pada bagaimana cara mengenali informasi hoax di media, faktor-faktor apa yang menyebabkan tersebarnya informasi hoax dan langkah strategis dakwah apa yang dilakukan dalam meminimalisir penyebaran informasi hoax di media sosial bagi mahasiswa UIN Alauddin Makassar. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif dengan menggunakan pendekatan media sosial dan dakwah. Sumber data penelitian ini adalah mahasiswa UIN Alauddin Makassar dengan menggunakan metode pengumpulan data melalui observasi, angket, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cara mengenali informasi hoax di media sosial adalah memeriksa situs dan kualitas artikel, memeriksa kebenaran informasi, waspada dengan judul provokatif, memeriksa fakta, mengecek keaslian foto, ikut serta grup diskusi anti hoax. Adapun faktor-faktor penyebab tersebarnya informasi hoax di media sosial oleh mahasiswa UIN Alauddin Makassar adalah memprioritaskan substansi dari pada sumber berita, suka berbagi dan malas membaca, terlalu cemas dan merasa terancam akan terjadi bahaya, paling update dan ingin pengakuan. Adapun langkah strategis dakwah dalam meminimalisir penyebaran informasi hoax di media sosial bagi mahasiswa UIN Alauddin Makassar adalah  berhati-hati terhadap berita dari orang-orang fasik, menyebarkan informasi hoax adalah dosa, menyebarkan informasi hoax dapat menyengsarakan orang lain. Implikasi penelitian ini adalah perlunya ada kesadaran untuk mengenali informasi hoax dan tidak menyebarkannya kepada pihak yang tidak bertanggung jawab.

Supplement Files

Keywords: Da'wah Strategy, hoax information, social media and students; Strategi dakwah, informasi hoax, media sosial.

  1. Adi, W. (2019). Penggunaan Media Sosial Sebagai Trend Media Dakwah Pendidikan Islam di Era Digital. Jurnal Islam Nusantara, 03(02), 18.
  2. Almas Zakirah, D. M. (2020). Pengaruh Hoax di Media Sosial Terhadap Preferensi Sosial Politik Remaja di Surabaya. Mediakita, 4(1). https://doi.org/10.30762/mediakita.v4i1.2446
  3. Anwar, A. (2011). Dakwah Kontemporer Sebuah Studi Komunikasi. Graha Ilmu.
  4. Aziz, A. (2004). Ilmu Dakwah. Kencana.
  5. Bafadhal, O. M., & Santoso, A. D. (2020). Memetakan Pesan Hoaks Berita Covid-19 Di Indonesia Lintas Kategori, Sumber, Dan Jenis Disinformasi. Bricolage : Jurnal Magister Ilmu Komunikasi, 6(02), 235.
  6. Bahri, S., & Sosial, M. (2021). Literasi Digital Menangkal Hoaks Covid-19 Di Media. Jurnal Ilmu Komunikasi |, 10(1), 16–28.
  7. Creswell, J. W. (2019). Research Design: Pendekatan Metode Kualitatif, Kuantitatif, dan Campuran. Pustaka Pelajar.
  8. Doni, F. R. (2017). Perilaku Penggunaan Smartphone Pada Kalangan Remaja. Journal Speed Sentra Penelitian Engineering dan Edukasi, 9(2), 16–23.
  9. Firmansyah, R. (2017). Web Klarifikasi Berita untuk Meminimalisir Penyebaran Berita Hoax. Jurnal Informatika, 4(2), 230–235.
  10. Guruh, M., Gunawan, H., Isnaeni, D. P., Tilova, N., & Marlinah, H. (2020). Pelatihan Literasi Media Sosial Terkait Penanggulangan Hoaks Bagi Siswa Pkbm 26 Bintaro. Dedikasi Pkm, 1(1), 53.
  11. Juditha, C. (2018). Hoax Communication Interactivity in Social Media and Anticipation (Interaksi Komunikasi Hoax di Media Sosial serta Antisipasinya). Journal Pekommas, 3(1), 31.
  12. Karim, A., Adeni, A., Fitri, F., Fitri, A. N., Hilmi, M., Fabriar, S. R., & Rachmawati, F. (2021). Pemetaan untuk Strategi Dakwah di Kota Semarang Menggunakan Pendekatan Data Mining (Mapping for Da'wah Strategy in Semarang City Using Data Mining Approach). Jurnal Dakwah Risalah, 32(1), 40-55.
  13. Majid, A. (2019). Fenomena Penyebaran Hoax dan Literasi Bermedia Sosial Lembaga Mahasiswa Universitas Muslim Indonesia. Jurnal Komodifikasi, 8(2), 228–240.
  14. Moleong, L. J. (2010). Metodologi Penelitan Kualitatif. Remaja Rosdakarya.
  15. Permana, R. H. (2018). Mengembalikan Fungsi Media Sosial pada Fitrahnya Baca artikel detiknews, “Mengembalikan Fungsi Media Sosial pada Fitrahnya” selengkapnya https://news.detik.com/kolom/d-3811742/mengembalikan-fungsi-media-sosial-pada-fitrahnya. detik.com. https://news.detik.com/kolom/d-3811742/mengembalikan-fungsi-media-sosial-pada-fitrahnya
  16. Rahadi, D. R. (2017). Perilaku Pengguna Dan Informasi Hoax Di Media Sosial. Jurnal Manajemen Dan Kewirausahaan, 5(1).
  17. Ritonga, M. (2019). Penerapan Metode Dakwah Mau’idzah Hasanah di Era Hoax Milenial (Pemuda Warga Puri Domas SlemanYogyakarta). Al-MUNZIR, 12(1), 51.
  18. Rusdiana, I. (2018). Kognisi Pembaca Berita Palsu (Fake News) Di Media Online. Kodifikasia, 12(2), 185.
  19. Saure, L. M. R. dan J. L. (2018). Analisis Media Sosial Whats App Tentang Berita Berita Hoax Oleh Mahasiswa Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial Dan Politik Universitas Sam Ratulangi Manado. Jurnal Acta Diurna, 7(3), 1–17.
  20. Syahputra, M. D. (2017). Pengaruh Informasi Hoax di Media Sosial Kecamatan Medan Perjuangan Oleh : Fakultas Ilmu Sosial dan Politik. 1–83.
  21. Tohari, L. A., Fatoni, U., & Muhlis, A. (2020). Strategi Dakwah Santri Dalam Menghadapi Berita Hoax di Media Sosial. Tabligh: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam, 5(2), 148–167.

Open Access Copyright (c) 2021 Jurnal Ilmu Dakwah
Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
View My Stats

 

Indexed by


      

Jurnal Ilmu Dakwah
Published by Faculty of Da'wa and Communication UIN Walisongo Semarang
Jl Prof. Dr. Hamka Kampus III Ngaliyan Semarang 50185
Phone: +62 857-1999-1679
https://fakdakom.walisongo.ac.id/
Email: ilmudakwah@walisongo.ac.id

ISSN: 1693-8054 (print)
ISSN: 2581-236X (online)
DOI : 10.21580/jid


This work is licensed under CC Atribution - Non Comercial - ShareAlike 4.0.

 
apps