The contestation of da’wa on Youtube: Comparative study of Syubbanul Muslimin and At-Taufiq Salawat Group

Diya Annisaul Fauziah*  -  UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, Indonesia
Bobby Rachman Santoso  -  UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, Indonesia

(*) Corresponding Author

In the development of da'wa, it is necessary to use media that is following the interests of the community, technology also plays an important role in the development of da'wa. Youtube is widely known by the public and can provide videos according to the wishes of customers so that they can provide Salawat services in the development of da'wa. The purpose of this journal is to find out that YouTube is the right da'wa medium to be used for the community, Salawat is the most emphasized in the da'wa media because Salawat is an art that the majority of people are interested in. The method used in this study is qualitative with a critical analysis approach, data collection techniques in this study are observation and interviews. This research was conducted so that the public understands the contestation between Syubbanul Muslimin and At-Taufiq in the development of da'wa and the impact of competition in the development of da'wa on netizens. With this journal, there will be problems. Why is there a contestation between Syubbanul Muslimin and At-Taufiq in the development of da'wa? And what is the impact of Syubbanul Muslimin and At-Taufiq competition in the development of da'wa for netizens? The results of this journal research explain that the two Salawat have healthy competition in providing attractiveness to the community, as one of the efforts in developing da'wa. Some netizens revealed that the competition between the two groups had a positive impact in the world of da'wa through youtube, that youtube was able to provide freedom of access to its followers, one of which was as an effective da'wa media.

 ***

Pengembangan dakwah perlu menggunakan media yang mengikuti kepentingan masyarakat, teknologi juga berperan penting dalam pengembangan dakwah. Youtube dikenal luas oleh masyarakat dan dapat memberikan video sesuai keinginan pelanggan sehingga dapat memberikan layanan Salawat dalam pengembangan dakwah. Tujuan dari jurnal ini adalah untuk mengetahui bahwa youtube merupakan media dakwah yang tepat untuk digunakan bagi masyarakat, Salawat paling ditekankan dalam media dakwah karena Salawat merupakan seni yang diminati oleh sebagian besar masyarakat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan analisis kritis, teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi dan wawancara. Penelitian ini dilakukan agar masyarakat memahami kontestasi Syubbanul Muslimin dan At-Taufiq dalam pengembangan dakwah dan dampak persaingan dalam pengembangan dakwah pada netizen. Dengan jurnal ini, akan ada masalah. Mengapa ada kontestasi antara Syubbanul Muslimin dan At-Taufiq dalam pengembangan dakwah? Dan apa dampak kompetisi Syubbanul Muslimin dan At-Taufiq dalam pengembangan dakwah bagi netizen? Hasil penelitian jurnal ini menjelaskan bahwa kedua grup Salawat memiliki persaingan yang sehat dalam memberikan daya tarik kepada masyarakat, sebagai salah satu upaya dalam mengembangkan dakwah. Beberapa netizen mengungkapkan bahwa persaingan antara kedua kelompok tersebut berdampak positif dalam dunia dakwah melalui youtube, bahwa youtube mampu memberikan kebebasan akses kepada para pengikutnya, salah satunya sebagai media dakwah yang efektif.

Keywords: Da’wah; Salawat; Youtube

  1. Amin, M. M.. (1997). Dakwah Islam dan Pesan Moral. Jakarta: Al-Amin Press.
  2. Anwar, H. Dkk. (2020). Mediatisasi Dakwah melalui Kesenian Habsyi di Regei Lestasi, Kalimantan Tengah, Ath-Thariq: Jurnal Dakwah Dan Komunikasi, 04(2), 161-173.
  3. Arifin, I.Z. (2009). Bimbingan Penyuluhan Islam, Pengembangan Dakwah Melalui Psikoterapi Islam, Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.
  4. Asep, M., & Safei, A. A. (2002). Metode Pengembangan Dakwah. Bandung: Pustaka Setia.
  5. Assegaf, H. A. (2009). Mukjizat Shalawat. Jakarta: QultumMedia.
  6. Aziz, M. A. (2019). Ilmu Dakwah: Edisi Revisi. Jakarta: Prenada Media.
  7. Baidawi, B. (2020). Survival Strategic Majelis Syubbanul Muslimin Di Tengah Menjamurnya Kelompok Shalawat Di Kabupaten Probolinggo (Doctoral Dissertation, IAIN Jember).
  8. Basit, A. (2013). Dakwah Cerdas Di Era Modern, Jurnal Komunikasi Islam 3(1), 76-94.
  9. Faishol, A. (2018). Dakwah K.H. Khoiron Zaini Di Kalangan Remaja: Studi Metode Dakwah Persuasif Komunitas Majelis Pemuda Bersholawat (MPB) At-Taufiq (Doctoral dissertation, Uin Sunan Ampel Surabaya).
  10. Haq, M. N. (2019). Syubbanul Muslimin: Menebar Dakwah Dengan Cinta. Probolinggo: Majelis Syubbanul Muslimin Press.
  11. Hasyim, W. (1951). Terjemah Hadis Shahih Buchari. Jakarta: Widjaya.
  12. Huda, N. (2020). Memasarkan Shalawat: Dari Pasar Dakwah hingga Ekonomi Global. TRILOGI: Jurnal Ilmu Teknologi, Kesehatan, dan Humaniora, 1(1), 52-60.
  13. Karim, A., Adeni, A., Fitri, F., Fitri, A. N., Hilmi, M., Fabriar, S. R., & Rachmawati, F. (2021). Pemetaan untuk Strategi Dakwah di Kota Semarang Menggunakan Pendekatan Data Mining (Mapping for Da'wah Strategy in Semarang City Using Data Mining Approach). Jurnal Dakwah Risalah, 32(1), 40-55.
  14. Mahfuzd, S. A. (1970). Hidayatul Mursyidin. Yogjakarta: Tiga A.
  15. Maisyaroh, R. I. (2020). Dakwah Rijalul Ansor Dalam Majelis Dzikir Dan Shalawat Di Kecamatan Sawoo Kabupaten Ponorogo (Doctoral dissertation, IAIN Ponorogo).
  16. Mualimin. (2020). Makan Besaprah: Pesan Dakwah Dalam Bingkai Tradisi Pada Masyarakat Melayu Sambas, Kalimantan Barat. Ath Thariq: Jurnal Dakwah Dan Komunikasi 4, (1), 1-19.
  17. Muhtadi, A. S. (2012). Komunikasi Dakwah: Teori, Pendekatan, dan Aplikasi. Bandung: Simbiosa Rekatama Media.
  18. Munir, M. (2009). Metode Dakwah. Jakarta: Kencana.
  19. Rakhmawati,I. (2013). Potret Dakwah Di Tengah Era Globalisasi dan Perkembangan
  20. Zaman. At-Tabsyir: Jurnal Komunikasi Penyiaran Islam 1, (1), 75-92.
  21. Rohman, K. (2013) Sejarah Al-Banjari, http://khilmirohman.blogspot.com/ Diakses Tanggal, 20 Juni 2021.
  22. Safi’i, I. (2020). Grup Shalawat Sebagai Media Dakwah Bagi Masyarakat Di Era Milenial. Busyro: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Islam, 1(2), 70-88.
  23. Syukir, A. (1983). Dasar-dasar Strategi Dakwah Islam, Surabaya: Al-Ikhlas.
  24. Wahyudin, D. (2020). Mosque and Civilization: Setting Islamic Center of Nusa Tenggara Barat as Center of Civilization. Nalar: Jurnal Peradaban Dan Pemikiran Islam, (1).
  25. Yakub, H. (1992). Publistik Islam Teknik Dakwah dan Leadership, Bandung: Diponegoro.

Open Access Copyright (c) 2021 Jurnal Ilmu Dakwah
Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
View My Stats

 

Indexed by


      

Jurnal Ilmu Dakwah
Published by Faculty of Da'wa and Communication UIN Walisongo Semarang
Jl Prof. Dr. Hamka Kampus III Ngaliyan Semarang 50185
Phone: +62 857-1999-1679
https://fakdakom.walisongo.ac.id/
Email: ilmudakwah@walisongo.ac.id

ISSN: 1693-8054 (print)
ISSN: 2581-236X (online)
DOI : 10.21580/jid


This work is licensed under CC Atribution - Non Comercial - ShareAlike 4.0.

 
apps