Pendampingan Masyarakat Dalam Pengelolaan Kopi Robusta di Indrokilo

Erna Wijayanti*  -  UIN Walisongo Semarang, Indonesia
Jeshica Ayu Rachmawati  -  UIN Walisongo Semarang, Indonesia
Titik Rahmawati  -  UIN Walisongo Semarang, Indonesia
Ira Nailas Sa'adah  -  UIN Walisongo Semarang, Indonesia

(*) Corresponding Author

Coffee is one of the main potentials of Indrokilo Hamlet, Lerep Village, West Ungaran District.  The abundance of the coffee harvest in this region has not been matched by the community's ability to process resources optimally. This service program aimed to provide assistance and training in coffee management according to the standards so that the quality of Indrokilo Robusta Coffee can be optimized. The subjects of this study were the community of Dusun Indrokilo who were the members of the Kelompok Wanita Tani (KWT), community shops, and youth groups. The companion partners in this research are the Community Empowerment Team of Djarum Scholarship Plus and the Komunitas Tangan Di Atas (TDA).  The techniques used in this mentoring are in the form of training and coffee processing practices followed by monitoring and evaluation of the end of the activity. The results of this assistance made the community more aware of the importance of Quality Control of coffee;  the importance of product marketing through E-Commerce;  construction of a special drying house for coffee, sorting practices, storage and drying of coffee beans;  assistance and training procedures for processing and packaging of coffee products according to standards.

 

Kopi merupakan salah satu potensi utama Dusun Indrokilo, Desa Lerep, Kecamatan Ungaran Barat. Melimpahnya hasil panen kopi di wilayah ini belum diimbangi dengan kemampuan masyarakat untuk mengolah sumber daya dengan optimal. Program pengabdian ini bertujuan untuk memberikan pendampingan dan pelatihan pengelolaan kopi sesuai standar agar kualitas dan harga jual Kopi Robusta Indrokilo dapat dioptimalkan. Subjek penelitian ini adalah masyarakat Dusun Indrokilo yang tergabung dalam Kelompok Wanita Tani (KWT), tokoh masyarakat, dan kelompok pemuda. Mitra pendamping dalam penelitian ini yaitu Tim Community Empowerment Djarum Beasiswa Plus dan Komunitas Tangan Di Atas (TDA). Teknik yang digunakan dalam pendampingan ini berbentuk pelatihan dan praktek pengolahan kopi yang dilanjutkan dengan monitoring dan evaluasi akhir kegiatan. Hasil dari pendampingan ini membuat masyarakat semakin sadar akan pentingnya Quality Control kopi; pentingnya pemasaran produk melalui E-Commerce; serta pembangunan rumah jemur khusus kopi dan praktek sortasi, penyimpanan dan penjemuran biji kopi; tata cara pengolahan dan pengemasan produk kopi sesuai standar.

Keywords : Training, community, Quality Control of coffee

  1. Artho, Lilian N., Wuisan, J., & Najoan, J. A. 2015. Efek Serbuk Kopi Robusta (Coffea Canephora) Terhadap Penyembuhan Luka Insisi pada Kelinci (Oryctolagus Cuniculus). Jurnal e-Biomedik, 3(3):743-748.
  2. BKKBN. 2016. Profil Kampung KB Manggar Lestari Desa Lerep, diakses dari http://kampungkb.bkkbn.go.id/profile/7663.
  3. BPS. 2019. Produksi Perkebunan Rakyat Menurut Jenis Tanaman, diakses dari https://www.bps.go.id/indicator/54/768/1/produksi-perkebunan-rakyat-menurut-jenis-tanaman.html.
  4. Duniaji, Agus.Teknologi Kopi. Fakultas Teknologi pangan: UNUD.
  5. Farhaty, N. & Muchtaridi. 2016. Tinjauan Kimia Dan Aspek Farmakologi Senyawa Asam Klorogenat Pada Biji Kopi : Review. Farmaka Suplemen. 14 (1):214-227.
  6. Kemenperin. 2013. Karakterisik Kopi Indonesia. Agro Kemenperin, diakses dari http://agro.kemenperin.go.id.
  7. Liunima, M. G.M., Sutriningsih, A., & Masluhiya S.A.F. 2017. Hubungan Antara Konsumsi Kopi dengan Tingkat Stress pada Dewasa Muda Ikatan Keluarga Besar (IKB) Nekmese di Kota Malang. Nursing News. 2(3):554-564.
  8. Nandatama, S. R., Rosidi a., & Ulvie, Y. N. S. 2017. Minuman Kopi (Coffea) Terhadap Kekuatan Otot dan Ketahanan Otot Atlet Sepak Bola Usia Remaja di SSB PERSISAC. Jurnal Gizi, 6 (1):29-34.
  9. Peraturan Menteri Pertanian Nomor 49/Permentan/OT.140/4/2014 tentang Pedoman Teknis Budidaya Kopi Yang Baik (Good Agriculture Practices /Gap On Coffee) diakses dari
  10. http://ditjenpp.kemenkumham.go.id/arsip/bn/2014/bn517-2014.html.
  11. Prastowo, B, Karmawati. E, Rubijo, Siswanto, Indrawanto, C., Munarso, S.J. 2010. Budidaya dan Pasca Panen Kopi. Bogor: Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan.
  12. Pusat Penelitian Biosains dan Bioteknologi, ITB. 2018. Dari ITB Untuk Indonesia: Biorefinery Kopi. Diakses dari https://sith.itb.ac.id/wp-content/uploads/sites/56/2018/10/BIOREFINERY-KOPI.pdf.
  13. Saputra, E., 2008. Kopi. Harmoni: Yogyakarta
  14. Susanawati, N., dkk. 2019. Pengembangan Desa Wisata Berbasis Masyarakat di Desa Lerep, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang. Article of Conference on Public Administration and Society 1 (1): 119-138.

Open Access Copyright (c) 2020 Dimas: Jurnal Pemikiran Agama untuk Pemberdayaan

Dimas: Jurnal Pemikiran Agama untuk Pemberdayaan
Institute for Research and Community Services (LP2M)
UIN Walisongo, Semarang, Indonesia
Jl. Walisongo No 3-5 Semarang 50185
Central Java, Indonesia
Website: https://lp2m.walisongo.ac.id/
Email: dimas@walisongo.ac.id

ISSN: 1411-9188 (Print)
ISSN: 2502-9428 (Online)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License

Get a feed by atom here, RRS2 here and OAI Links here

 
apps