Pemberdayaan Masyarakat Dalam Rangka Pencegahan Stunting Sejak Dini di Kecamatan Pagedongan Kabupaten Banjarnegara

Hidayatu Munawaroh*  -  Universitas Sains Al-Qur'an Jawa Tengah di Wonosobo, Indonesia
Moh Syakur  -  Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang, Indonesia
Nur Fitriana  -  Universitas Sains Al-Qur'an Jawa Tengah di Wonosobo, Indonesia
Rifqi Muntaqo  -  Universitas Sains Al-Qur'an Jawa Tengah di Wonosobo, Indonesia

(*) Corresponding Author

Supp. File(s): common.other

This study examines the problem most basic health problem for children in Indonesia today is in their growth and development, in other words, it is a problem of stunting. The government has made various efforts to prevent stunting, one of which is specifically intervening in child nutrition. In order to support government programs, we carry out a community service activity with the aim of detecting and detecting children's nutritional development. The Banjarnegara City Government has detected that 29% of children are still affected by stunting. By involving local health workers totaling 35 cadres in these activities. In the process of implementing the activity, it is divided into 3 terms in one day, while the methods used are counseling, discussion and practice. Based on the results of the activity, the cadres experienced an increase in quality. Previously, knowledge of health cadres was only in the range of 37.14%, but after participating in the activity, there was a significant increase of 80%. Likewise, there was an increase (p = 0.000; α <0.05) since this intervention. The recommendation is that there should be activities like this on an ongoing basis and if necessary, early detection of stunting.

 

­Penelitian ini mengkaji permasalahan kesehatan pada anak di Indonesia yang paling mendasar saat ini adalah pada pertumbuhan dan perkembangannya, dengan kata lain ini adalah masalah stunting. Pemerintah telah melakukan berbagai upaya dalam menangani stunting ini, salah satunya mengintervensi gizi anak secara spesifik. Dalam rangka mendukung program pemerintah, kami melakukan suatu kegiatan pengabdian masyarakat dengan tujuan mendeteksi sekaligus mendeteksi perkembangan gizi anak. Pemerintah Kota Banjarnegara mendeteksi adanya 29 % anak masih terdampak stunting. Dengan melibatkan tenaga kesehatan setempat berjumlah 35 kader dalam kegiatan tersebut. Pada proses pelaksanaan kegiatan terbagi menjadi 3 termin dalam satu hari, adapun metode yang digunakan yakni penyuluhan, diskusi dan praktek. Berdasarkan hasil kegiatan, kader mengalami peningkatan kualitas. Sebelumnya pengetahuan tenaga kesehatan hanya pada kisaran 37,14%, namun setelah mengikuti kegiatan mengalami peningkatan yang signifikan 80%. Begitu juga, terjadi peningkatan (p = 0,000; α < 0,05) semenjak adanya intervensi ini. Rekomendasinya adalah perlu adanya kegiatan seperti ini secara berkelanjutan dan bila perlu adanya pendeteksian stunting sejak dini.

Supplement Files

Keywords : Children, Health Cadre, Stunting

  1. Aisyaroh, N., Susiloningtyas, I., & Mubarok. 2017. Pengembangan Intervensi MP-ASI dengan Metode Demonstrasi pada Tenaga kesehatan Di Desa Batur Kecamatan Getasan Kabupaten Semarang. Prosiding Implementasi Penelitian Pada Pengabdian Menuju Masyarakat Mandiri Berkemajuan (pp. 573–577). Semarang: Universitas Muhammmadiyah Semarang.
  2. Arrish, J., Yeatman, H., & Williamson, M. 2017. Midwives’ Role in Providing Nutrition Advice during Pregnancy: Meeting the Challenges? A Qualitative Study. Nursing Research and Practice, 2017(July), 1–11. https://doi. org/10.1155/2017/7698510
  3. Effendi, F., & Makhfudli. 2009. Keperawatan Kesehatan Komunitas: Teori dan Praktik dalam Keperawatan. Jakarta: Salemba Medika.
  4. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. 2013. Riset Kesehatan Dasar 2013. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.
  5. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. 2016. Situasi Balita Pendek. Jakarta: Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan RI.
  6. Fanny, dkk. 2018. Pemberdayaan Tenaga kesehatan Dalam Deteksi Dini Stunting dan Stimulasi Tumbuh Kembang pada Balita. Jurnal. Padjajaran: Universitas Padjajaran.
  7. Notoatmodjo, S. 2007. Kesehatan Masyarakat Ilmu dan Seni. Jakarta: Karya Medika.
  8. Notoatmodjo, S. 2012. Promosi Kesehatan dan Perilaku Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.
  9. Nursalam. 2008. Konsep dan Penerapan Metodologi Penelitian Ilmu Keperawatan, Pedoman Skripsi, Tesis dan Intrumen Penelitian Keperawatan. Jakarta: Salemba Medika.
  10. Sarwani, D., Nurhayati, N., & Supriyanto. 2014. Efektifitas Ceramah terhadap Pengetahuan Tenaga kesehatan tentang Penyakit Talasemia di Kecamatan Pekuncen dan Kecamatan Sumbang Kabupaten Banyumas. Kesmas, 8(1), 29–36. https://doi.org/http://dx.doi.org/10.12928/kesmas.v8i1.1038
  11. Setyowati, M., & Retno, A. 2015. Pemetaan Status Gizi Balita dalam Mendukung Keberhasilan Pencapaian Millenium Development Goals (MDGs). J Kesehat Masy, 10(2), 110–21.
  12. Simamora, H. R. 2009. Buku Ajar Pendidikan dalam Keperawatan. Jakarta: EGC.
  13. Unicef. 2012. Ringkasan Kajian Kesehatan Ibu dan Anak. Jakarta: UNICEF Indonesia.
  14. Wijaya, dkk. 2013. Hubungan Pengetahuan, sikap, dan motivasi Tenaga kesehatan. Buleleng: Jurnal Magister Kedokteran Keluarga.
  15. WHO. 2013. Child Growth Indicators and Their Interpretation. http://www.who.int/%0Anutgrowthdb/about/introduction/en/%0Aindex2.html. Diakses tanggal 26 Maret 2020.

Open Access Copyright (c) 2020 Dimas: Jurnal Pemikiran Agama untuk Pemberdayaan

Dimas: Jurnal Pemikiran Agama untuk Pemberdayaan
Institute for Research and Community Services (LP2M)
UIN Walisongo, Semarang, Indonesia
Jl. Walisongo No 3-5 Semarang 50185
Central Java, Indonesia
Website: https://lp2m.walisongo.ac.id/
Email: dimas@walisongo.ac.id

ISSN: 1411-9188 (Print)
ISSN: 2502-9428 (Online)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License

Get a feed by atom here, RRS2 here and OAI Links here

 
apps