Inisiasi Gerakan Jamaah Maiyah dalam Pengurangan Potensi Konflik Sosial

Mada Marhaenesia Yuantomoputra*  -  Universitas Gadjah Mada, Indonesia
Janianton Damanik  -  Universitas Gadjah Mada, Indonesia

(*) Corresponding Author

Potensi konflik sosial di masyarakat diakibatkan oleh keberagaman dan perbedaan suku, agama, ras, dan golongan. Melalui sudut pandang gerakan sosial, Jamaah Maiyah di forum Mocopat Syafaat memperlihatkan adanya resolusi konflik dalam masyarakat. Peneliti bertujuan untuk melihat bentuk inisiasi dan efektifitas Jamaah Maiyah di forum Mocopat Syafaat dalam upayanya mengurangi potensi konflik tersebut. Dalam penelitian ini digunakan metode kualitatif dan pendekatan observasi partisipatif untuk melihat fenomena Jamaah Maiyah secara langsung. Data hasil wawancara diperoleh dari informan utama dan pendukung dengan menggunakan purposive sampling. Teknik analisis data menggunakan model interaktif melalui tiga tahap, yaitu reduksi data, tampilan data, dan gambaran kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa bentuk inisiasi yang dilakukan Jamaah Maiyah adalah dengan melakukan diskusi rutin dalam forum pengajian Mocopat Syafaat. Konsep ‘Sinau Bareng’ dalam Maiyah merupakan perspektif untuk saling bertukar pikiran yang berdampak terhadap perubahan perilaku individu. Keberadaan Jamaah Maiyah secara efektif mampu meresolusi konflik berdasarkan aspek tujuan, integrasi, dan adaptasinya. Hal tersebut membuktikan bahwa Jamaah Maiyah merupakan gerakan sosial alternatif.

The potential of social conflict in society will always exist due to diversity and differences in ethnic, religion, race, and groups. The point of view of the social movement, Jamaah Maiyah in the Mocopat Syafaat forum shows the existence of conflict resolution in society. The purpose is to see the form of initiation and effectiveness in reducing the potential of conflict. This research uses qualitative methods and participatory observation approaches, to see the Jamaah Maiyah phenomenon. Interview data were obtained from the main and supporting informants by using purposive sampling. The data analysis technique used an interactive model through three stages; namely data reduction, data display, and conclusions. The results showed that the form of initiation carried out by Jamaah Maiyah was conducting regular discussions in the Mocopat Syafaat forum. The concept of 'Sinau Bareng' in Maiyah is a perspective for exchanging ideas that have an impact to changes individual behavior. The existence of Jamaah Maiyah was effective able to resolve conflicts based on aspects of purpose, integration and adaptation. This also proves that Jamaah Maiyah is an alternative social movement.  

Keywords : social movements; jamaah maiyah; conflict resolution

  1. Amin, M. R., & Kamarudin. (2020). Gerakan Sosial Muhammadiyah di Era Reformasi. Jurnal Ilmu Sosial Indonesia, 1(1), 36 - 45. Doi: 10.15408/jisi.v1i1.17108
  2. Andi, M., & Dzul, F. (2017). Buku Ajar Sistem Politik Indonesia. Yogyakarta: Deepublish.
  3. Darajati, Z. (2013). Gerakan Sosial Mahasiswa Komunikasi Fisip Universitas Airlangga pada Ruang Publik. Jurnal Unair, 2(1). http://journal.unair.ac.id/Kmnts@table_of_content_135_volume2_nomor1.html
  4. Hapsari, D. R. (2017). Jaringan Komunikasi dalam Partisipasi Gerakan Sosial Lingkungan. Jurnal Komunikasi Indonesia, 6(2), 120 - 128.
  5. Khamdan, M. (2015). Kementerian Riset dan Teknologi. Retrieved from Pendidikan Agama dan Multikulturalisme: https://www.ristekbrin.go.id/kolom-opini/pendidikan-agama-dan-multikulturalisme/
  6. Moelong, L. J. (2012). Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
  7. Nasikun. (2000). Sistem Sosial Indonesia. Jakarta: Raja Grafindo Persada.
  8. Nova, S. P., & Firdaus, M. (2018). Efektivitas Komunikasi Aplikasi Telegram sebagai Media Informasi Pegawai PT. Pos Indonesia (Persero) Kota Pekanbaru. Jurnal Komunikasi dan Teknologi Informasi, 5(1), 1 - 11.
  9. Prasetya, A., & Sugandi, Y. S. (2019). Isu Gerakan Sosial Baru: Tempat Nasi Bandung. Jurnal Pemikiran dan Penelitian Sosiologi, 3(2), 54 - 65.
  10. Purboningsih, S. D. (2015). Gerakan Sosial Baru Perspektif Kristis: Relawan Politik dalam Pilpres 2014 di Surabaya. Jurnal Review Politik, 5(1), 100 - 125.
  11. Sari, D., & Siahainenia, R. (2015). Gerakan Sosial Baru di Ruang Publik Virtual pada Kasus Satinah. Jurnal Ilmu Komunikasi, 12(1), 105 - 118. Doi: 10.24002/jik.v12i1.446.
  12. Steers, M. R. (1985). Efektivitas Organisasi. Jakarta: Erlangga.
  13. Sugiyono. (2007). Metode Penelitian Bisnis. Bandung: Alfabeta.
  14. Sukmana, O. (2016). Konsep dan Teori Gerakan Sosial. Malang: Instrans Publishing.
  15. Usman, H. d. (20122). Metodologi Penelitian Sosial. Jakarta: Bumi Aksara.
  16. Witarko. (2018). Pendidikan Nilai-nilai Multikultural Maiyah dalam Forum Maiyah Mocopat Syafaat di Tamantirto Kasihan Bantul (Tesis). Diakses dari https://dspace.uii.ac.id/handle/123456789/10381.
  17. Yanto, E. (2002). Analisis Framing. Yogyakarta: LKIS.

Open Access Copyright (c) 2021 Dimas: Jurnal Pemikiran Agama untuk Pemberdayaan

Dimas: Jurnal Pemikiran Agama untuk Pemberdayaan
Institute for Research and Community Services (LP2M)
UIN Walisongo, Semarang, Indonesia
Jl. Walisongo No 3-5 Semarang 50185
Central Java, Indonesia
Website: https://lp2m.walisongo.ac.id/
Email: dimas@walisongo.ac.id

ISSN: 1411-9188 (Print)
ISSN: 2502-9428 (Online)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License

Get a feed by atom here, RRS2 here and OAI Links here

 
apps