PENANAMAN BUDAYA DAMAI VIA PENDIDIKAN

Yan Vita*  -  SDN Tegalombo 1 Kalijambe Sragen, Indonesia

(*) Corresponding Author

Artikel ini bertujuan untuk mendiskusikan proyek penanaman budaya damai
lewat pendidikan. Pentingnya disksui ini berangkat dari pandangan bahwa
pendidikan merupakan pilar utama bagi transforrnasi nilai-nilai dan pembentukan karakter. Demikian juga nilai-nilai dan kebudayaan damai serta pribadi yang berkarakter mencintai dan berperilaku damai semestinya bisa dibentuk lewat pendidikan. Namun demikian pada kenyataannya pendidikan seringkali memiliki hubungan tarik menarik dengan lingkungan soaial, politk, ekonomi dam keagamaan. Kekerasan yang ada dalam lingkungan\-lingkungan tersebut juga akan sangat berpengaruh dengan proses pendidikan. Dalam konteks semacam itu maka tidak menutup kemungkinan pendidikan juga menjadi salah satu penyangga budaya kekerasan. Proses pendidikan yang seharusnya menjadi pilar bagi syi’ar perdamaianpun bisa sebaliknya menjadi pilar syi’ar kebencian. Dari sinilah urgensi penanaman budaya damai via pendidikan. 

Keywords: budaya damai, pendidikan, karakter

  1. Abdullah, Irwan. 2008. Agama, Pendidikan Islam dan Tanggungjawab
  2. Sosial Pesantren, Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
  3. Barnaby, F., (ed), 1989, The Gaia Peace Atlas, New York Doubleday.
  4. Begley, P.T. (ed.). 1999, Values and Educational Leadership. Albani: State University of New York.
  5. Barash, D, 1999, Historical View of Peace, dalam World Encyclopedia of
  6. Peace, New York, Oceana Press
  7. Capra, F, 1982, The Turning Point, Toronto, Bantam Books.
  8. Cheng, S dan Kurtz, 1989, Third World Voice Defining Peace, Peace Review,
  9. Dobrosielski, 1987, On The Preparation of Societies of life in Peace, Buletin of Peace Proposal, 18(3), hal. 240
  10. Dobrosielski, 1987, The Scope and Priorities in Peace Research, UNESCO, Yearbook on Peace and Conflict Studies, Westsport, Connecticut, Greenwood Press.
  11. Galtung, J., 1995, “Violence, Peace and Peace Research”, dalam M. Salla (ed), Essays on Peace, Brisbane, University of Queensland Press.
  12. Haedari, Amin, dkk. 2004. Masa Depan Pesantren dalam Tantangan
  13. Modernitas dan Tantangan Kompleksitas Global, Jakarta: IRD Press.
  14. Hick, D.,1987, Education for Peace, Principles into Practice, Cambridge,
  15. Journal of Education.
  16. Madjid, Nurcholis, 1997. Bilik-bilik Pesantren Sebuah Potret Perjalanan,
  17. Jakarta: Paramadina.
  18. Mastuhu, 1994. Dinamika Sistem Pesantren, Jakarta: INIS
  19. Mas'ud, Abdurrahman, 2004. Intelektual Pesantren: Perhelatan Agama dan Tradisi, Yogyakarta: LkiS.
  20. Mas’ud, Abdurrahman., dalam Nuhrison, ed. 2010, Peranan Pesantren
  21. Dalam Mengembangkan Budaya Damai, Jakarta, Puslitbang Diklat
  22. Kemenag RI.
  23. Mische, 1987, The Earth as Peace Teacher, Manila, International Institute on Peace Education Navarro, Loreta., Castro,
  24. Jasmin, Nario, Galace, 2010, Peace Education; A Pathway to A Culture of Peace, Quezon City, Philipina, Canter for Peace Education Miriam College.
  25. Soelaiman, M. Munandar, 1998. Dinamika Masyarakat Transisi, Yogyakarta: Pustaka Pelajar
  26. Sukmadinata. 2006. Metode Penelitian Pendidikan, Yogyakarta: Pustaka
  27. Pelajar
  28. Wahid, Marzuki, dkk.(peny). Pesantren Masa Depan Wacana Pemberdayaan dan Transformasi Pesantren, Jakarta: Pustaka Hidayah.

Open Access Copyright (c) 2016 Yan Vita

Dimas: Jurnal Pemikiran Agama untuk Pemberdayaan
Institute for Research and Community Services (LP2M)
UIN Walisongo, Semarang, Indonesia
Jl. Walisongo No 3-5 Semarang 50185
Central Java, Indonesia
Website: https://lp2m.walisongo.ac.id/
Email: dimas@walisongo.ac.id

ISSN: 1411-9188 (Print)
ISSN: 2502-9428 (Online)

Creative Commons License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License

Get a feed by atom here, RRS2 here and OAI Links here

apps