Transformasi dan Optimalisasi Potensi Masjid Daerah Ujung Utara Kabupaten Tasikmalaya

Moh Yusup Saepuloh Jamal, Muhamad Dani Somantri, Cecep Moch. Ramli Al-Fauzi

Abstract


Mosque has a pivotal role in the process of Da’wah for Muslim, including  al-Barokah Mosqu, Guranteng, Tasikmalaya. This transformative research aims at transforming people's perception in understanding the substance of the role and function of mosques and optimizing the potential of the mosque to its fullest. This Participatory Action Research model links the social change process through three-area of empowerment : Community commitment, local leader, and institutional based needs. The results of the study gained action of change: Seeking the transformation of community paradigms on understanding the substance role of the mosque through several actions: FGD for restructuring DKM Management, strengthening DKM and DKM management training. Meanwhile, the second stage is to optimize the potential of the culture by implementing the mosque empowerment based on local culture, such as the training of Friday's cermon, corpes-handling management, Ziswaf Manager, reading Marhabaan, forming youth-mosque-managers, as well as assistance by other potential-based empowerment activities.

 

Secara substansi masjid mempunyai peran sentral yang sangat penting terhadap laju perjalanan dakwah umat Islam. Peran sentral masjid kenyataannya tidak berbanding lurus dengan keberadaan masjid al-Barokah daerah ujung utara Kabupaten Tasikmalaya. Penelitian transformatif ini bertujuan untuk mentransformasi persepsi masyarakat dalam memahami substansi peran dan fungsi masjid dan mengoptimalisasikan potensi masjid secara maksimal. Penelitian ini menggunakan model participatory action research yang menghubungkan proses perubahan sosial melalui tiga pemberdayaan: komitmen masyarakat, local leader, dan institusi berdasarkan kebutuhan. Dari hasil penelitian diperoleh aksi perubahan:  mengupayakan transformasi paradigma masyarakat terhadap pemahaman substansi peranan fungsi masjid yang diupayakan melalui beberapa action: refleksi FGD merestrukturisasi pengurus DKM, pengukuhan pengurus DKM; dan pelatihan manajemen DKM.Sementara tahap kedua melakukan langkah optimalisasi terhadap potensi yang dimiliki dengan menerapkan pemberdayaan masjid berbasis lokalitas budaya, seperti pelatihan khutbah Jum’at, pengurusan jenazah, pengelola Ziswaf, membaca marhabaan, pembentukan pengurus remaja/pemuda masjid, serta dampingan kegiatan pemberdayaan lainnya berbasis potensi.


Keywords


masjid, optimalisasi, potensi, transformasi

Full Text:

PDF

References


Adimihardja KusnakaHikmat.2003.Partisipatori Research, Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat. Bandung: Humaniora.

AfandiAgus dkk.2017.Modul Riset Transformatif. Sidoarjo: Dwiputra Pustaka Jaya.

Asep Suryanto dan Asep Saepulloh.2016.Optimalisasi Fungsi dan Potensi Masjid: Model Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Berbasis Masjid di Kota Tasikmalaya. Jurnal Iqtishoduna8(2).

Puji Astari.2014. Mengembalikan Fungsi Masjid sebagai Pusat Peradaban Masyarakat, Jurnal Ilmu Dakwah dan Pengembangan Komunitas, IAIN Raden Intan Lampung9 (1).

Hillenbrand R., Masjid In The Centre Islamic Land, British: Brill Academic Publisher, t.th.

https://id.m.wikipedia.org/wiki/masjid. Diakses pada hari Sabtu tanggal 21 April 2018.

Nurul Janah. 2016.Revitalisasi Peranan Masjid di Era Modern (Studi Kasus di Kota Medan). Program Pascasarjana UIN Sumatera Utara.

Jauhar Fuad dkk.Pemberdayaan Anak Jalanan Berbasis Musala Di Kelurahan Ngadirejo Kota Kediri.Kompilasi Hasil Penelitian Partipatoris.

Syamsul Kurniawan.2014. Jurnal Khatulistiwa. Jurnal of Islamic Studies.Masjid dalam Sejarah Lintas Islam4 (2).

Muhammad Muhhib Alwi. 2015.Optimalisasi Fungsi Masjid dalam Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat. Jurnal Al-Tatwir 2 (1).

Mukhibat. 2015. Rekonstruksi Spirit harmoni melalui KPM Posdaya Berbasis Masjid di Kecamatan Pulung Kabupaten Ponorogo. Jurnal Multikultural & Multireligius 14 (2).

Firman Nugraha. 2014.Transformasi Sosial Umat Islam Berbasis Masjid (Analisis Deskriptif Fungsi Masjid Raya Ciromed Sumedang). Jurnal Balai Diklat Keagamaan Bandung 11 (4).

Nana Rukmana.2012.Masjid dan Dakwah; Merencanakan, Membangun, dan Mengelola Masjid, Mengemas Substansi Dakwah, Upaya Pemecahan Krisis Moral dan Spiritual. Jakarta: al-Mawardi Prima.

M. Quraish Shihab.1996.Wawasan al-Quran, Tafsir Maudu’i Atas Berbagai Persoalan Umat. Bandung: Mizan.

Amin Syukur.2007.Pengantar Studi Islam, Semarang: CV Bima Sakti. 2003.

Efendi Hariandja Marihot.Manajemen Sumber Daya Manusia.Jakarta: Gramedia Widiasarana Indonesia.

Asep Usman Ismail. 2010. Manajemen Masjid. Bandung: Angkasa.

Wawancara dengan Ade Nani Tokoh pemuda dusunCikadu pada tanggal 15 November 2018.

Wawancara dengan Agus Herna Bendahara DKM tanggal 03 November 2018.

Wawancara dengan Dudu dusunCikadu tanggal 15 November 2018.

Wawancara dengan Engkos Koswara Kepala dusunCikadu tanggal 13 Oktober 2018.

Wawancara dengan Ibu Iis Kusmatyanti Ketua BKMM Desa Guranteng tanggal 03 November 2018.

Wawancara dengan Ibu Aisyah Ketua BKMMdusunCikadu tanggal 05 November 2018.

Wawancara dengan Pak RT 01dusunCikadu tanggal 01 November 2018.

Wawancara dengan ustad Yaya Hidayattokoh agama tanggal 13 Januari 2018.

Wawancara dengan Uu Taryono tokoh agama dusunCikadu tanggal 13 Oktober 2018.

Wawancara dengan Ustad Eman S. tokoh agama tanggal 02 Oktober 2018.

Wawancara dengan bapak Emod mantan kepala dusun Cikadu tanggal 22 April 2018.




DOI: http://dx.doi.org/10.21580/dms.2019.192.5134

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 Dimas: Jurnal Pemikiran Agama untuk Pemberdayaan