The Contributions of Indonesian Islam: in the Context of Socio-Cultural Identity

Wartono Wartono*  -  Wartono, M.Pd University of Muhammadiyah Purwokerto,, Indonesia
Supriyono Supriyono  -  Universitas Terbuka Purwokerto, Indonesia

(*) Corresponding Author

Supp. File(s): Data Analysis

This paper discusses on the contribution of Indonesian Islam in the context of socio-cultural identity. Muslim is a large social identity which represent to citizenship identification in Indonesian context. The dynamic of Indonesian Muslim that have special status is interesting to be investigated about socio-cultural identity. Actually, both in the Qur’an and the substantive level, Islam expression can be diverse. It could be considered Islamic expression of its role, character, approach and region. This paper records the results of research that has addressed the varietyproblem of Islamic identity in terms of region. The data was collected through answer method, documentation, and analyzed through content analysis. As a result, there are eight Islamic identities from the perspective of the region published in Indonesian, they are: Archipelago Islam, Indonesian Islam, Javanese Islam, Radical Islam, Islamic Sasak, Islamic Sharia, and Islam Indigenous Hatubana, Kumai Bubuhan Islamic, and Coastal Islamic. All Islamic identity is influenced by the culture and the local tradition. Only a handful of variants that the identity is rather keep a distance with the local culture and tradition, five times in Islamic Sasak, Islamic Sharia in Hatubana and Nabu Group in Kumai Bubuhan Islamic. The result describes that Muslim construct their citizenship identity with extending of Islamic teaching categorization and education in both of cultural and national. That is against to Turner’s opinion which said that citizenship will be luck by religious identification. Furthermore, Indonesian Muslim have been met of the citizenship identity as a transformative process from primordial categorization into inclusive categorization

Supplement Files

Keywords : Indonesian Islam;Socio-Cultural;Identity

  1. SasonoAdi, “Keadaan Sosial Tema Abadi”, dalam Muntaha Azhari (eds.), Ibid., h. 114.
  2. Afifuddin Muhajir. “Meneguhkan Islam Nusantara untuk Peradaban Indonesia dan Dunia”, dalam Akhmad Sahal (eds.), Islam Nusantara…, h. 67.
  3. Ahmad Khalil. 2008. Islam Jawa Sufisme dalam Etika & Tradisi Jawa. Malang: UIN Malang Press.
  4. Alwi Shihab. 1998. Islam InklusifMenuju Sikap Terbuka dalam Beragama (Bandung:Mizan Bekerjasama dengan Anteve.
  5. Andrew Beatty. 2001. dalam Varieties of Javanese Religion, Alih Bahasa Achmad Fedyani Saefudin. Jakarta: RajaGrafindo Persada.
  6. Azra, Azyumardi. 2002. Islam Nusantara Jaringan Global dan Lokal .Bandung: Mizan.
  7. Clifford Geertz. 1960. The Religion of Java . Glencoe: The Free Press.
  8. Garna, Judistira K. 2001.Ilmu-Ilmu Sosial, Dasar-Konsep-Posis., Bandung: Pascasarjana Unpad.
  9. H. A. Hidayat. 2006. Pemikiran Islam; Tentang Teologi dan Filsafat. Bandung: Pustaka Setia.
  10. Huda. 2016. Konstruksi Identitas Citizenship pada Muslim Yogyakarta. Jurnal Psikologi Integratif. Volume 4.Nomor 2.
  11. Kahmad, Dadang. 2000. Sosiologi Agama. Bandung: Remaja Rosdakarya.
  12. Kahmad, Dadang. 2002. Tarekat Dalam Islam: Spiritualitas Masyarakat Modern. Bandung: Pustaka Setia.
  13. Lasiyo, dkk.2016.Resistensi Komunitas Bonokeling Terhadap Islam Puritan.Ibda Jurnal Kebudayaan Islam.Volume.14, No.1.
  14. M. Dawam Rahardjo. 1989).” Melihat ke Belakang, Merancang Masa Depan: Pengantar”, dalam Muntaha Azhari (eds.), Islam Indonesia Menatap Masa Depan (Jakarta: Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat.
  15. M. Hariwijaya. 2006. Islam Kejawen(Yogyakarta: Gelombang Pasang.
  16. Machasin. 2011. Islam Dinamis Islam Humanis Lokalitas, Pluralisme, Terorisme. Yogyakarta: LKiS.
  17. Mark R. Woodward. 1989. Islam in Java Universitas of Arizona Press.
  18. Martin van Bruinessen. 1992. Tarekat Naksabandiyyah di indonesia(Bandung,: Mizan, 1992).
  19. Miharja,2014. Persentuhan Agama Islam dengan Kebudayaan Asli Indonesia. Miqot.Vol. 38 No. 1.
  20. Muchtar Buchori, “Pendidikan Islam di Indonesia: Problema Masa kini dan Perspektif Masa Depan”, dalam Muntaha Azhari (eds.), Ibid., h. 179.
  21. Nasir, Mohammad. 2004. Islam Sebagai Dasar Negara . Bandung: SEGAR ARSY.
  22. Nasution,Harun. 2003. Pembaharuan Dalam Islam; Sejarah Pemikiran dan Gerakan. Jakarta: PT. Bulan Bintang.
  23. Nur Syam adalah dosen di IAIN Sunan Ampel Surabaya menyelesaikan program doktornya dari Universitas Airlangga Surabaya dengan disertasi berjudul Tradisi Islam Lokal Pesisir: Studi Konstruksi Sosial Upacara pada Masyarakat Pesisir Palang Tuban Jawa Timur (2003). Dalam penelitian tersebut diungkapkan tentang adanya pola hubungan yang bercorak kolaboratif, yakni tradisi Islam lokal hasil kolaborasi berbagai penggolongan sosial yang ada di antara mereka. Nur Syam, Islam Pesisir (Yogyakarta: LKiS, 2004), h. vii.
  24. Nurcholish Madjid, “Aktualisasi Ajaran Ahlussunnah wal Jama’ah”, dalam Muntaha Azhari (eds.), Ibid., h. 73.
  25. Paul Stange. 1980. The Sumarah Movement In Javanese Myticis (Unpublished PhD. Thesis. Universitas Of Wisconsin-Madison.
  26. Mujamil. 2015. Ragam Identitas Islam di Indonesia dari Perspektif Kawasan. Episteme.Volume 10.Nomor 2.
  27. Ratu Suntiah dan Maslani. 2010. Sejarah Peradaban Islam (Bandung: CV. Insan Mandiri.
  28. Saleh, Fauzan. 2005. “Education and the Advancement of Cultural Islam: Rebuilding a “Creater Tradition” for Indonesian Islam”, dalam Alef Theria Wasim et.al, ReligiousHarmony: Problems, Practice and Education .Yogyakarta: Oais.
  29. Shiddiqi, Nourouzzaman. 1997. Fikih Indonesia Penggagas dan Gagasannya. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
  30. Simuh. 1987. “Aspek Mistik Islam Kejawen Dalam ‘Wirid Hidayat Jati’”, dalam Ahmad Rifa’i Hasan (ed.), Warisan Intelektual Islam Indonesia. Bandung: Mizan.
  31. Simuh. 2003. Islam dan Pergumulan Budaya Jawa . Jakarta: Teraju.
  32. Sinkretik yang penulis maksud adalah bertemunya satu kebudayaan masyarakat dengan unsur agama atau kepercayaan lainnya yang melekat pada kebudayaan suatu masyarakat.Deni Miharja, Integrasi Agama Islam dengan Kebudayaan Sunda (Disertasi, Pascasarjana UIN SGD Bandung, 2013), h.14-16.
  33. Soekanto, Soerjono. 1990.Sosiologi Suatu Pengantar (Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.
  34. Solihin, Muhtar. 2003.Prinsip-prinsip Dasar Pemikiran Keislaman. Bandung: Pustaka Setia.
  35. Subagya, Rachmat.1881. Agama Asli Indonesia. Jakarta: Yayasan Cipta Loka Caraka.
  36. Sudrajat, Ajat.2004. Tafsir Inklusif; Makna Islam.Yogyakarta: AK. Group.
  37. Deden. 2012. Islam dan Budaya Lokal: Kajian terhadap Interelasi Islam dan Budaya Sunda. Jurnal Ilmu Dakwah. Volume 6.Nomor. 19.
  38. Suryana.Toto, Cecep Alba, E. Syamsudin dan Udji Asiyah. 2007.Pendidikan Agama Islam.Bandung: Tiga Mutiara.
  39. Tim Ichtiar Baru van Hoeve. 1994.Ensiklopedi Islam (Jakarta: Ichtiar Baru van Hoeve, 1994).
  40. Wardiman Djojonegoro. 1996. dalam Ruh Islam Dalam Budaya Bangsa, Wacana Antar Agamadan Bangsa (Jakarta, Yayasan Festival Istiqlal.
  41. Yatim, Badri. 2008.Sejarah Peradaban Islam; Dirasah Islamiyah II .Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.
  42. Zainul Milal Bizawie. “Islam Nusantara Sebagai Subjek dalam Islamic Studies:Lintas Diskursus dan Metodologi”, dalam Akhmad Sahal (eds.), Ibid., h. 239.

Open Access Copyright (c) 2020 International Journal Ihya' 'Ulum al-Din
Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

International Journal Ihya' 'Ulum al-Din 
published by Pascasarjana Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang, Indonesia

Jl. Walisongo No.3-5, Tambakaji, Kec. Ngaliyan, Kota Semarang, Jawa Tengah 50185
Phone: +62 857-3303-6860
Website: http://pasca.walisongo.ac.id/
Email: ihyaulumaldin@walisongo.ac.id 

ISSN: 1411-3708 (Print)
ISSN: 2580-5983 (Online)
DOI : 10.21580/ihya

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License

 
apps