SEGREGASI ETNO-RELIGIUS: UPAYA RESOLUSI KONFLIK DAN PEMBANGUNAN PERDAMAIAN

Mustain Mustain*  -  State Institute for Islamic Studies (IAIN) Mataram, NTB, Indonesia

(*) Corresponding Author

Ethno-religious segregation in Lombok, especially in Mataram existed because of population migration and the implication of the implemenation of the policy on the politic of Karang Asem Hinduism Mataram Kingdom that dominated this area for more than one century (1670-1820). The policy subjected to the community made the fixed social stratification in the context of community settlement, and generated two different groups, the Balinesse-Hiduism as the noble and Sasak-Muslim as the lower-level society members. Applying qualitative method and conflict study approach it was revealed that historical legacy had been become the social-psychological barrier for the two communities for making open and trustful interaction.

***

Segregasi etno-religius di wilayah Lombok, khususnya di Mataram selain terjadi karena migrasi penduduk, juga merupakan implikasi dari penerapan kebijakan politik kerajaan Hindu Karangasem Mataram yang menguasai wilayah ini selama 1,5 abad, yaitu dari tahun (1670-1820 M). Kebijakan itu antara lain dalam bentuk mempertahankan stratifikasi sosial masyarakat dalam pemukiman, sehingga melahirkan komunitas Bali-Hindu sebagai kelompok bangsawan dan komunitas Sasak-Islam sebagai kelompok rakyat kelas bawah. Melalui metode kualitatif dan pendekatan kajian konflik tampak bahwa warisan sejarah telah menjadi hambatan psikologis-sosial kedua komunitas untuk berinteraksi secara terbuka dan saling mempercayai.

Keywords : segregasi; Lombok; Bali-Hindu; Sasak-Islam; etno-religius

  1. Benedict Anderson, Violence and the State in Suharto's Indonesia, Ithaca: Southeast ASIa Program, Cornell University, 2001.
  2. Peter Blau, Inequity and Homogeneity: a Primitive Theory of Social Structure, New York: The Free Press, 1977.
  3. Andrik Purwasito, Komunikasi Multikultural, Surakarta: Muhammadiyyah University Press, 2003.
  4. Vvahid, Irvan, “Anatomi Konflik Etno-religius di Pulau Lombok,” Laporan Penelitian, 2008.
  5. Yudhistira K. Garna, “Konflik dan Resolusi Konflik di Nusa Tenggara Barat,” Laporan Penelitian, 2001.
  6. Ismail dkk, “Dinamika Pluralisme Agama di Nusa Tenggara Barat,” Laporan Penelitian, 2008.
  7. Mustain dkk, “Hubungan Muslim-Hindu di kota Mataram: Kajian tentang Potensi Konflik dan Integrasi,” Laporan Penelitian, 2008.
  8. Fawaizul Umam, “Antara Membina dan Memperbanyak Umat: Pola Penyiaran Agama Hindu dan Islam di Kota Mataram,”Laporan Penelitian, 2006.
  9. M. Natsir dkk, “Pemetaan Kerukunan Hidup Beragama di Lombok,” Laporan Penelitian, 2006.
  10. Mahmudin, “Segregasi dan Keadilan Ruang (Kasus Studi: Lingkungan Perumahan Dualistik di Bandung dan Makassar),” Laporan Penelitian .
  11. Misbah Zulfa Elizabeth, “Multi Etnisitas Indonesia dan Potensi Konflik di Dalamnya” dalam Musahadi HAM (ed.), Mediasi dan Resolusi KonfLik di Indonesia: dari KonfLik Agama hingga Mediasi PeradiIan, Semarang: Walisongo Mediation Center, 2007.
  12. Wahjudin Sumpeno, Memimpin Perdamaian: Modul Pelatihan Mediasi dan Resolusi Konflik untuk Pemimpin Desa, Banda Aceh: Bappenas dan World Bank, 2009.
  13. Paul Procter, Longman Dictionary of Contemporary English, London: Longman Group Limited, 1978.

Open Access Copyright (c) 2016 Walisongo: Jurnal Penelitian Sosial Keagamaan
Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Indexed by

Journal Terindex di DOAJ Journal Terindex di EBSCO Journal Terindex di Crossref Journal Terindex di Sinta Journal Terindex di Google Scholar Journal Terindex di Academia Journal Terindex di Mendeley Journal Terindex di Leiden Journal Terindex di Base Journal Terindex di Garuda Journal Terindex di Moraref Journal Terindex di onesearch 

 


Copyright © 2020 Walisongo: Jurnal Penelitian Sosial Keagamaan, ISSN: 0852-7172 (p) 2461-064X (e)

Published by Institute for Research and Community Services (LP2M), Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang
Jl. Walisongo No. 3-5 Semarang, Indonesia. Phone +6224 7601292 Email: walisongo@walisongo.ac.id

Creative Commons License This work is licensed under a Creative Commons
View My Stats
apps