Beyond Doctrinal Exclusivism: Human Dignity and Diaconal Engagement as a Practical Theology for Social Cohesion in Indonesia
DOI:
https://doi.org/10.21580/teo.2026.37.1.31062Keywords:
Interreligious Dialogue, Christian Religious Education, Pluralistic Society, Scholastic Leadership, Social Cohesion, PeacebuildingAbstract
This study investigates how Christian Religious Education (Pendidikan Agama Kristen / PAK) lecturers in Indonesian higher education institutions facilitate interreligious dialogue to mitigate horizontal conflicts and nurture systemic tolerance. Employing a qualitative descriptive methodology grounded in a comprehensive literature review, this research systematically analyzes the transformation of pedagogical approaches from doctrinally exclusive models toward context-sensitive, dialogical frameworks. The findings reveal that academic actors serve as essential ethical and pedagogical agents by integrating interreligious dialogue into the curricula, facilitating structured interfaith discussions, modeling inclusive behavior, and leading cross-faith institutional partnerships. The study's main novelty lies in its operationalization of practical "diaconal engagement" and a lived "philosophy of encounter" within Christian higher education to transcend mere normative ideals. This research contributes to global discourses on peace education and moderating religious radicalism by providing a replicable matrix of scholastic leadership for multi-faith nations.
Downloads
References
Antameng, M. D. (2021). Deradikalisasi konflik agama mayoritas (Islam)-minoritas (Kristen) di Indonesia. Psalmoz: A Journal of Creative and Study of Church Music, 2(1), 79–88.
Baharudin, M. (2014). Filsafat perenial sebagai alternatif metode resolusi konflik agama di Indonesia. Jurnal Theologia, 25(1), 29–64.
Boiliu, F. M. (2020). Peran pendidikan agama Kristen sebagai upaya dalam menangkal radikalisme agama di Indonesia. Jurnal Rontal Keilmuan Pancasila dan Kewarganegaraan, 6(2), 45–56.
Darwis, A. (2012). Redefinisi pendidikan agama Islam dalam terang pendidikan karakter. Jurnal Pendidikan Islam, 27(3), 383–398.
Farida, A. (2016). Manajemen konflik keagamaan melalui jaringan kerja antar umat beragama di Bandung Jawa Barat. Al-Qalam, 21(1), 141–152.
Febriyandi, F. (2019). Agama, ritual, dan konflik: Suatu upaya memahami konflik internal umat beragama di Indonesia. Handep: Jurnal Sejarah dan Budaya, 2(2), 123–142.
Hoekema, A. A. (2010). Manusia: Ciptaan menurut gambar Allah. Momentum, pp. 112–135.
Iswari, R., Alimi, M. Y., & Irfani, A. I. (2013). Toleransi antar penganut Nahdhatul Ulama, Muhammadiyah, dan Kristen Jawa di Batang. Komunitas, 5(1), 88–101.
Jura, D. (2020). Peran Pendidikan Agama Kristen (PAK) dalam semangat moderasi beragama demi NKRI. Jurnal Dinamika Pendidikan, 13(3), 315–323.
Kusuma, W. H. (2015). Agama dan resolusi konflik (Analisis terhadap konflik kegamaan di Indonesia). Jurnal Ilmiah Syi’ar, 15(1), 67–82.
Luji, D. S. (2023). Gereja dan moderasi beragama. Moderatio: Jurnal Moderasi Beragama, 2(2), 47–58.
Madung, O. G. (2012). Martabat manusia sebagai basis etis masyarakat multikultural. Diskursus-Jurnal Filsafat dan Teologi STF Driyarkara, 11(2), 160–173.
Muhadjir, N., & Sumarno, S. (2016). Paradigma pendidikan agama dalam masyarakat plural. Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan, 20(2), 179–197.
Nugroho, A. S. W., Stevanus, K., & Suwito, G. (2022). Membangun relasi sosial melalui pelayanan sosial sebagai aksi Misio Dei. THRONOS: Jurnal Teologi Kristen, 4(2), 102–115.
Paparang, S. R. (2024). JUKSTAPOSISI HUKUM ALLAH: Mosaik ajaran Yesus dalam Matius 22: 37-40. MEFORAS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen, 1(1), 17–32.
Pranowo, Y. (2023). Kepentingan diri dan martabat manusia. Focus, 4(1), 81–92.
Rohmiyati, A., Deni, I., Sawandi, E., & Subarkah, M. A. (2023). Pendidikan Agama Islam dalam rangka penanggulangan radikalisasi. Al-Hasanah: Jurnal Pendidikan Agama Islam, 8(1), 71–84.
Rosyid, M. (2017). Peredam konflik agama: Studi analisis penyelesaian di Tolikara Papua 2015. Afkaruna: Indonesian Interdisciplinary Journal of Islamic Studies, 13(1), 48–81.
Rumahuru, Y. Z. (2019). Mengembangkan pendidikan agama inklusif sebagai solusi pengelolaan keragaman di Indonesia. Jurnal Teruna Bhakti, 1(1), 59–68.
Rumahuru, Y. Z., & Talupun, J. S. (2021). Pendidikan agama inklusif sebagai fondasi moderasi beragama: Strategi merawat keberagaman di Indonesia. KURIOS (Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen), 7(2), 453–462.
Sahertian, N. L., Metekohy, B., & Ming, D. (2021). Analysis of church suffering in society of Indonesia. Journalism and Mass Communication, 11(2), 75–89. https://doi.org/10.17265/2160-6579/2021.02.003
Setiawan, D. E., & Stevanus, K. (2023). Significance of Islam Nusantara values in an Indonesian multicultural society. Journal of Al-Tamaddun, 18(1), 203–214.
Siregar, C. (2017). Fenomena pluralisme dan toleransi beragama di Indonesia dalam perspektif kekristenan. Jurnal Ilmu Ushuluddin, 4(1), 15–28.
Stevanus, K. (2018). Tujuh kebajikan utama untuk membangun karakter Kristiani anak. BIA’: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Kontekstual, 1(1), 79–95.
Stevanus, K. (2020). Memaknai kisah orang Samaria yang murah hati menurut Lukas 10: 25-37 sebagai upaya pencegahan konflik. BIA’: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Kontekstual, 3(1), 1–13.
Uling, M. (2020). Tinjauan manusia sebagai gambar Allah terhadap kasus human trafficking di Indonesia. TE DEUM (Jurnal Teologi dan Pengembangan Pelayanan), 9(2), 231–247.
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 David Priyo Susilo, Kalis Stenanus

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

















