MAKNA SIMBOLIK UPACARA SIRAMAN PENGANTIN ADAT JAWA

Waryunah Irmawati*  -  State Institute for Islamic Studies (IAIN) Surakarta, Indonesia

(*) Corresponding Author

Siraman (bathing) is a Javanese ritual ceremony that is done one day before the bride does the ijab qabul. In the siraman ritual, the operational rule and the equipments (uborampe) that are used are already definite (maton/pakem) as the symbols that have meanings. The meanings of the symbols in the siraman cannot be put off from Javanese context. Phenomenology and philosophy approaches using hermeneutic method towards siraman ritual are interpreted comprehensively to make the meanings of symbols clearly therefore the symbols in the siraman ritual can be understood. This research figures the inter relations among philosophy, culture and Islam.

***

Siraman (mandi) merupakan upacara adat Jawa yang dilakukan sehari sebelum pengantin melaksanakan ijab qabul. Dalam upacara siraman tata pelaksanaan dan peralatan (ubarambe) yang digunakan sudah maton/pakem sebagai sebuah simbol yang memiliki arti dan makna. Makna dan arti simbol dalam siraman tidak terlepas dari konteks Jawa. Model pendekatan fenomenologis, dan kemudian secara filosofis menggunakan metode hermeneutik diinterpretasikan secara komprehensif agar makin jelas arti dan makna sehingga akan lebih mudah memberikan pemahaman tentang saling hubungan (interelasi) antara filsafat, budaya dan Islam.

Keywords: interelasi; siraman; filsafat Jawa; budaya Jawa; Islam

  1. Ahnadi, Asmoro, Filsafat Umum, Jakarta: Raja Grafindo Persada, 1995.
  2. Astiyanto, Heniy, Filsafat Jawa, Menggali Butir-butir Kearifan Lokal, Yogyakarta: Warta Pustaka, 2006.
  3. Bodgan, R. & Taylor, S.J., Kualitatif Dasar-dasar Penelitian, Surabaya: Usaha Nasional, 1993.
  4. Bratasiswara, Harmanto, Bauwarna: Adat Tata Cara Jawa, Jakarta: Yayasan Citra, 2000.
  5. Budaya, Surakarta: UNS Press, 1996.
  6. Ciptoprawiro, Abdullah, Filsafat Jawa, Jakarta: Balai Pustaka, 1996.
  7. Dibyasuharda, Dimensi Metafisik dalam Simbol: Ontologi Mengenai Akar Simbol, Yogyakarta: UGM Press, 1990.
  8. Endah, Kuswo, “Petung, Prosesi dalam Ritual Manten Masyarakat Jawa”, Jurnal Kebudayaan Jawa, Yogyakarta: Jurusan Pendidikan Bahasa Daerah Fakultas Bahasa dan Seni UNY, Vol. I No 2 Agustus 2006.
  9. Endraswara, Suwardi, Mistik Kejawen, Yogyakarta: Narasi, 2006.
  10. Endraswara, Suwardi, Falsafah Hidup Jawa, Yogyakarta: Cakrawala, 2006.
  11. Gazalba, Sidi, Pengantar Kebudayaan sebagai Ilmu, Jakarta: Pustaka Antara, 1993.
  12. Geertz, Clifford, Abangan, Santri dan Priyayi dalam Masyarakat Jawa, Jakarta: Pustaka Jaya, 1989.
  13. Gie, The Liang, Konsepsi Kearah Penertiban Filsafat, Yogyakarta: Karya Kencana, 1977.
  14. Hanafi, Hasan, Agama, Kekerasan dan Islam Kontemporer, Yogyakarta: Jendela, 2001.
  15. Hariwijaya, Tata Cara Penyelenggaraan Perkawinan Adat Jawa, Yogyakarta: Hanggar Kreator, 2004.
  16. Herusatoto, Budiyono, Simbolisme dalam Budaya Jawa, Yogyakarta: Hanindita, 1997.
  17. Khadziq, Islam dan Budaya Lokal, Belajar Memahami Realitas Agama dalam Masyarakat, Yogyakarta: Teras, 2009.
  18. Koentjaraningrat, Kebudayaan Jawa, Jakarta: PN Balai Pustaka, 2000.
  19. Muhadjir, Noeng, Metodologi Penelitian Kualitatif, Yogyakarta: Rake Sarasin, 1996.
  20. Mulder, Nields, Kepribadian Jawa dan Pembangunan Nasional, Yogyakarta: Gadjah Mada University Press, 1986.
  21. Muti’ah, Anisatun, dkk., Penyerapan Nilai-nilai Budaya Lokal dalam Kehidupan Beragama di Cirebon dalam Harmonisasi Agama dan Budaya di Indonesia, Jakarta: Balitbang Agama, 2009.
  22. Prabowo, Dhanu Priyo, Pengaruh Islam dalam Karya-karya R.Ng. Ranggawarsita, Yogyakarta; Narasi, 2003.
  23. Pringgawidagda, Suwarna, Tata Upacara dan Wicara Pengantin Gaya Yogyakarta, Yogyakarta: Kanisius, 2006.
  24. Purwadi, Tata Cara Pernikahan Pengantin Jawa, Yogyakarta: Media Abadi, 2004.
  25. Rahman, Budhy Munawar, Islam Pluralis: Wacana Kesetaraan Kaum Beriman, Jakarta: Paramadina, 2001.
  26. Razak, Nasruddin, Dienul Islam, Bandung: Al-Ma’arif, 1993.
  27. Ricklefs, Sejarah Indonesia Modern, Yogyakarta: Gadjah Mada Press, 1995.
  28. Roqib, Moh., Harmoni Budaya Jawa, Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2007.
  29. Shidarta, Darji Darmono, Pokok-pokok Filsafat Hukum: Apa dan Bagaimana Filsafat Hukum Indonesia, Jakarta: Gramedia, 2006.
  30. Sholikhin, M., Filsafat dan Metafisika dalam Islam, Yogyakarta: Narasi, 2008.
  31. Simuh, Sufisme Jawa, Transformasi Tasawuf Islam ke Mistik Jawa, Yogyakarta: Yayasan Bentang Budaya, 1996.
  32. Suratno, Siti Chamamah, “Agama dan Pluralitas Budaya Lokal: Dialektika Pemerkayaan Budaya Islam Nasional” dalam Zakiyuddin Baidhawy, Agama dan Pluralitas Budaya Lokal, Surakarta: Pusat Studi Budaya dan perubahan Sosial, Surakarta, 2002.
  33. Susanto, Astri S., Pengantar Sosiologi dan Perubahan Sosial, Bandung: Bina Cipta, 1979.
  34. Suseno, Frans Magnis, Etika Jawa, Jakarta: Gramedia, 2001.
  35. Tafsir, Ahmad, Filsafat Umum, Bandung: Remaja Rosda Karya, 2003.
  36. Wardjoyo, Soesanto Poespo, Sekitar Manusia, Bunga Rampai tentang Filsafat Manusia, Jakarta: Gama Media, 1979.

Open Access Copyright (c) 2016 Walisongo: Jurnal Penelitian Sosial Keagamaan
Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Walisongo: Jurnal Penelitian Sosial Keagamaan
ISSN 0852-7172 (p) 2461-064X (e)

Publisher:
Institute for Research and Community Services (LP2M)
Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang, Rectorate Building, 3rd Floor
Jl. Prof. Hamka - Kampus 3, Tambakaji Ngaliyan 50185, Semarang, Central Java, Indonesia
Email: walisongo@walisongo.ac.id


Creative Commons License
This work is licensed under a 
Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License 

View My Stats

apps