ANALISIS SEMIOTIKA PENDIDIKAN MORAL ANAK USIA DINI DALAM KITAB TARBIYAT AL-AULAD FI AL-ISLAM

Lilif Muallifatul Khorida Filasofa*  -  Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang, Indonesia
Pendidikan moral harus dilakukan sejak dini. Sehingga saat dewasa, seorang anak akan menjadi pribadi yang berakhlaqul karimah. Banyak masalah yang muncul di wilayah anak. Yaitu tidak memanfaatkan waktu senggang untuk membentuk psikis ataupun psikis, dan pe­ngaruh menonton film sadis-porno baik dilakukan secara langsung maupun tidak. Salah satu pemikir pendidikan Islam yang pernah membahas tersebut adalah Abdullah Nasih Ulwan. Ia selain membahas masalah tersebut juga membuat solusi untuk menangani bahkan mencegah. Tulisan ini menganalis kitab Tarbiyat al-Aulad fi al-Islam dalam kacamata semiotik. Adapun teori yang dipakai adalah tingkatan dua tahap; denotasi dan konotasi oleh Roland Barthes. Dua teks permasalahan yang dianalisis adalah kurangnya pemanfaatan waktu dan penanggulanganya, dan dampak negatif menonton film sadis dan porno.Hasil analisis teks kurangnya pemanfaatan waktu dan penanggulanganya dalam tingkat denotasi adalah waktu senggang anak harus dimanfaat orangtua untuk membentuk moral anak. Dalam tingat konotasi, pendidikan moral anak tidak hanya dibangun dalam ranah psikis atau jasmani. Maka dalam ranah operasionalnya yang harus dilakukan adalah melatih anak berlari-lari, melompat-lompat, menulis, dan sholat. Dimana semua aktifitas tersebut dapat me­me­ngaruhi kondisi psikis maupun jasmani anak. Selanjutnya, dalam ana­lisis teks pengaruh menonton film sadis-porno dan penanggul­angan­nya dalam tingkat denotasi adalah Ulwan hendak menegaskan bahwa pengaruh dari tontonan sangat mempengaruhi karakter dan moral anak. Pengaruh ini karena indra pengelihatan disuguhi gambar-gambar yang dapat merangsang pikiranya. Sehingga mendorong anak mencontoh apa yang ditonton oleh anak. Dalam tingkat konotasi, film yang baik akan mempengaruhi karakter penonton.

Keywords : semiotik; moral; anak usia dini; Tarbiyat al-Aulad fi al-Islam

  1. al-Asqalani, Ibnu Hajar, Terjemah Lengkap Bulughul Maram, Jakarta: Media Eka Sarana,2009.
  2. al-Baihaqy, Ahmad bin al-Husain bin ‘Ali bin Musa Abu Bakar. Sunan al-Baihaqy al-Kubra, Makkah al-Mukarramah: Maktabahdar al-Baz, Juz 10, 1994.
  3. Barnawi dan Muhammad Arifin, Etika dan Profesi Kependidikan, Jogjakarta: Ar-Ruzz Media, 2012.
  4. Edhie Prayitno Ige, “Kronologi Tawuran Bocah SD Bersenjata Tajam”, dalam Liputan 6 http://regional.liputan6.com/read/2661828/kronologi-tawuran-bocah-sd-bersenjata-tajam, diakses pada 29 November 2016.
  5. Hawi, Akmal. Kompetensi Guru Pendidikan Agama Islam, Depok: Grafindo, 2013.
  6. Khoiriyah, Menggagas Sosiologi Pendidikan Islam, Yogyakarta: Teras, 2012.
  7. Nana Syaodih, Sukmadinata, Metode Penelitian Pendidikan, Bandung: Remaja Rosdakarya, 2010.
  8. Nasution, Sosiologi Pendidikan, Jakarta: Bumi Aksara, 2010.
  9. Piliang, Yasraf Amir. Semiotika Teks: Sebuah pendekatan Analisis Teks” (Jurnal Mediator, No. 2, Vol. 5, 2004), hlm. 189.
  10. Purwanto, Ngalim Psikologi Pendidikan, Bandung: Rosda Karya, 2011.
  11. R. Payong, Marselus. Sertifikasi Profesi Guru, Jakarta: Permata Puri, 2011.
  12. Ratna, Nyoman Kutha. Teori, Metode, dan Tekhnik Penelitian Sastra, Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2009.
  13. Rohman, Abdul. “Pembiasaan sebagai Basis Penanaman Nilai-nilai Akhlak Remaja”, Nadwa Vol. IV, No. 1, April, 2012.
  14. Roland Barthes, Elements of Semiology, terj., Kahfie Nazarudin, Elemen-Elemen Semiologi, Yogyakarta: Jalasutra, 2012.
  15. Semi, M. Atar Metode Penelitian Sastra, Bandung: Angkasa, 2012.
  16. Skolimowski, Henryk. Eco-Philosophy: Designing New Tactics for Living, ditejemah¬kan oleh Saut Pasaribu dengan judul Filsafat Lingkungan, Jogjakarta: Bintang Budaya, 2004.
  17. Sumarno, M. Dasar-dasar Apresiasi Film, Jakarta: Gramedia Widiasarana Indonesia,1996.
  18. Suprihatiningrum, Jamil, Guru profesional, Jogjakarta: Ar Ruzz Media, 2014.
  19. Suyanto, Menjadi Guru Profesional, Bandung: Erlangga, 2013.
  20. Tribun Jateng, “Ina si Nonok Dapat Surat dari Netizen Tahukan Dia Begini Nasihatnya” Sumber: http://jateng.tribunnews.com/2016/03/04/ina-si-nononk-dapat-surat-dari-netizen-tahukah-dia-begini-nasihatnya, diakses pada hari Senin 21 November 2016.
  21. Ulwan, Abdullah Nasih. Tarbiyat al-Aulad fi al-Islam, Beirut: Darussalam, t.th.

Sawwa: Jurnal Studi Gender
Published by the Center for Gender and Child Studies (Pusat Studi Gender dan Anak) LP2M, Universitas Islam Negeri Walisongo, Semarang.

 
 


 
website statistics 
Sawwa Visitor Statistics

 

apps