PRASANGKA: POTENSI PEMICU KONFLIK INTERNAL UMAT ISLAM

Muhammad Alfandi*  -  State Institute for Islamic Studies (IAIN) Walisongo, Semarang, Indonesia

(*) Corresponding Author

This study is about the potential prejudice sparked internal conflict of Muslims, especially between the group Nahdlatul Ulama (NU) and the Council of Tafsir Al-Qur'an (MTA) in Surakarta. Lately there is a conflict between NU and the MTA congregation. MTA is questioned by NU in some areas because of the materials and methods of preaching/dakwah considered to be provocative and less likely to appreciate the difference fiqhiyah and abusive deeds done by NU. From the reason above, the conflict between these two Islamic organizations appeared. One of the triggers that caused the internal conflict among Muslims is the certain group of Muslims can not understand well the other religious groups, which have different ideological backgrounds; that it affects the way of thinking, behaving and acting that are different from themselves. As a result, the internal relations marred by religious conflict, caused by the internal religious prejudice. Similarly, the possibility that occurred among the group of NU and MTA.

***

Penelitian ini adalah tentang potensi memicu prasangka konflik internal umat Islam, terutama antara kelompok Nahdlatul Ulama (NU) dan Majelis Tafsir Al-Qur'an (MTA) di Surakarta. Akhir-akhir ini ada konflik antara NU dan jemaat MTA. MTA dipertanyakan/diperdebatkan oleh NU di beberapa daerah karena bahan dan metode dakwah/dakwah dianggap/cenderung provokatif dan cenderung tidak menghargai perbedaan fiqhiyah dengan perbuatan kasar yang dilakukan oleh NU. Dari alasan di atas, konflik antara kedua organisasi Islam telah terjadi/ muncul. Salah satu pemicu yang menyebabkan konflik internal di kalangan umat Islam adalah kelompok tertentu umat Islam tidak bisa memahami dengan baik kelompok agama lain, yang memiliki latar belakang ideologi yang berbeda, se­hingga mempengaruhi cara berpikir, bersikap dan bertindak yang berbeda dari diri mereka sendiri. Akibatnya, hubungan internal yang dirusak oleh konflik agama, disebabkan oleh prasangka keagamaan internal. Demikian pula, ke­mungkin­an yang terjadi di antara kelompok NU dan MTA.

Keywords : prasangka; konflik internal; NU; MTA

  1. Abdul Djamil, “Pluralisme Agama di Indonesia”, makalah, disampaikan dalam Silaturrahim Tokoh-tokoh Agama, MUI Jawa Tengah, 2003.
  2. Achmad N., Pluralitas Agama: Kerukunan dalam Keragaman, Jakarta: Penerbit Buku Kompas, 2001.
  3. Adian Husaini, Solusi Damai Islam-Kristen, Surabaya: Pustaka Progresif, 2003.
  4. Allan G. Johnson, Human Arrangements: an Introduction to Sociology,. Sandigeo: Harcourt Brace Jovanovich Publishing, 1986.
  5. Alo Liliweri, Prasangka dan Konflik: Komunikasi Lintas Budaya Masyarakat Multikultur, Yogyakarta: LKIS, 2005.
  6. Balitbang Depag, Konflik Sosial Bernuansa Agama di Indonesia, Jakarta: Departemen Agama RI, 2003.
  7. Brown R., Prejudice: Menangani Prasangka dari Perspektif Psikologi Sosial, Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2005
  8. Choirul Mahfud, Pendidikan Multikultural, Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2008.
  9. Dewi Fortuna Anwar, dkk. (ed.), Konflik Kekerasan Internal: Tinjauan Sejarah, Ekonomi-Politik, dan Kebijakan di Asia Pasifik, Jakarta: Yayasan Obor Indonesia, Most-LIPI, LASEMA-CNRS, KITLV, 2005.
  10. Fathor Rahman MD, “Waspadai Api di balik Kasus MTA”, dalam Suara Merdeka, 1 Pebruari 2011.
  11. Hikam M., A.S., Islam, Demokratisasi dan Pemberdayaan Civil Society, Jakarta: Erlangga, 2000.
  12. Jajat Burhanuddin dan Arif Subhan, eds., Sistem Siaga Dini terhadap Kerusuhan Sosial, Jakarta: Balitbang Agama Depag RI dan PPIM, 2000.
  13. Koentjaraningrat, Kebudayaan Jawa, Jakarta: Balai Pustaka, 1984.
  14. LensaIndonesia.Com, “Konflik NU dan MTA.”
  15. M. Alfandi, Sikap, “Prasangka, dan Diskriminasi Potensi Pemicu Konflik Antara Etnis Jawa dan Cina (Tionghoa)”, Laporan Penelitian, Semarang: Puslit IAIN Walisongo, 2007.
  16. MUI Jawa Tengah, Peta Dakwah Jawa Tengah Tahun 2004.
  17. Musahadi (ed.), Mediasi dan Resolusi Konflik di Indonesia: dari Konflik Agama hingga Mediasi Peradilan, Semarang: Walisongo Mediation Center, 2007.
  18. Newcomb T.M., Psikologi Sosial, Bandung: Diponegoro, 1985.
  19. Nottingham E.K., Agama dan Masyarakat: Suatu Pengantar Sosiologi Agama, Jakarta: Rajawali Pers, 1997.
  20. Nurkholis Madjid, Islam Kemodernan dan Keindonesiaan, Bandung: Mizan, 1994.
  21. O’dea T.F., Sosiologi Agama, (terj.), Jakarta: Rajawali, 1990.
  22. Onong Uchjana Effendy, Pengantar Ilmu Komunikasi, Bandung: Alumni, 1981.
  23. Peter Worsley et.al, Pengantar Sosiologi: Sebuah Pembanding (terj.), Yogyakarta: Tiara Wacana, 1992.
  24. Rosnow, Ralph L., Poultry and Prejudice. Psychology Today, March, 1972
  25. Said Agil Sirajd, Menyikapi Kegarangan Puritanisme, Jawa Pos, 5 April 2011.
  26. Sarwono S.W. dan Meinarno E.A. (ed.), Psikologi Sosial, Jakarta: Salemba Humanika, 2009.
  27. Sears D. O., Psikologi Sosial Jilid II (terj.), Jakarta: Erlangga, 1994.
  28. Shelley E. Taylor, dkk., Psikologi Sosial (terj.), Jakarta: Kencana, 2009.
  29. Sjafri Sairin, Perubahan Sosial Masyarakat Indonesia: Perpektif Antropologi, Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2002.
  30. Soerjono Soekanto, Sosiologi Suatu Pengantar, Jakarta: Raja Grafindo Persada, 1990.
  31. Stephen K. Sanderson, Makro Sosiologi: Sebuah Pendekatan Terhadap Realitas Sosial, (terj.), Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2000.
  32. Sugiyono dan Eri Wibowo, Statistika Penelitian dan Aplikasinya dengan SPSS 10.0 for Windows, Bandung: Alfabeta, 2001.
  33. Sugiyono, Metode Penelitian Administrasi, Bandung: Alfabeta, 1999.
  34. Sugiyono, Metode Penelitian Bisnis, Bandung: Alfabeta, 1999.
  35. Susetyo, D.P.B., Stereotip dan Relasi Antar Kelompok, Yogyakarta: Graha Ilmu, 2010.
  36. Sutrisno Hadi, Metodologi Research, Jilid 1, 2 Yogyakarta: UGM, 1986.
  37. Syamsir, Potensi Konflik Sosial Berbasisi Agama di Minangkabau, Flamma Analisis, 2010.
  38. Thouless R.H., Psikologi Agama, (terj.), Jakarta: Rajawali, 1992.
  39. Tim Balai Penelitian Agama dan Kemasyarakatan Balai Litbang Jakarta, “Mencari Solusi Konflik dan Kekerasan Internal Umat Beragama,” Laporan Penelitian, 2003.
  40. Internet dan Surat Kabar:
  41. http://mta-online.com/v2/sekilas-profil/
  42. http://UmmatOnline.Net, “Warga Nahdliyin Protes, Radio MTA Ponorogo Dinilai Ajarkan Paham Wahabi,” Thursday, September 29, 2011.
  43. Koran Tempo, Kamis, 9 Maret 2006.
  44. Suara Merdeka, 1 April 2011.

Open Access Copyright (c) 2016 Walisongo: Jurnal Penelitian Sosial Keagamaan
Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Indexed by

Journal Terindex di DOAJ Journal Terindex di EBSCO Journal Terindex di Crossref Journal Terindex di Sinta Journal Terindex di Google Scholar Journal Terindex di Academia Journal Terindex di Mendeley Journal Terindex di Leiden Journal Terindex di Base Journal Terindex di Garuda Journal Terindex di Moraref Journal Terindex di onesearch 

 


Copyright © 2020 Walisongo: Jurnal Penelitian Sosial Keagamaan, ISSN: 0852-7172 (p) 2461-064X (e)

Published by Institute for Research and Community Services (LP2M), Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang
Jl. Walisongo No. 3-5 Semarang, Indonesia. Phone +6224 7601292 Email: walisongo@walisongo.ac.id

Creative Commons License This work is licensed under a Creative Commons
View My Stats
apps