POLA PENANGANAN KONFLIK AKIBAT KONVERSI AGAMA DI KALANGAN KELUARGA CINA MUSLIM

Misbah Zulfa Elizabeth*  -  State Institute for Islamic Studies (IAIN) Walisongo, Semarang, Indonesia

(*) Corresponding Author

This research has the purposes to reveal the patterns of conflict caused by religious conversion among Chinese Muslim in Semarang, the patterns of conflict resolution applied among them, and their view on the conflict resolutions applied. Applying the methods of interviewing using structured interview guidance, participation observation, and deep interview, it was revealed that there are five kinds of conflict come out of conversion: indifference, teasing allusion, rude speaking, rejection, and hostile. Meanwhile there are three ways found in resolving conflict caused by religious conversion: to let the conflict goes on and resolved by time, to explain the problem related to Islam, and to go out from family circle. Based on the varieties in resolving the conflict, it is revealed that the community tends to approve the peace way in solving any problem, otherwise it will break the value the community hold, harmony.

***

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap pola konflik yang disebabkan oleh konversi agama di kalangan Cina Muslim di Semarang, pola resolusi konflik yang diterapkan di kalangan mereka, serta pandangan mereka mengenai penyelesaian yang mereka lakukan, Dengan menggunakan metode wawancara dengan pedoman wawancara terstruktur, observasi partisipasi, observasi, dan wa­wan­cara mendalam ditemukan bahwa ada lima bentuk konflik akibat konversi: tidak dipedulikan, digoda, bicara kasar, penolakan, dan permusuhan. Sementara itu ditemukan tiga cara penyelesaian konflik, yaitu membiarkan masalah sehingga hilang bersama waktu, menjelaskan tentang Islam, dan keluar dari lingkup keluarga. Berdasarkan keragaman cara penyelesaian masalah tampak bahwa komunitas Cina cenderung menggunakan cara damai dalam menyelesaikan masalah.

Keywords : konflik; resolusi konflik; konversi agama; Cina Muslim; harmoni

  1. Ahimsa Putra, Heddy Shri, “Etnosains dan Etnometodologi” dalam Masyarakat Indonesia, Tahun XII (2), 1985, h. 103-133.
  2. Ahimsa Putra, Heddy Shri, “Sungai dan Air Ciliwung: Sebuah Kajian Etnoekologi” dalam Prisma 1 Januari 1997, h. 51-72.
  3. Black, Mary B., “Belief System” dalam Handbook of Social and Cultural Anthropology, editor John J. Honigmann, Chicago: Rand McNally College Publishing Company, 1973, h. 509-578.
  4. Braden, Charles S., “Syncretism” dalam Encyclopedia of Religion, editor Ferm Vergilius, Peterson, New Jersey: Littlefield Adams & Co., 1959, h. 756.
  5. Budiman, Amen, Masyarakat Islam Tionghoa di Indonesia, Semarang: Penerbit Tanjung Sari, 1979.
  6. Cheng, Jin (ed.), Kindness: Kebajikan (Ajaran Konfusius), Jakarta: Elex Media Komputindo, 1998.
  7. Coppel, Charles A., Indonesian Chinese in Crisis, Kuala Lumpur: Oxford University Press, 1983.
  8. Elmas, Pieter, “Perjalanan Menemukan Jati Diri” dalam Ken Sa Fak: Benih-benih Perdamaian dari Ke[pulauan Kei, Jogjakarta: Insist Press, 2004.
  9. Eriksen, Thomas Hylland, Ethnicity and Nationalism, London, Sterling, Virginia: Pluto Press, 2002.
  10. Farley, John E., Majority-Minority Relation, Englewood Cliffs, New Jersey: Prentice Hall, Inc., 1988.
  11. Fisher, Simon, et.al., Working With Conflict, London: Zed Books, 2000.
  12. Geertz, Clifford, The Interpretaton of Culture, New York: Basic Books, 1973.
  13. Giap, The Siau, “Islam and Chinese Assimilation in Indonesia and Malaysia” dalam Chinese Beliefs and Practices in Southeast Asia, editor Chen Hock Tong, Selangor: Pelanduk Publication, 1993.
  14. Heidhues, Mary Somers, “Indonesia” dalam The Encyclopedia of the Chinese Overseas, editor Lynn Pan, Singapura: Archipelago Press, 1998, pp. 151-168.
  15. Ihromi, TO, “Paradigma Baru bagi Pengkajian Masalah Wanita dan Jender dalam Antropologi” dalam Antropologi Indonesia, Th. XXIII, No. 60, 1999.
  16. Jahja, Junus, Masalah Tionghoa di Indonesia, Jakarta: Lembaga Pengkajian Masalah Pembauran, 1999.
  17. Kodiran, “Kebudayaan Jawa” dalam Manusia dan Kebudayaan Indonesia, Jakarta: Djambatan, 1999, h. 329-352.
  18. Kodiran, Kebudayaan Jawa, Jakarta: Balai Pustaka, 1984.
  19. Koentjaraningrat, Sejarah Teori Antropologi, Jakarta: UI-Press, 1980.
  20. Koentjaraningrat, Beberapa Pokok Antropologi Sosial, Jakarta: Dian Rakyat, 1981.
  21. Kuper, Adam, Pokok dan Tokoh Antropologi, Jakarta: Bhratara, 1996.
  22. Laksono, P.M dan Roem Topatimasang, (ed.), Ken Sa Fak: Benih-benih Perdamaian dari Kepulauan Kei, Jogjakarta: Insist Press, 2004.
  23. McGuire, Meredith B., Religion: The Social Context. Belmoth California: Wodsworth Publising Company, 1985.
  24. Poerwanto, Hari, “Orang Khek di Singkawang: Suatu Kajian mengenai Masalah Asimilasi Orang Cina dalam Rangka Integrasi Nasional di Indonesia,” Disertasi untuk memperoleh gelar doktor dalam bidang Antropologi pada Universitas Indonesia, Selasa 19 Juni 1990.
  25. Pranowo, Bambang, Pandangan Keagamaan WNI Keturunan Cina, Jakarta: Kordinasi Dakwah Islam (KODI) DKI Balai Penelitian Agama dan Ke¬masyarakat¬an Pembina Iman Tauhid Islam (PITI) DPD DKI, 1992.
  26. Ramsbotham, Oliver et.al., Contemporary Conflict Resolution, Maiden USA: Polity Press, 2005.
  27. Sanjatmiko,”Orang-orang Keturunan Cina di Tangerang: Suatu Kajian tentang Faktor-faktor yang Mendorong dan Menghambat Proses Asimilasi Antara Penduduk Golongan Etnik Keturunan Cina Terhadap Penduduk Golongan Etnik Pribumi” dalam Makara, No. 3, Seri C Agustus 1999.
  28. Seymour-Smith, Charlotte, Macmillan Dictionary of Anthropology, London dan Basingstoke: The Macmillan Press Ltd., 1990.
  29. Singarimbun, Masri dan Sofian Effendi, Metode Penelitian Survai, Jakarta: LP3ES, 1989.
  30. Song, Shouxiang (ed.), Loyalty: Kesetiaan (Ajaran Konfusius), Jakarta: Elex Media Komputindo. 1998a.
  31. Song, Shouxiang (ed.), Love: Cinta (Ajaran Konfusius), Jakarta: Elex Media Komputindo, 1998b.
  32. Spradley, James P., Metode Etnografi, judul asli Ethographic Interview, terj. Misbah Zulfa Elizabeth, Jogyakarta: Tiara Wacana, 1997.
  33. Tan, Mely G. (ed.), Golongan Etnis Tionghoa di Indonesia: Suatu Masalah Pembinaan Kesatuan Bangsa, Jakarta: Gramedia, 1979.
  34. Tindall, B. Allan, “Theory in the Study of Cultural Transmission” dalam Annual Review of Anthropology, 1976..
  35. Vougan, Manners and Customs of Chinese of the Straits Settlements, Singapore: Oxford University Press, 1985.
  36. Wertheim, W.F., Masyarakat Indonesia dalam Transisi: Studi Perubahan Sosial, judul asli Indonesian Society in Transition: a Study of Social Change, penerjemah Misbah Zulfa Elizabeth, Jogjakartra: PT. Tiara Wacana, 1999.
  37. Willmott, Donald Earl, The Chinese of Semarang: A Changing Minority Community in Indonesia, Ithaca, New York: Cornell University Press, 1960.

Open Access Copyright (c) 2016 Walisongo: Jurnal Penelitian Sosial Keagamaan
Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Indexed by

Journal Terindex di DOAJ Journal Terindex di EBSCO Journal Terindex di Crossref Journal Terindex di Sinta Journal Terindex di Google Scholar Journal Terindex di Academia Journal Terindex di Mendeley Journal Terindex di Leiden Journal Terindex di Base Journal Terindex di Garuda Journal Terindex di Moraref Journal Terindex di onesearch 

 


Copyright © 2020 Walisongo: Jurnal Penelitian Sosial Keagamaan, ISSN: 0852-7172 (p) 2461-064X (e)

Published by Institute for Research and Community Services (LP2M), Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang
Jl. Walisongo No. 3-5 Semarang, Indonesia. Phone +6224 7601292 Email: walisongo@walisongo.ac.id

Creative Commons License This work is licensed under a Creative Commons
View My Stats
apps