POLITIK DAKWAH DAN DAKWAH POLITIK DI ERA REFORMASI INDONESIA

Andi Rosa*  -  State Institute for Islamic Studies (IAIN) Sultan Maulana Hasanuddin, Banten, Indonesia

(*) Corresponding Author

This research activity parse dzikir majelis Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) "Nurussalam" which has a strategic role in the democratic era. His status as a society organizations (NGOs) are positioned optimally by interest groups, political organizations and even into the container. By analyzing the dataobtained through interviews and documentation, the results of this study indicate that this council makes verses of the Qur’an that deals with the concept of al-‘ummah, al-ukhuwwah al-islamiyya, and al-ta'āwun as a cornerstone in interpreting para­graph integrative social which is then used as a propaganda entity. Proselytizing as mass communication, political communication line with more likely to use communication as a way to mobilize the masses massif. Even activities have been able to carry out the functions of political propaganda as part of the interest-group system.

***

Penelitian ini berusaha untuk mengurai kegiatan Majelis Dzikir Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) “Nurussalam” yang memiliki peran strategis di era reformasi. Statusnya sebagai organisasi masyarakat (Ormas) diposisikan secara maksimal oleh kelompok kepentingan, bahkan menjadi wadah lembaga politik. Dengan mengganalisis data yang diperoleh melalui wawancara dan dokumentasi, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa majelis ini menjadikan ayat al-Qur’an yang berkaitan dengan konsep al-‘ummah, al-ukhuwwah al-islāmiyyah, dan al-ta’āwun sebagai landasan dalam menafsirkan ayat sosial integratif yang kemudian dijadikan sebagai sebuah entitas dakwah. Dakwah sebagai komunikasi massa, sejalan dengan komunikasi politik yang lebih cenderung memanfaatkan komunikasi sebagai cara massif untuk menggalang massa. Bahkan kegiatannya telah mampu melaksanakan fungsi politik dakwah sebagai bagian dari sistem interest-group.

Keywords : tafsir integratif; kampanye politik; majelis dzikir; interest-group

  1. Almound, Gabriel A., Comparative Politic, 1978, dalam Mohtar Mas’oed; Perbandingan Sistem Politik, Yogyakarta: Gajah Mada University Press, 2006.
  2. Budiardjo, Miriam, Dasar-dasar Ilmu Politik, Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 2004.
  3. Cawidu, Harifuddin, “Konsep Kufr dalam al-Qur’an”, Disertasi, Jakarta: IAIN Jakarta, 1989.
  4. Firmanzah, Marketing Politik antara Pemahaman dan Realitas, Jakarta: Yayasan Obor Indonesia, 2008.
  5. Furaihan, Abu Abdillah, al-Ajwibah al-Mufīdah ‘an al-As`ilah al-Manāhij al-Jadīdah, Surakarta; Yayasan Madinah, 1997.
  6. Hanafi, Hasan, Metode Tafsir dan Kemaslahatan Umat, Jogjakarta: Nawesea Press, 2007.
  7. Ismatullah, Deddy dan Asep AS. Gatara, Ilmu Negara dalam Multi Perspektif: Kekuasaan, Masyarakat, Hukum, dan Agama, Bandung: Pustaka Setia, 2007.
  8. Iyāzī, Muhammad ‘Ali, al-Mufassirūn: Ḥayātuhum wa Manhajuhum, Teheran: Muassasat al-Ṭibā’at wa al-Nasyr Wizārat al-Thaqāfat al-Irsyād al-Islāmī, 1373 H.
  9. Kahmad, Dadang, Sosiologi Agama, Bandung: Rosda Karya, 2006.
  10. Kuntowijoyo, Identitas Politik Umat Islam, Mizan; Bandung, 1997.
  11. Mashur, Syaikh Musthofa, Fikih Dakwah, Jakarta: al-I’tisham Cahaya Umat, 2000.
  12. Mubarok, Achmad, Psikologi Dakwah, Pustaka Firdaus; Jakarta, 2001.
  13. al-Qusyairi, Abu al-Qasim, al-Risālah al-Qushairiyyah fī ‘Ilmi al-Taṣawwuf, t.t.p: Dar al-Khair; t.th.
  14. Rahardjo, Dawam, Ensiklopedi al-Qur’an: Tafsir Sosial Berdasarkan Konsep-konsep Kunci, Paramadina; Jakarta, 2002.
  15. Rakhmat, Jalaluddin, “Etika Komunikasi Perspektif Religi”, Seminar di Perpusnas; Jakarta, pada tanggal 18 Mei 1996.
  16. Rakhmat, Jalaluddin, Islam Aktual, Mizan; Bandung, 1996.
  17. Shihab, M. Quraish, Membumikan al-Qur’an: Fungsi dan Peran Wahyu dalam Kehidupan Masyarakat, Bandung: Mizan, 1995.
  18. ¬Shihab, M. Quraish, Menyingkap Tabir Ilahi: al-Asma’ al-Husna dalam Perspektif al-Qur’an, Jakarta: Lentera Hati, 2006.
  19. Shihab, M. Quraish, Tafsir al-Misbah, Lentera hati; Jakarta, 2000.
  20. Shihab, M. Quraish, Wawasan al-Qur’an: Tafsir Maudhu’i atas Pelbagai Persoalan Umat, Bandung: Mizan, 2007.
  21. Sjadzali, Munawir, Islam dan Tata Negara: Ajaran, Sejarah dan Pemikiran, Jakarta: UI Press, 1993.
  22. Tanthawi, Sayyid Muhammad, Adab al-Ḥiwār f’i ’l-Islām, terj., Dar al-Nahdah; Mesir, Jakarta: Azan, t.th.
  23. Varma, S.P., Teori Politik Modern, Jakarta: RajaGrafindo Persada, 2007.
  24. Wehr, Hans, A Dictionary of Modern Written Arabic, Ithaca, New York: Spoken Language Services Inc, 1976.
  25. Yusuf, Yunan, “Dakwah bil Ḥal,” Jurnal Kajian Dakwah dan Kemasyarakatan IAIN Syarif Hidayatullah; Jakarta, 2001.

Open Access Copyright (c) 2016 Walisongo: Jurnal Penelitian Sosial Keagamaan
Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Walisongo: Jurnal Penelitian Sosial Keagamaan
ISSN 0852-7172 (p) 2461-064X (e)

Publisher:
Institute for Research and Community Services (LP2M)
Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang, Rectorate Building, 3rd Floor
Jl. Prof. Hamka - Kampus 3, Tambakaji Ngaliyan 50185, Semarang, Central Java, Indonesia
Email: walisongo@walisongo.ac.id


Creative Commons License
This work is licensed under a 
Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License 

View My Stats

apps