THE DEVELOPMENT OF SCIENCES IN AL-QUR'AN PERSPECTIVES

Soleha Soleha  -  STAIN Syaikh Abdurrahman Siddik, Bangka Belitung, Indonesia
Adrian Adrian*  -  STAIN Syaikh Abdurrahman Siddik, Bangka Belitung, Indonesia

(*) Corresponding Author

This research applied the method of interpretation and bi ’l-ra'y approach. It tried to reinvent the spirit of the Qur'an and Hadith to push humankind to develop science integratively and to make it beneficial for human beings and nature. The research confirmed that human beings as khalīfah fi ’l-arḍ, was given the right and freedom to explore what is on this earth and its contents with all its potential. Even in the Qur'an, Allah has made available all materials for the development of science, al ayah al-kawniyyah verses. Al-Qur'an as a resource of knowledge in Islam stated that one of the advantages human beings from the others is that they were endowed reason to search and explore science for the progress of human beings.

***

Penelitian ini dengan menggunakan metode interpretasi dan pendekatan bi ’l-ra'y, mencoba untuk menciptakan kembali semangat Qur'an dan Hadits untuk men­dorong manusia untuk mengembangkan ilmu pengetahuan secara integratif dan membantu untuk manusia dan alam. Penelitian ini menegaskan bahwa manusia sebagai khalīfah fi ’l-arḍ, diberi hak dan kebebasan untuk dieksplorasi apa yang ada di bumi ini dan isinya dengan semua potensinya. Bahkan dalam al-Qur'an Allah telah menyediakan bahan-bahan untuk pengembangan ilmu pengetahuan, yang tentunya di sisi lain dengan ayat kawniyyah. Al-Qur'an sebagai sumber pengetahuan dalam Islam yang menyatakan bahwa salah satu keuntungan manusia dibandingkan makhluk yang lain adalah diberikan pikiran untuk men­cari dan mengeksplorasi ilmu pengetahuan untuk kemajuan manusia.

Keywords : Islamic science; al-Qur’an; integration; maṣlaḥat; khalīfah fi ’l-arḍ

  1. Abu Daud Sulaiman, Sunan Abū Dawūd (Collection of Hadits Abu Dawud), Beirut: Dar al-Ihya’ al-Turath al-Araby, n.d.
  2. Ali bin Muhammad al-Jarnuji, Kitāb al-Ta’rīfāt (Book of Definitions), Beirut: Dār al-Kutub al-‘lmiyyah, 1988.
  3. Ali Khallil Abu al-‘Ainain, Filsafat al-Tabiyyah al-Islāmiyyah fi ’l-Qur’ān al-Karīm (Pholosphy of Islamic Eduaction According to al-Qur’an al-Karim), n.p, Dar al-Fikr al-‘Araby, 1980.
  4. Badri Yatim, Sejarah Peradaban Islam (History of Islamic Civilization), Jakarta: Raja Grafindo Persada, 1997.
  5. Baedhowi, Antropologi al-Qur’an (Anthropology of al-Qur’an), Yogyakarta: LKIS, 2009.
  6. Baiquni, A., Islam dan Ilmu Pengetahuan (Islam and Science), Bandung: Pustaka, 1983.
  7. Briffault, Robert, The Making of Humanity, Montana: Kessinger Publishing, LLC, 2010.
  8. Fazlur Rahman, Tema Pokok al-Qur’an (Main Themes of al-Qur’an), translated by Anas Mahyuddin, Bandung: Pustaka, 1996.
  9. Hasan Basri Jumin, Sains dan Teknologi dalam Islam: Tinjauan Genetis dan Ekologis (Science and Technology in Islam: Genetic and Ecologic Per¬spective), Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2012.
  10. Hasymi, A., Sejarah Kebudayaan Islam (History of Islamic Culture), Jakarta: Bulan Bintang, 1979.
  11. Imam Syafi’e, Konsep Ilmu Pengetahuan dalam al-Qur’an (Concept of Science in al-Qur’an), Yogyakarta: UII Press, 2000.
  12. Jamil Shaliba, al-Mu’jam al-Falsafi (Encyclopedia of Philosophy), Beirut: Dar al-Kitab al-Lubnani, 1973.
  13. Jhon M. Echols & Hasan Shadily, Kamus Inggris-Indonesia (English-Indonesian Dictionary), Jakarta: Gramedia, 1996.
  14. M. Dawam Rahardjo, Ensiklopedi al-Qur’an: Tafsir Sosial Berdasarkan Konsep-Konsep Kunci (Encyclopedia of al-Qur’an: Social Interpretation According to Main Concepts), Jakarta: Paramadina, 2002.
  15. Mahdi Gholshani, Filsafat Sains Menurut al-Qur’an (Philosophy of Sciences According to al-Qur’an), translated by Agus Effendi, Bandung: Mizan, 1998.
  16. Mohammad Iqbal, Membangun Kembali Pikiran Agama dalam Islam (The Reconstruction of Religious Thought in Islam), translated by Ali Audah et.al., Jakarta: Tinta Emas, 1966.
  17. Mujamil Qomar, Epistemologi Pendidikan Islam dari Metode Rasional Hingga Metode Kritik (Epistemology of Islamic Education from Rational to Critical Method), Jakarta: Erlangga, 2007.
  18. al-Nahlawi, Aburrahman, Uṣūl al-Tarbiyah al-Islāmiyyah wa Asālibuhā fi ’l-Bayti wa al-Madrasati wa al-Mujtamā’, (The Basics and Methods of Islamic Education in Family, School, and Community), Dar al-Fikr al-Mu’ashir, Bairut-Libanon, 1403 H/ 1983 AD.
  19. Nurcholis Madjid, Islam: Doktrin dan Peradaban - Sebuah Telaah Kritis tentang Masalah Keimanan, Kemanusiaan dan Kemoderenan (Islam: Doctrine and Civilization: a Critical Discussion about Belief, Humanity and Modernity), Jakarta: Paramadina, 2000.
  20. Sirajuddin Zar, Konsep Penciptaan Alam dalam Pemikiran Islam, Sains, dan al-Qur’an (Concept of Creation of the Universe in the Thought of Islam, Science and al-Qur'an), Jakarta: Raja Grafindo Persada, 1994.
  21. al-Tirmidhi, al-Jāmi’ al-Ṣaḥīḥ Sunan al-Tirmidhi, (Encyclopedia of Hadith Sahih al-Tirmidhi), Cairo: Mustafá Babi al-Halabi,1962.
  22. Tim Penyusun, Pengembangan Kepribadian Pendidikan Agama Islam pada Perguruan Tinggi (Personality Development of Islamic Studies in Higher Education), Jakarta: Departemen Agama Direktorat Jenderal Pendidikan Islasm Direktorat Pendidikan Tinggi Islam, 2009.
  23. Toto Suharto, Filsafat Pendidikan Islam (Philosophy of Islamic Education), Yogyakarta: Ar-Ruzz, 2006.

Open Access Copyright (c) 2016 Walisongo: Jurnal Penelitian Sosial Keagamaan
Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Walisongo: Jurnal Penelitian Sosial Keagamaan
ISSN 0852-7172 (p) 2461-064X (e)

Publisher:
Institute for Research and Community Services (LP2M)
Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang, Rectorate Building, 3rd Floor
Jl. Prof. Hamka - Kampus 3, Tambakaji Ngaliyan 50185, Semarang, Central Java, Indonesia
Email: walisongo@walisongo.ac.id


Creative Commons License
This work is licensed under a 
Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License 

View My Stats

apps