SEEKING INTERSECTION OF RELIGIONS: An Alternative Solution to Prevent the Problem of Religious Intolerance in Indonesia

Nur Chanifah, Arif Mustapa

Abstract


Indonesia consisted of multiculture, ethnic and religion. There are six legal religions in Indonesia. Religious plurality is part of Indonesian life. In Religion, adherents always tried to compare between their own religion with other religions that can cause a truth claim of superiority of their religion. This caused any conflict like the case of GKI Yasmin in Bogor, three massive bomb blasts of Bali, and conflict of Ambon.  This is a library reseach applying sosiological approach. To analyze the problem, author used the conflict theory of Gillin and Gillin saying that conflict can be caused by deferences. Therefore, it is necessary to understand how the intersection of religions in order to prevent the conflict, included religious intolerence.  This research find that the intersection of religion can be found in values of humanity or the horizontal aspect (ḥabl  min al-nās). While the vertical aspect (ḥabl  min Allāh), they are different. By understanding the intersection of religions and nature of these differences, it is expected that religious harmony can be reinforced.

***

Indonesia terdiri dari beragam budaya, etnis dan agama. Terdapat enam agama yang diakui di Indonesia. Pluralitas tersebut merupakan bagian dari kehidupan masyarakat Indonesia. Pada kenyataannya, seseorang selalu ingin mem­banding­kan antara agama mereka sendiri dengan agama-agama lain, sehingga yang dapat menyebabkan klaim kebenaran. Kondisi ini menyebabkan terjadinya konflik seperti kasus GKI Yasmin di Bogor, tiga bom Bali, dan konflik Ambon. Penelitian ini adalah penelitian kepustakaan dengan menggunakan pendekatan sosiologi. Analisis kajian menggunakan teori konflik Gillin dan Gillin yang menyatakan bahwa konflik dapat disebabkan oleh perbedaan. Oleh karena itu, perlu untuk memahami bagaimana titik pertemuan antar agama untuk mencegah konflik, termasuk intoleransi agama. Penelitian ini menemukan bahwa pertemuan agama dapat ditemukan dalam nilai-nilai kemanusiaan atau aspek horizontal (ḥabl  min al-nās). Sedangkan aspek vertikal (ḥabl  min Allāh), mereka berbeda. Dengan memahami pertemuan antar agama dan sifat perbedaan ini, diharapkan kerukunan beragama dapat diperkuat.


Keywords


intersection; religion, religious intolerance; alternative solution; Indonesia

Full Text:

PDF

References


Arifin, Syamsul. “Konstruksi Pluralisme Agama di Indonesia”, in Jurnal Humanity Vol. V, No. 1, September 2009.

__________, Studi Islam Kontemporer: Arus Radikalisasi dan Multikulturalisme di Indonesia. Malang: Intrans Publishing, 2015.

Baharun, Muhammad. Dialog Perdamaian: Dialektika Muslim Moderat, Jakarta: Indonesia Press, 2010.

Biyanto, Pluralisme Keagamaan dalam Perdebatan (Pandangan Kaum Muda Muhammadiyah), Malang: UMM Press, 2009.

Geertz, Hildred. “Indonesian Cultures and Communities’, in Ruth T. Mc Vey (ed.). Indonesia, New Haven: Yale Uinversity Press, 1963.

Ghanoushi, Sheikh Rashid. Pluralisme dan monoteisme dalam Islam, dalam Mansoor al-Jamri (ed), Islamisme, Pluralisme dan Civil society, terj. Machnun Husain, Yogyakarta: Tiara Wacana, 2007.

Hidayat, Komaruddin. Membangun Teologi Dialogis dan Inklusivistik, in Komaruddi Hidayat & Ahmad Gaus AF (eds.), Passing Over: Melintasi Batas Agama, Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 2001.

Robert W. Hefner (ed.), Politik Multikulturalisme, Yogyakarta: Kanisius, 2007.

Ka’bah, Rifyal. “Pluralisme dalam Perspektif Syari’ah”, in Azyumardi Azra (et. al), Nilai-nilai Pluralisme dalam Islam: Bingkai Gagasan yang Berserak, Bandung: Nuansa, 2005.

Khadziq. Islam dan Budaya Lokal, Belajar Memahami Realitas Agama dalam masyarakat, Yogyakarta: Teras, 2009.

Madjid, Nurcholis, “Kebebasan Beragama dan Pluralisme dalam Islam”, in Komaruddin Hidayat dan Ahmad Gaus AF (eds,), Passing Over: Melintasi Batas Agama, Jakarta: Gramedia-Paramadina, 2001.

Munawar, Said Aqil Husin. Fiqih Hubungan Antar-Agama, Jakarta: Ciputat Press, 2003.

Musa, Ali Masykur. Membumikan Islam Nusantara: Respon Islam terhadap Isu-isu Aktual, Jakarta: Serambi Ilmu Semesta, 2014.

Rachman, Budhy Munawar, Argumen Islam untuk Pluralisme, Jakarta: Grasindo, 2010.

Shofan, Moh., Pluralisme: Menyelamatkan Agama-agama, Yogyakarta: Samudra Biru, 2011.

Thoha, Anis Malik. Tren Pluralisme Agama, Jakarta: Gema Insani, 2005.

Zainuddin, Pluralisme Agama: Pergulatan Dialogis Islam-Kristen di Indonesia, Malang: UIN Maliki Press, 2010.

Schuon, Frithjof. Mencari Titik Temu Agama-agama, terj. Saafroedin Bahar, Jakarta: Pustaka Pustaka, 1987.

http://www.nytimes.com/2012/05/22/opinion/indonesias-rising-religious-intolerance.html?_r=0, accessed on July 22, 2015.

https://www.opendemocracy.net/openglobalrights/phelim-kine/indonesia%E2%80%99s-growing-religious-intolerance, accessed on July 2015.

http://uchieeinna.blogspot.com/2013/03/konflik-sosial.html, accessed on July 22, 2015.




DOI: http://dx.doi.org/10.21580/ws.24.2.1088

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2016 Walisongo: Jurnal Penelitian Sosial Keagamaan

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Indexed by

Journal Terindex di DOAJ Journal Terindex di EBSCO Journal Terindex di Crossref Journal Terindex di Google Scholar Journal Terindex di Academia Journal Terindex di citefactor Journal Terindex di citeulike Journal Terindex di Base Journal Terindex di Portal Garuda Journal Terindex di Moraref Journal Terindex di Sinta Journal Terindex di onesearch

 


Copyright © 2017 Walisongo: Jurnal Penelitian Sosial Keagamaan, ISSN: 0852-7172 (p) 2461-064X (e)

Creative Commons License This work is licensed under a Creative Commons
View My Stats