Efektivitas Pemberian Minuman Isotonik dan Jeruk Manis Pacitan Peras (Citrus Sinensis) terhadap Vo2 Max Atlet Sepak Bola

Ayu Fauziyyah Adhimah*  -  Program Studi Ilmu Gizi, Institut Kesehatan dan Bisnis Surabaya, Indonesia
Iriyanti Harun  -  Program Studi Ilmu Gizi, Institut Kesehatan dan Bisnis Surabaya, Indonesia
Dinda Winiastri  -  Program Studi Ilmu Gizi, Institut Kesehatan dan Bisnis Surabaya, Indonesia

(*) Corresponding Author

Abstract

The purpose of this study was to analyze the difference effect of sport drink and sweet orange juice on VO2 max value in soccer athletes. This study was in the field of quasi experimental design with pre-post test with controlled group. The subject of this study were 22 soccer athletes which are calculated by Lameshow formula. The subject has given 300 ml sport drink, sweet orange juice without any additional ingredients, and placebo for 3 days intervention. The VO2 max value was measured by Balke running test before dan after the treatment. Data were analyzed by paired sample t-test, one way ANOVA, dan post-hoc LSD. Based on the results of the paired sample t-test, there were significant differences between the values before dan after treatment (p>0.05). There was an increase of VO2 max in the sweet orange group (5.53±3.09) dan sport drink group (3.2±2.11). There wasn’t a significant difference effectivity of sport drink (52.68±2.27) ml/kgBB/minute dan sweet orange juice (54.86±1.29) ml/kgBB/minute on VO2 max value in football athletes (p>0.05). Sport drink and sweet juice orange can increase VO2 max in football athletes. There is no difference in the effectiveness of VO2 max in both of these drinks.

 

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan efektivitas pemberian minuman isotonik dan jeruk manis peras terhadap VO2 max atlet sepak bola. Desain penelitian ini adalah quasi experimental, pre-post test with control group design. Jumlah subjek penelitian sebanyak 22 atlet sepak bola yang dihitung berdasarkan rumus Lameshow. Subjek penelitian pada 3 kelompok berbeda menerima 3 hari intervensi pemberian 300 ml isotonik bermerek, jeruk manis peras, dan placebo. Nilai VO2 max diukur dengan menggunakan tes Balke. Nilai VO2 max dianalisis menggunakan uji paired sample t-test, uji one way ANOVA, dan dilanjutkan dengan uji Post-hoc LSD. Berdasarkan hasil uji paired sample t-test, terdapat perbedaan yang signifikan antara nilai sebelum dan sesudah perlakuan pada kedua kelompok (p<0,05). Terjadi peningkatan VO2 max pada kelompok jeruk manis peras (5,53±3,09) dan kelompok minuman isotonik (3,2±2,11) ml/kg BB/menit. Tidak terdapat perbedaan signifikan efektivitas minuman isotonik (52,68±2,27) ml/kg BB/menit dan jeruk manis peras (54,86±1,29) ml/kg BB/menit terhadap VO2 max atlet sepak bola (p>0,05). Rerata VO2 max sebelum perlakuan ketiga kelompok relatif sama atau tidak ada perbedaan yang signifikan (p>0,05), sedangkan rerata VO2 max sesudah perlakuan ketiga kelompok mempunyai perbedaan yang signifikan (p < 0,05). Pemberian minuman isotonik dan jeruk manis peras dapat meningkatkan VO2 max atlet sepak bola, dan tidak terdapat perbedaan efektivitas di antara keduanya.

Keywords: sport drink; sweet orange juice; VO2 max; minuman isotonik; jeruk manis peras; VO2 max

  1. Andani, S. A. and Widyastuti, N. (2016) ‘Pengaruh pemberian jus jeruk manis (citrus sinensis.) terhadap nilai VO2max atlet sepak bola di Gendut Dony Training Camp (GDTC) Salatiga’, Journal of Nutrition College, 5(4), pp. 262–268.
  2. Azizah, Biworo, A. and Asnawati (2015) ‘Hubungan minuman isotonik dengan konsumsi oksigen maksimal pada mahasiswa JPOK UNLAM Banjarbaru’, Berkala Kedokteran, 11(1), pp. 19–24. doi: 10.20527/jbk.v11i1.182.
  3. Baghurst, K. (2003) The health benefits of citrus fruits. Horticultural Australia: CSIRO Health Sciences & Nutrition.
  4. Bender, D. and Peter, A. (2019) Glikolisis dan oksidasi asam piruvat. biokimia harper. 27th edn. Jakarta: EGC.
  5. Cabrera, M.-C. G. et al. (2008) ‘Oral administration of vitamin C decreases muscle mitochondrial biogenesis and hampers training-induced adaptations in endurance performance’, The American Journal of Clinical Nutrition, 87(1), pp. 142–149. doi: 10.1093/ajcn/87.1.142.
  6. Dieny, F. F. et al. (2017) ‘Pengaruh pemberian sari umbi bit (beta vulgaris) terhadap kadar hemoglobin dan performa atlet sepak bola’, Jurnal Gizi Indonesia (The Indonesian Journal of Nutrition), 5(2), pp. 119–126. doi: 10.14710/jgi.5.2.119-126.
  7. Dieny, F. F. and Putriana, D. (2015) ‘Status hidrasi sebelum dan sesudah latihan atlet sepak bola remaja’, Jurnal Gizi Indonesia (The Indonesian Journal of Nutrition), 3(2), pp. 86–93. doi: 10.14710/jgi.3.2.86-93.
  8. Duvillard, S. P. von et al. (2004) ‘Fluids and hydration in prolonged endurance performance’, Nutrition, 20(7–8), pp. 651–656. doi: 10.1016/j.nut.2004.04.011.
  9. Gee M, M. L. and Escott-Stump, S. (2008) ‘Weight management’, in Krause’s food & nutrition therapy. 12th edn. St. Louis: Saunders Elsevier, pp. 532–562.
  10. Grober, U. (2012) Mikronutrien: Penyelarasan metabolik, pencegahan dan terapi. Alih bahasa; Amalia H. dan Nurul Aini. Jakarta: EGC.
  11. Hidajah, N. (2011) Kandungan natrium 2% dan 5% dalam minuman isotonik memperpendek waktu pemulihan. Universitas Udayana.
  12. Hornsby, J. (2011) ‘The effects of carbohydrate-electrolyte sports drinks on performance and physiological function during an 8km cycle time trial’, The Plymouth Student Scientist, 4(2), pp. 30–49.
  13. Irawan, M. A. (2007) ‘Metabolisme energi tubuh & olahraga’, Polton Sport Science and Performance Lab, 1(7), pp. 1–5.
  14. Kim, S. and Jay, H. (2001) Efect of sport drink on the performance of young soccer players. Virginia Polytechnic Institute and State University.
  15. Krisnawati, D., Pradigdo, S. F. and Kartini, A. (2011) ‘Efek cairan rehidrasi terhadap denyut nadi, tekanan darah dan lama periode pemulihan’, Jurnal Media Ilmu Keolahragaan Indonesia, 1(2), pp. 133–138. doi: 10.15294/miki.v1i2.2028.
  16. Mardian, F., Marijo, M. and Indraswari, D. A. (2016) ‘Perbandingan efektivitas pemberian minuman isotonik dan jus pisang terhadap daya tahan otot selama aktivitas lari 30 menit’, Jurnal Kedokteran Diponegoro, 5(4), pp. 772–778. doi: 10.14710/dmj.v5i4.14424.
  17. O’Reilly, J. and Wong, S. H. (2013) ‘Effect of a carbohydrate drink on soccer skill performance following a sport-specific training program’, Journal of Exercise Science & Fitness, 11(2), pp. 95–101. doi: 10.1016/j.jesf.2013.11.001.
  18. Pratama, A. (2018) Hubungan status gizi dan status hidrasi terhadap VO2 max pada atlet sepakbola beringin putra football club Wonosobo. Universitas Negeri Yogyakarta.
  19. Rusip, G. (2006) ‘Pengaruh pemberian minuman berkarbohidrat berelektrolit dapat memperlambat kelelahan selama berolahraga’, Majalah Kedokteran Nusantara, 39(1), pp. 35–41.
  20. Sendjaja, R. (2008) Menilai pengaruh pemberian cairan isotonik terhadap keseimbangan cairan dan elektrolit, kelelahan, serta pemulihan pada olahragawan: Studi pada atlet lari jarak menengah dan jauh pria DKI Jakarta. Universitas Indonesia.
  21. Shalesh, F. J., CHHasan, U. and Jaaz, A. F. (2014) ‘The effect of sport drink on some functional variables’, International Journal Of Advanced Research, 2(2), pp. 868–875.
  22. Wachidah, S. N. et al. (2019) ‘Pengaruh pemberian air kelapa muda terhadap kelelahan nelayan yang melaut siang hari’, Jurnal Kesehatan, 7621(1), pp. 68–76. doi: 10.23917/jk.v0i1.7670.

Open Access Copyright (c) 2020 Nutri-Sains: Jurnal Gizi, Pangan dan Aplikasinya
Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

Nutri-Sains: Jurnal Gizi, Pangan dan Aplikasinya

Program Studi Gizi Fakultas Psikologi dan Kesehatan (FPK)
Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang
Jl. Prof. Hamka KM.2, Semarang, Central Java, Indonesia

Email: nutrisains@walisongo.ac.id

 

ISSN: 2582-3170 (Print)
ISSN: 2541-5921 (Online)

DOI: 10.21580/ns

 

apps