Communication strategies in the mental development of soldiers for strengthening religious moderation in the military environment

Authors

  • Andi Hasriani Universitas Muslim Indonesia, Indonesia
  • Badruddin Kaddas Universitas Islam Makassar, Indonesia
  • St. Samsuduha Universitas Muslim Indonesia, Indonesia
  • Maryati Mallongi Universitas Muslim Indonesia, Indonesia
  • Andi Paduppai Kodam XIV Hasanuddin, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.21580/icj.2026.11.1.31620

Keywords:

da'wah communication, soldiers’ mental development, religious moderation, military environment

Abstract

Da'wah communication plays an important role in fostering moderate religious attitudes amid the challenges of extremism, radicalism, and intolerance in plural societies. In military institutions, strengthening religious moderation is essential to maintain soldiers’ professionalism, social stability, and national commitment. This study aims to analyze the strategies of da'wah communication in soldiers’ mental development to strengthen religious moderation within the military environment. This research employs a descriptive qualitative method using a da'wah communication approach. Data were collected through observation, in-depth interviews, and documentation, and were analyzed through data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings reveal that da'wah communication strategies in soldiers’ mental development are implemented through religious lectures, interfaith dialogue, and the internalization of national and historical values using persuasive, rational, and humanistic approaches. These strategies contribute to shaping inclusive and tolerant religious attitudes while strengthening national integration within the military environment. Theoretically, this study enriches the field of Islamic communication by demonstrating that da'wah communication in military settings functions not only as a medium for transmitting religious values but also as an integrative instrument that connects religiosity, nationalism, and military professionalism in strengthening religious moderation.

*****

Komunikasi dakwah memiliki peran penting dalam membangun sikap keagamaan yang moderat di tengah tantangan ekstremisme, radikalisme, dan intoleransi dalam masyarakat plural. Dalam lingkungan militer, penguatan moderasi beragama menjadi bagian penting untuk menjaga profesionalitas prajurit, stabilitas sosial, serta komitmen kebangsaan. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi komunikasi dakwah dalam pembinaan mental prajurit untuk memperkuat moderasi beragama di lingkungan militer. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan komunikasi dakwah. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi yang kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi komunikasi dakwah dalam pembinaan mental prajurit dilakukan melalui ceramah keagamaan, dialog lintas agama, serta internalisasi nilai-nilai kebangsaan dan sejarah perjuangan bangsa dengan pendekatan persuasif, rasional, dan humanis. Strategi tersebut berkontribusi dalam membentuk sikap keagamaan yang inklusif, toleran, serta memperkuat integrasi nasional di lingkungan militer. Secara keilmuan, penelitian ini memperkaya kajian komunikasi Islam dengan menunjukkan bahwa komunikasi dakwah dalam lingkungan militer tidak hanya berfungsi sebagai sarana transmisi nilai-nilai keagamaan, tetapi juga sebagai instrumen integratif yang menghubungkan nilai religiusitas, nasionalisme, dan profesionalisme keprajuritan dalam penguatan moderasi beragama.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Abu-Nimer, M. (2013). Religion and peacebuilding. In Routledge handbook of peacebuilding. Routledge. https://doi.org/10.1002/9781119424420.ch48.

Anandari, A. A., & Afriyanto, D. (2022). Konsep persaudaraan dan toleransi dalam membangun moderasi beragama pada masyarakat multikultural di Indonesia Perspektif KH. Hasyim Asy’ari. Jurnal Religi: Jurnal Studi Agama-Agama, 18(2), 64–86. https://ejournal.uin-suka.ac.id/ushuluddin/Religi/article/view/4018.

Ayyubi, I. I., Muhaemin, A., Martini, S., Andriani, A., & Yasmin, S. (2024). Moderasi beragama dalam pendidikan agama Islam berdasarkan literatur Al-Qur’an dan Hadits. Syaikhona: Jurnal Magister Pendidikan Agama Islam, 2(2), 67–84. https://doi.org/10.59166/syaikhona.v2i1.180.

Banchoff, T. (Ed.). (2007). Democracy and the new religious pluralism. Oxford University Press. https://doi.org/10.1093/acprof:oso/9780195307221.001.0001.

Bungin, B. (2015). Metodologi penelitian sosial dan ekonomi. Kencana.

Creswell, J. W., & Poth, C. N. (2016). Qualitative inquiry and research design: Choosing among five approaches. SAGE Publications.

Faridah, F., Ruslan, R., Said, M., Nurhidayat, & Yusuf, M. (2023). Teori komunikasi dalam perspektif komunikasi Islam. Retorika: Jurnal Kajian Komunikasi dan Penyiaran Islam, 5(1), 16–29. https://doi.org/10.47435/retorika.v5i1.1753.

Gandhi, A. M. (2020). Komunikasi interpersonal dalam menjaga kerukunan beragama. Al-Hikmah Media Dakwah, Komunikasi, Sosial dan Kebudayaan, 11(2), 54–61. https://doi.org/10.32505/hikmah.v11i2.2541.

Habibie, M. L., Kautsar, M. S., Wachidah, N. R., & Sugeng, A. (2021). Moderasi beragama dalam pendidikan Islam di Indonesia. Moderatio: Jurnal Moderasi Beragama, 1(1), 121–150. https://e-journal.metrouniv.ac.id/moderatio/article/view/3529.

Ilyas, A. (2016). Studi kritis konsep dan aplikasi pembinaan mental TNI AD. Jurnal Sosial Humaniora, 7(2), 96–110.

Khiyaroh, I. (2024). Media komunikasi dalam perspektif Al-Qur’an: Relevansi tradisi lisan dan teknologi digital dalam dakwah Islam. Al Furqan: Jurnal Ilmu Al Quran Dan Tafsir, 7(2), 317–332. https://doi.org/10.58518/alfurqon.v7i2.3039

Lestiani, D., Rahma, M. A., & Anjani, S. N. (2025). Moderasi beragama sebagai agenda pendidikan nasional. Proceedings Series on Social Sciences & Humanities, 24, 563–567.

Luthfi, M. A. (2025). Moderasi beragama dalam perspektif Islam: Menjaga harmoni dalam keberagaman. Jurnal El-Makrifah: Kajian Keislaman Dan Kependidikan, 2(2), 145–157.

Miskan, Fauziah, N., & Syatriadin. (2025). Strategi komunikasi Islam dalam penguatan moderasi beragama di Indonesia. Jurnal Pengabdian Masyarakat Dan Riset Pendidikan, 3(4), 1377–1384. https://doi.org/10.31004/jerkin.v3i4.532

Muchith, M. S. (2015). Membangun komunikasi edukatif. AT-TABSYIR: Jurnal Komunikasi Penyiaran Islam, 3(1), 178. https://doi.org/10.21043/at-tabsyir.v3i1.1657

Muhsinah. (2024). Analisis peran dakwah sebagai alat transformasi sosial: Tantangan dan strategi komunikasi dalam konteks masyarakat modern. ITTISHAL: Jurnal Komunikasi Dan Media, 1(1), 160–175.

Munib, D., & Muryanto. (2023). Manajemen pembinaan mental rohani Islam prajurit di Kodam II/Sriwijaya. Jurnal Mahatvavirya, 10(1), 28–37.

Mursalat, & M, S. A. (2024). Analisis gerakan moderasi beragama Kementerian Agama di era digital. Journal of Religious Policy, 3(2), 243–276. https://doi.org/10.31330/repo.v3i2.78.

Muthowah, A. (2025). Komunikasi dakwah tokoh agama Islam dalam membentuk moderasi beragama di Desa Balun. Journal of Cross-Border Islamic Studies, 7(2), 390–398. https://doi.org/10.37567/cbjis.v7i2.4433.

Nasoha, A. M. M. (2025). Moderasi beragama sebagai jembatan antara dakwah Islam dan pendidikan kewarganegaraan. Jurnal Pendidikan Dan Kewarganegara Indonesia, 2(2), 258–273. https://ejournal.aripi.or.id/index.php/jupenkei/article/view/500.

Nisa, C. K., Putri, N. S., Hasanudin, I., & Nazib, F. M. (2025). Peran pendidikan dalam membangun sikap moderasi beragama di kalangan mahasiswa. Advances in Education Journal, 1(4), 288–302.

Nurdin, F. (2021). Moderasi beragama menurut Al-Qur’an dan Hadist. Jurnal Ilmiah Al-Mu’ashirah, 18(1), 59–70. https://doi.org/10.22373/jim.v18i1.10525.

Putnam, R. D., & Campbell, D. E. (2010). American grace: How religion divides and unites us. Simon and Schuster.

Ratnaningtyas, E. M., Ramli., Syafruddin., Saputra, E., Desi, S., Taufiq, B., Nugroho, A., Karimuddin., Aminy, M.H., Saputra, N., Khaidir, & Jahja, A. S. (2023). Metodologi penelitian kualitatif. Yayasan Penerbit Muhammad Zaini.

Sari, J.K., Duraesa, M. A., Tahir, M., & Inayah, S. S. (2024). Strategi komunikasi Islam dalam konteks dakwah. JSIM: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan, 5(5), 2721–2246. https://doi.org/10.36418/syntax-imperatif.v5i5.510.

Shamad, M. I. (2017). Pemanfaatan teknologi komunikasi dan informasi dalam pengembangan dakwah. Jurnal Jurnalisa, 3(1), 16–30. https://doi.org/10.24252/jurnalisa.v3i1.3053.

Siddiqui, M. (2020). Religious pluralism: Essential or challenge to liberal democracy? Philosophy and Social Criticism, 46(5), 487–496. https://doi.org/10.1177/0191453720908464.

Wiguna, I. B., & Andari, I. A. (2023). Moderasi beragama solusi hidup rukun di Indonesia. Widya Sandhi, 14(1), 40–54. https://doi.org/10.53977/ws.v14i1.949.

Yahdi, M. (2020). Pembinaan mental tentara dalam perspektif Al-Qur’an. Alim: Journal of Islamic Education, 2(2), 105–122.

Zamzami, M., Syarkawi, & Karimuddin. (2023). Komunikasi visual dalam konten dakwah Islam untuk menurunkan risiko misinformasi keagamaan di media sosial. Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam, 3(1), 70–77. https://doi.org/10.51192/ja.v3i1.2109.

Downloads

Published

2026-06-26

How to Cite

Hasriani, A., Kaddas, B., Samsuduha, S., Mallongi, M., & Paduppai, A. (2026). Communication strategies in the mental development of soldiers for strengthening religious moderation in the military environment. Islamic Communication Journal, 11(1), 29–50. https://doi.org/10.21580/icj.2026.11.1.31620

Issue

Section

Articles

Similar Articles

<< < 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.