PERSPEKTIF ISLAM DAN PSIKOLOGI TENTANG PEMAAFAN

Moh Khasan*  -  Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang, Indonesia

(*) Corresponding Author

This study aims to explore and describe the concept of forgiveness in the perspective of Islam and psychology. The research conducted by analytical descriptive method is intended to answer the question how far the relationship between Islam and psychology about the concept of forgiveness. The research materials are taken from books, journals, and authoritative sources in Islam. The result of this research is that forgiveness is a character in the human being who strongly expresses the tendency to understand the mistakes of others, avoids revenge, always maintains good relations with others, and creates peace and safety for all. Forgiveness in the concept of Islam is dominantly influenced by religious factors (religiosity). This is because, for a Muslim, religion is the ultimate inspiration and the source of the doctrine of goodness that must be articulated in real life for the benefit and the sake of the universe.

====================================================

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan mendeskripsikan konsep pemaafan dalam perspektif Islam dan ilmu psikologi. Penelitian yang dilakukan dengan metode deskriptif analitis ini bermaksud untuk menjawab pertanyaan sejauhmana kedekatan hubungan antara Islam dan psikologi tentang konsep pemaafan. Adapun bahan-bahan penelitian diambil dari buku, jurnal, serta sumber otoritatif dalam Islam. Hasil penelitian ini adalah bahwa Pemaafan adalah sebuah karakter dalam diri manusia yang secara kuat mengekspresikan kecenderungan untuk memahami kesalahan orang lain, menghindari balas dendam, selalu memelihara hubungan baik dengan sesama, dan menciptakan kedamaian dan keselamatan bagi semua. Pemaafan dalam konsep Islam sangat dominan dipengaruhi oleh faktor keberagamaan (religiusitas). Hal ini karena, bagi seorang Muslim, agama adalah inspirasi utama dan sumber ajaran kebaikan yang harus diartikulasikan dalam kehidupan nyata demi kemaslahatan dan kerahmatan alam semesta

Keywords : forgiveness; psychology; religiousity; good character

  1. Alwi, Hasan, Kamus Besar Bahasa Indonesia, Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 2011.
  2. Al-‘Akkaz, Dr. Fikri Ahmad, Falsafat al-‘Uqubah fi al-Syari’ah wa al-Qanun, tp., 1982.
  3. Amrilah, Tri Kurniati & Prasetyo Budi Widodo, Religiusitas dan Pemaafan dalam Konflik Organisasi pada Aktivis Islam di Kampus Universitas Diponegoro, Jurnal Empati, Oktober, volume 4(4), 2015.
  4. Audah, Abdul Qadir, al-Tasyri’ al-Jina’i al-Islami, Beirut: Muassasah al-Risalah, 1994.
  5. Baharuddin & Esa Nur Wahyuni, Teori Belajar dan Pembelajaran, Yogyakarta: Ar-Ruzz Media, 2009.
  6. Bahtiar, Azam, “Al-‘Afw dalam Pemikiran al-Syatibi dan Jamal al-Banna; Studi Komparatif”, dalam Jurnal Sintesis, Volume 3 No. 1 Juni 2009.
  7. Baskin, TW. & Enright, R.D., "Intervention Studies on Forgiveness: A Meta-Analysis", dalam Journal of Counseling & Development, Vol. 82 (Winter), 2004.
  8. Bassiouni, M. Cherif, (ed.), The Islamic Criminal Justice System, New York: Oceana Publications, 1982.
  9. Baumeister, R. F., J. J. Exline, and K. L. Sommer, The victim role, grudge theory, and two dimensions of forgiveness, dalam E. L. Worthington, Jr. (eds.), Dimensions of forgiveness: Psychological Research and Theological Speculations, Philadelphia: The Templeton Foundation Press, 1998.
  10. Bedell, Tina Marie, B.A., M.A., The Role of Religiosity in Forgiveness, Dissertation, Ohio State University, 2002.
  11. Enright, R..D., Anthony Dio Martin, Emotional Quality Management: Refleksi, Revisi dan Revitalisasi Hidup Melalui Kekuatan Emosi, Jakarta: Penerbit Arga. 2003.
  12. Hanafi, Ahmad D., Asas-Asas Hukum Pidana Islam, Jakarta: Bulan Bintang, 1993.
  13. Ibn Faris bin Zakariya, Abul Husein Ahmad, Mu'jm al-Maqayis fi al-Lughah, tahqiq Syihabudin Abu Amar, Beirut: Dar al-Fikr, 1994.
  14. Ibnu Qudamah, Al-Kafi fi fiqh Imam Ahmad Ibnu Hanbal, (tahqiq Jauhar Syawisy), Juz 4, Maktabah Islami, tt.
  15. Khasan, Moh, “Prinsip-Prinsip Keadilan Hukum dalam Asas Legalitas Hukum Pidana Islam” dalam Jurnal Rechts Vinding, Vol. 6, Nomor 1, April 2017.
  16. Al-Mawardi, al-Ahkam al-Sulthaniyah, Mesir: Babi al-Halabi, 1973.
  17. McCullough, Fincham & Tsang, Forgiveness, Forbearence, and Time: the Temporal Unfolding of Transgression-Related Interpersonal Motivations, Journal of Personality and Social Psychology, vol. 84, 2003.
  18. McCullough, M.E., Jr. Worthington, & K.C. Rachal, Interpersonal Forgiving in Close Relationships, Journal of Personality and Social Psychology, 1997.
  19. Mona Gustafson-Affinito, When to Forgive: A Healing Guide, CA: New Harbinger Publication, 1999.
  20. Mubarakfuri, Safi al-Ramadhan, Tafsir Ibn Katsir, Riyadh: Darussalam, 2003.
  21. Muhammad, Ahsin Sakho, et.al (eds), Ensiklopedi Hukum Pidana Islam, Jakarta: PT. Kharisma Ilmu, 2007.
  22. Al-Nasa’i, Abi Abdurrahman Ahmad ibn Syu’aib ibn ‘Ali al-Khurasani, Sunan al-Nasa’i, Beirut: Dar al-Kutub al-Ilmiyyah, 2002.
  23. Nashori, Fuad, “Memaafkan dan Meminta Maaf”, dalam http. ://alislamiyah.uii.ac.id/2013/02/06/memaafkan-dan-meminta-maaf/
  24. Nashori, Fuad, “Meningkatkan Kualitas Hidup dengan Pemaafan”, dalam Jurnal Unisia, Vol. 32 No. 75, Juli 2011.
  25. Nashori, Fuad, M.Si, Psi., Psikologi Sosial Islami, Bandung: PT. Refika Aditama, 2008.
  26. Nashori, Fuad, Pemaafan pada Etnis Jawa Ditinjau dari Faktor Demografi, dalam Jurnal Psikologika Vol 18 No. 2 Tahun 2013.
  27. Pertiwi, A.F., “Memaafkan Orang Lain: Kajian tentang Tindakan Memaafkan pada Subjek dengan Pengalaman Beberapa Kali Memaafkan Orang Lain”, Tesis, F.Psi. UI: Depok, 2004.
  28. Peterson, C., N. Park, M.E.P. Seligman, “Greater Strength of Character and Recovery from Illness”, Journal of Positive Psychology, 2006.
  29. Powell, Russell, “Forgiveness in Islamic Ethics and Jurisprudence”, dalam Berkeley Jurnal of Middle Eastern and Islamic Law, Vol. 4:1, 2012.
  30. Al-Qazwini, Abi Abdillah Muhammad ibn Yazid, Sunan Ibn Majah, Juz III, Beirut: Dar al-Ma’rifah, 2000.
  31. Shihab, M. Quraish, Tafsir Tematik atas Pelbagai Persoalan Umat, Bandung: Mizan, 2007.
  32. Skinner, S. Walrond, “The function and role of forgiveness in working with couples and families: Clearing the ground” dalam Journal of Family Therapy, 1998.
  33. Sodiqin, Ali, Hukum Qiyas, Dari Tradisi Arab Menuju Hukum Islam, Yogyakarta: Tiara Wacana, 2010.
  34. Al-Thabari, Abi Ja’far Muhammad bin Jarir, Jami’ al-Bayan ‘an Ta’wil al-Qur’an, Kairo: Maktabah ibn Taimiyyah, 1997.
  35. Thompson, L.Y., Snyder, C.R., Hoffman, L., Michael, S.T., Rasmussen, H.N., Billings, L.S., Heinze, L., Neufeld, J.E., Shorey, H.S., Roberts, J.C., & Robert, D.E., Dispositional Fogiveness of Self, Other, and Situation, Journal of Social and Personality Psychology, 73 (2)., 2005.
  36. Tim, al-Mu'jam al-'Arab al-Asasi, Alesco L'Arousse: al-Munazhamah al-'Arabiyah li al-Tarbiyah wa al-Tsaqafah wa al-'Ulum, 1989.
  37. Wade, S.B., Gorsuch, R., & Rosik, C.H., “The development of a scale tomeasure forgiveness”, dalam Journal of Psychology and Christianity, 1990.
  38. Wardhati Latifah Tri & Faturochman, Psikologi Pemaafan, dalam http://fatur.staff.ugm.ac.id/file/ Psikologi%20%20Pemaafan.pdf, hal. 7. Diakses tanggal 27 Juli 2017 pukul 17.30.

Open Access Copyright (c) 2017 At-Taqaddum

Attaqaddum
Published by Lembaga Penjaminan Mutu
Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang
Jl. Walisongo No.3-5 Semarang 50185, Indonesia
Phone: +62 857-1999-1679
Website: https://lpm.walisongo.ac.id/
Email: attaqaddum@walisongo.ac.id 
 
ISSN: 1979-4703 (p)
ISSN: 2527-9726 (e)
DOI : 10.21580/at

Lisensi Creative Commons
This work is licensed under a Creative Commons Lisensi Creative Commons

 
apps