Village circumambulation dhikr as a medium of cultural da’wah and Islamic social communication among the community
DOI:
https://doi.org/10.21580/icj.2026.11.1.29057Keywords:
cultural da'wah, village circumambulation , Islamic social communication, cultural IslamAbstract
This study aims to analyze the practice of village circumambulation dhikr as a medium of cultural da’wah and Islamic social communication in Medang Kampai District, Dumai City, Riau Province. This tradition represents a form of da’wah bil hal (action-based da’wah) that integrates Islamic values with the local wisdom of the coastal Malay community. The study employed a qualitative method with a phenomenological approach through field observations, in-depth interviews with religious and community leaders, and documentation of the ritual activities. The findings reveal that the village circumambulation dhikr is conducted regularly through the active participation of community members who collectively walk around the village under the guidance of religious leaders. This collective action serves not only as a religious practice but also as a social space that fosters Islamic brotherhood, social solidarity, mutual care, and a stronger sense of community belonging. As a form of cultural da’wah, the tradition communicates Islamic values through social action, exemplary conduct, and communal participation, allowing religious messages to be conveyed in a contextual and inclusive manner. In addition to strengthening religious identity, the practice contributes to social harmony, community cohesion, and collective awareness of the importance of a peaceful and spiritually grounded life. Therefore, village circumambulation dhikr demonstrates that culturally rooted da’wah bil hal remains a relevant and effective model of Islamic communication in contemporary society.
*****
Penelitian ini bertujuan menganalisis praktik zikir keliling kampung sebagai media dakwah kultural dan komunikasi sosial Islam di Kecamatan Medang Kampai, Kota Dumai, Provinsi Riau. Tradisi ini merupakan bentuk dakwah berbasis tindakan kolektif (dakwah bil hal) yang memadukan nilai-nilai Islam dengan kearifan lokal masyarakat Melayu pesisir. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologis melalui observasi lapangan, wawancara mendalam dengan tokoh agama dan tokoh masyarakat, serta dokumentasi kegiatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa zikir keliling kampung dilaksanakan secara rutin dengan melibatkan partisipasi aktif masyarakat yang berjalan bersama mengelilingi lingkungan permukiman di bawah bimbingan tokoh agama. Aktivitas kolektif tersebut tidak hanya menjadi sarana ibadah, tetapi juga membangun ruang interaksi sosial yang memperkuat ukhuwah Islamiyah, solidaritas, kepedulian sosial, dan rasa memiliki terhadap komunitas. Tradisi ini berfungsi sebagai media dakwah kultural yang mengkomunikasikan nilai-nilai Islam melalui tindakan nyata, keteladanan, dan partisipasi sosial, sehingga pesan-pesan keagamaan diterima secara lebih kontekstual dan inklusif. Selain memperkuat identitas religius masyarakat, zikir keliling kampung juga berkontribusi dalam menciptakan harmoni sosial, memperkokoh kohesi komunitas, dan menumbuhkan kesadaran kolektif terhadap pentingnya kehidupan yang religius dan damai. Dengan demikian, tradisi ini menunjukkan bahwa dakwah bil hal yang berbasis budaya lokal tetap relevan sebagai model komunikasi Islam yang efektif dalam kehidupan masyarakat kontemporer.
Downloads
References
Adde, E., & Rifa’i, A. (2022). Strategi dakwah kultural di Indonesia. Jurnal Dakwatul Islam, 7(1), 1–19.
Agus, Jamaluddin, & Edy Kusnadi. (2020). Metode dakwah dalam mengatasi perilaku menyimpang remaja di Mendahara Ilir. Mauizoh: Jurnal Ilmu Dakwah dan Komunikasi, 4(1), 103–130. https://doi.org/10.30631/mauizoh.v4i1.32.
Ali, M. K., Ali, A., Ali, F. F., Ali, R.I., & Hasanah, A. (2025). Pelestarian Silek Kumango sebagai media dakwah kultural dalam mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan di Minangkabau. Cognoscere: Jurnal Komunikasi dan Media Pendidikan, 3(2), 1–5. https://doi.org/10.61292/cognoscere.267.
Aqilla, R., Strategi, H., Berbasis, K., Islam, N.-N., Hafizh, R. A., Tsani, A. H., & Mubarok, I. (2023). Strategi komunikasi berbasis nilai-nilai Islam. Student Research Journal, 1(6), 17113. https://doi.org/10.55606/srjyappi.v1i6.843.
Budiantoro, W., & Saputri, K. D. (2021). Pengembangan dakwah multikultural di era digital. ICODEV: Indonesian Community Development Journal, 2(1), 13–22. https://doi.org/10.24090/icodev.v2i1.5294.
Budiantoro. (2016). Urgensi manajemen dalam pengembangan aktifitas dakwah. Komunika, 10(2), 278–291.
Burhanuddin, A. (2020). Strategi dakwah Kampung Qur’an dalam meningkatkan nilai-nilai religius di Desa Kalidilem Randuagung Lumajang. Jurnal Dakwah dan Komunikasi Islam, 5(3), 248–253.
Darmastuti, R. (2016). Pola komunikasi dan konstruksi identitas masyarakat Samin: Studi etnografi komunikasi dalam gerakan sosial di Sukolilo, Pati, Jawa Tengah [Doctoral Dissertation]. Universitas Padjadjaran.
Dedi, S. (2022). Fenomena majelis zikir: Kajian pranata sosial peribadatan dalam kehidupan komunitas Muslim. Alhadharah: Jurnal Ilmu Dakwah, 21(1), 75. https://doi.org/10.18592/alhadharah.v21i1.5574.
Faridah, F., Ruslan, R., Said, M., Nurhidayat, & Yusuf, M. (2023). Teori komunikasi dalam perspektif komunikasi Islam. Retorika: Jurnal Kajian Komunikasi dan Penyiaran Islam, 5(1), 16–29. https://doi.org/10.47435/retorika.v5i1.1753.
Gandhi, A. M. (2020). Komunikasi interpersonal dalam menjaga kerukunan beragama. Al-Hikmah Media Dakwah, Komunikasi, Sosial Dan Kebudayaan, 11(2), 54–61. https://doi.org/10.32505/hikmah.v11i2.2541.
Gozali, A., & Rizky Novriandi. (2024). Shalawat dulang sebagai media dakwah kultural di Nagari Saruaso Kab. Tanah Datar. Al-Jamahiria : Jurnal Komunikasi Dan Dakwah Islam, 2(2), 162–173. https://doi.org/10.30983/al-jamahiria.v2i2.8865.
Hasibuan, S. (2019). Strategi komunikasi dalam resolusi konflik umat beragama di Kota Tanjung Balai. Mukadimah: Jurnal Pendidikan, Sejarah, Dan Ilmu-Ilmu Sosial, 3(1), 42–51. https://doi.org/10.30743/mkd.v3i1.1001.
Huda, A. A. S., Hamdi, H., Nurhuda, A., & Alam, Z. S. (2025). Kajian mengenai zikir yang ditinjau dari sudut pandang analisis bibliometrik terhadap publikasi penelitiannya tahun 2015-2025. Jurnal Pemikiran Islam dan Dinamika Sosial, 1(1), 1–20. https://terranovajournal.com/JPIDS/article/view/44%0Ahttps://terranovajournal.com/JPIDS/article/download/44/31.
Kaelan. (2010). Metode penelitian agama kualitatif interdisipliner. Paradigma.
Kamaruzzaman, K. (2024). Urgensi ulama Huda dalam refleksi komunikasi politik di Aceh. Liwaul Dakwah: Jurnal Kajian Dakwah dan Masyarakat Islam, 14(1), 14–26. https://doi.org/10.47766/liwauldakwah.v14i1.2755.
Khiyaroh, I. (2024). Media komunikasi dalam perspektif Al-Qur’an: Relevansi tradisi lisan dan teknologi digital dalam dakwah Islam. Al Furqan: Jurnal Ilmu Al-Quran dan Tafsir, 7(2), 317–332. https://doi.org/10.58518/alfurqon.v7i2.3039.
Kurniati, N. K. (2014). Komunikasi antarpribadi: Konsep dan teori dasar. Graha Ilmu.
Laelani, R., & Mukarom, Z. (2025). Pemikiran Cak Nun tentang harmoni budaya dan teknologi dalam ruang keagamaan. Anida (Aktualisasi Nuansa Ilmu Dakwah), 25(1), 113–134. https://doi.org/10.15575/anida.v25i1.43959.
Latif, U. (2022). Dzikir dan upaya pemenuhan mental spiritual dalam perspektif Al-Qur’an. At-Taujih Bimbingan Dan Konseling Islam, 5(1), 28–46. https://doi.org/10.1007/978-3-030-24348-7_9101.
Muchith, M. S. (2015). Membangun komunikasi edukatif. At-Tabsyir: Jurnal Komunikasi Penyiaran Islam, 3(1), 178. https://doi.org/10.21043/at-tabsyir.v3i1.1657.
Nawawi, H. (2015). Metode penelitian bidang sosial (14th ed.). Gadjah Mada University Press.
Nisma, Y. (2020). Rateb Siribee: Spiritualitas dan solidaritas religius masyarakat pedesaan Aceh. Jurnal Sosiologi Agama Indonesia (JSAI), 1(1), 32–48. https://doi.org/10.22373/jsai.v1i1.423
Nurlaila, N., & Zulihafnani, Z. (2019). Pengaruh fatwa ulama dayah dalam masyarakat Aceh. Substantia: Jurnal Ilmu-Ilmu Ushuluddin, 21(2), 93. https://doi.org/10.22373/substantia.v21i2.3742
Ratnaningtyas, E. M., Ramli., Syafruddin., Saputra, E., Desi, S., Nugroho, B.T.A., Karimuddin., Aminy, M. H., Saputra, N., Khaidir., & Jahja, A. S. (2023). Metodologi penelitian kualitatif. Yayasan Penerbit Muhammad Zaini.
Sabarudin. (2023). Konsep dzikir prespektif hadis. Minaret Journal of Religious Studies, 1, 81–86.
Safrawali, S., & Rozi, F. (2022). Urgensi prinsip komunikasi Islam dalam pembelajaran agama Islam bagi siswa di sekolah umum. Mukadimah: Jurnal Pendidikan, Sejarah, dan Ilmu-Ilmu Sosial, 6(2), 211–218. https://doi.org/10.30743/mkd.v6i2.5511.
Sakareeya, B. (2014). Pendekatan dakwah kultural. Jurnal Dakwah Tabligh, 15(2), 209–219.
Sari, J. K., Duraesa, M. A., Tahir, M., & Inayah, S. S. (2024). Strategi Komunikasi Islam dalam konteks dakwah. JSIM: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan, 5(5), 2721–2246. https://doi.org/10.36418/syntax-imperatif.v5i5.510.
Sugiyono. (2017). Metode penelitian pendidikan, pendekatan kuantitatif, kualitatif dan R&D. Alfabeta.
Syobah, S. N., Nugraha, A. B., Juwita, R., & Abdullah, K. (2023). Keefektifan komunikasi interpersonal dalam menyelesaikan konflik suami istri. Jurnal Interaksi: Jurnal Ilmu Komunikasi, 7(1), 118–129. https://doi.org/10.30596/ji.v7i1.13307.
Warner, J. (2005). An information dynamic: Technologies for the reproduction of written utterances. Aslib Proceedings: New Information Perspectives, 57(5), 412–423. https://doi.org/10.1108/00012530510621860.
Widianengsih, R. (2022). Hadits tentang dzikir perspektif tasawuf. Jurnal Penelitian Ilmu Ushuluddin, 2(1), 166–179. https://doi.org/10.15575/jpiu.13583.
Zamzami, M., Syarkawi, & Karimuddin. (2023). Komunikasi visual dalam konten dakwah Islam untuk menurunkan risiko misinformasi keagamaan di media sosial. Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam, 3(1), 70–77. https://doi.org/10.51192/ja.v3i1.2109
Zuhdi, I., Ramli, R., & Saleh, N. (2022). Pengaruh kohesi sosial dalam interaksi komunikasi melalui Whatsapp. Forum Ilmiah, 19(2), 266–278.
Zulfikar, A. Y. (2022). Transformasi sosial dan perubahan dayah di Aceh. Yayasan Penerbit Muhammad Zaini.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Islamic Communication Journal

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Copyright
The copyright of the received article shall be assigned to the journal as the publisher of the journal. The intended copyright includes the right to publish the article in various forms (including reprints). The journal maintains the publishing rights to the published articles. Therefore, the author must submit a statement of the Copyright Transfer Agreement.*)
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
In line with the license, authors and third parties (readers, researchers, and others) are allowed to share and adapt the material only for non-commercial purposes. In addition, the material must be given appropriate credit, provided with a link to the license, and indicated if changes were made. If authors and third parties (readers, researchers, and others) remix, transform or build upon the material, they must distribute their contributions under the same license as the original.
*) Authors whose articles are accepted for publication will receive confirmation via email to send a Copyright Transfer Agreement.






