KONTRIBUSI VIRTUAL LABORATORY PADA PEMBELAJARAN GUIDED-INQUIRY MATERI LARUTAN PENYANGGA TERHADAP HASIL BELAJAR DAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS

Nafilatul Arfa*  -  Universitas Negeri Semarang, Indonesia
Harjono Harjono  -  Universitas Negeri Semarang, Indonesia
Woro Sumarni  -  Universitas Negeri Semarang, Indonesia
Murbangun Nuswowati  -  Universitas Negeri Semarang, Indonesia

(*) Corresponding Author

Supp. File(s): Research Instrument

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar kontribusi aplikasi virtual laboratory pada pembelajaran guided-inquiry terhadap hasil belajar dan Keterampilan Berpikir Kritis (KBK) siswa. Desain penelitian menggunakan pre-test post-test control group design. Penelitian dilakukan di SMA Negeri 1 Kedungwuni. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI MIPA tahun ajaran 2018/2019, dengan sampel penelitian yaitu XI MIPA 2 sebagai kelas eksperimen dan XI MIPA 3 sebagai kelas kontrol. kelas eksperimen dilakukan pembelajaran guided-inquiry berbantuan virtual laboratory disertai demonstrasi, kelas kontrol dilakukan pembelajaran dengan guided-inquiry dengan metode demonstrasi. Kedua kelas melakukan eksperimen riil setelah pemberian perlakuan. Metode pengumpulan data melalui tes bentuk two-tier, dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata hasil belajar dan KBK kelas eksperimen lebih baik dari kelas kontrol dan diperoleh bahwa virtual laboratory pada pembelajaran guided-inquiry berkontribusi terhadap hasil belajar sebesar 14,57% dan kontribusi terhadap keterampilan berpikir kritis sebesar 20,54%.

Kata kunci: Hasil Belajar, Keterampilan Berpikir Kritis, Pembelajaran Guided-Inquiry, Virtual Laboratory

Supplement Files

Keywords: saintek; phenomenon; pendidikan; kimia; chemical education; virtual laboratory

  1. DAFTAR RUJUKAN
  2. Abidin. Y. (2014). Desain Sistem Pembelajaran dalam Konteks Kurikulum 2013. Bandung: Refika Aditama.
  3. Anisah, E., Martini, S., & Subroto T. (2013). Keefektifan virtual laboratory terhadap hasil belajar siswa materi larutan penyangga dan hidrolisis. Chemistry In Education. 2(1): 1-6.
  4. Așiksoy, G., & Islek, D. (2017). The Impact of the virtual laboratory on students’
  5. attitudes in a general physics laboratory. Internasional Journal of Online and Biomedical Engineering. 13(4): 20-28. doi: 10.3991/ijoe.v13i04.6811.
  6. Brinson, J.R. (2015). Learning outcome achievemen in non-traditional (virtual and remote) versus traditional (hand-on) laboratories: A review of the empirical research. Computers & Education. 87: 218-237. doi: https://doi.org/10.1016/j.compedu.2015.07.003.
  7. Budiarti, S., Nuswowati, M., & Cahyono, E. (2016). Guided inquiry berbantuan e-modul untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis. Journal of Innovative Science Education. 5(2): 144-151.
  8. Falahudin, I., Wigati, I., & Pujiastuti, A. (2016). Pengaruh model pembelajaran inkuiri terbimbing terhadap kemampuan berpikir kritis siswa pada pembelajaran materi pengelolaan lingkungan di SMP Negeri 2 Tanjung Lago, Kabupaten Banyuasin. Jurnal Bioilmi. 2(2): 92-101.
  9. Harrison, T.G., Shallcross, D.E., Heslop,W.J., Eastman J.R., & Baldwin, A.,J. (2009). Transferring best practice from undergraduate practical teaching to secondary schools: The dynamic laboratory manual. Acta Didactica Napocensia. 2(1): 1-8.
  10. Oktavianti, E., & Arief A. (2016). Pengaruh model pembelajaran inkuiri dengan eksperimen virtual Mc Graw Hill pada pokok bahasan hukum newton tentang gravitasi terhadap hasil belajar siswa kelas XI SMA Negeri 3 Bangkalan. Jurnal Inovasi Pendidikan Fisika (JIPF). 5(2): 69-71.
  11. Permana, N. A., Widiatmoko, A., & Taufiq, M. (2016). Pengaruh virtual laboratory berbasis flash animation terhadap pemahaman konsep dan keterampilan berpikir kritis peserta didik tema optik kelas VIII SMP. Unnes Science Education Journal. 5(3): 1354-1365.
  12. Polly, P., Marcus, N., Maguire, D., Belinson, Z & Velan, G.M. (2014). Evaluation of an adaptive virtual laboratory environment using Western Blotting for diagnosis of disease. BMC Medical Education, 14(2), 1-9. doi: 10.1186/1472-6920-14-222.
  13. Puspendik. 2019. Laporan Hasil Ujian Nasional SMP/ SMA/ SMK Tahun Pelajaran 2018/2019. Tersedia di http://puspendik.kemdikbud.go.id/hasil-un/2019 [diakses 12-08-2019].
  14. Simbolon, D.H., & Sahyar. (2015). Pengaruh model pembelajaran inkuiri terbimbing berbasis eksperimen riil dan laboratorium virtual terhadap hasil belajar fisika siswa. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan. 21(3): 299-315.
  15. Steinbach, R. (2002). Successful Lifelong Learning. Alih Bahasa: Kumala Insiwi Suryo. Jakarta: PPM.
  16. Suhada, H. (2017). Model pembelajaran inquiry dan kemampuan berpikir kritis terhadap keterampilan proses sains siswa kelas V pada mate pelajaran IPA. Jurnal Pendidikan Dasar. 8(2): 13-24.
  17. Tatli, Z., & Ayas, A. (2013). Effect of virtual chemistry laboratory on students’ achievement. Journal of Educational Technology and Society. 16(1): 159-170.
  18. Tu ̈ysu ̈z. C. (2010). The effect of the virtual laboratory on students’ achievement and attitude in chemistry. International Online Journal of Educational Sciences. 2(1): 37-53.
  19. Wasitohadi, Sudarsono, F.X., & Zamroni. (2014). Evaluasi implementasi paradigma baru pendidikan pascareformasi pada jenjang SD di kota Salatiga. Jurnal Pembangunan Pendidikan: Fondasi dan Aplikasi. 2(2): 196-209.
  20. Widyaningrum, R., Sarwanto, & Puguh. (2014). Pengembangan modul berorientasi POE (Predict, Observe, Explain) pada materi pencemaran untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Jurnal Inkuiri. 3(2): 97-106.

Open Access Copyright (c) 2020 Phenomenon : Jurnal Pendidikan MIPA
Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Phenomenon: Jurnal Pendidikan MIPA
Published by Faculty of Science and Technology UIN Walisongo Semarang
Jl Prof. Dr. Hamka Kampus III Ngaliyan Semarang 50185
Phone: +62 815-7502-8676
Website: https://fst.walisongo.ac.id/
Email: phenomenon@walisongo.ac.id

apps