MODEL PEMBELAJARAN ASAM BASA BERBASIS SCS (SCIENCE PROCESS SKILLS) MELALUI KEGIATAN LABORATORIUM SEBAGAI WAHANA PENDIDIKAN SAINS SISWA MTS

malikhatul hidayah*  -  Fakultas Saintek UIN Walisongo, Indonesia

(*) Corresponding Author

Tujuan  penelitian  ini  adalah  untuk    memperkenal- kan dan mengetahui efektivitas Model Pembelajaran SCS ( Science Process Skills ) melalui kegiatan Laboratorium Sebagai Wahana Pendidikan Sains yang cocok bagi siswa MTs agar meningkatkan: penguasaan konsep kimia, ke- mampuan berpikir kreatif, dan keterampilan  sains siswa. Metode yang digunakan adalah metode penelitian kelas, dan difokuskan pada pokok bahasan asam basa. Penelitian ini dilakukan di salah satu MTs Negeri di kota Semarang dengan subyek sebanyak 40 siswa kelas III. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini meliputi model pembelaja- ran, soal-soal tes, pedoman wawancara, pedoman obser- vasi dan angket, sedang LKS digunakan pada saat kegiatan laboratorium. Dalam model pembelajaran dikembangkan empat jenis konsep yaitu konsep kongkret, konsep yang menyatakan sifat, konsep yang melibatkan penggambaran simbol, dan konsep berdasarkan prinsip. Model pembela- jaran ini dapat meningkatkan pemahaman konsep pada setiap kelompok kemampuan siswa, mengembangkan ke- mampuan berpikir kreatif dengan hasil tertinggi pada as- pek membangun konsep di atas pengetahuan yang telah ada pada diri siswa dan terendah pada aspek memilih hal- hal yang mungkin tidak relevan, serta keterampilan sains mengatasi kurangnya waktu pembelajaran, bagian-bagian pembelajaran tertentu dapat dilaksanakan di luar jam ke- las.

Keywords: SCS, kegiatan laboratorium, pendidikan sains

  1. ------------, (2003), Pendekatan Kontekstual, Direktorat Pendi- dikan Lanjutan Pertama, Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah, Depdiknas.
  2. Arikunto, S. (1996). Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan. Yogya- karta: Bumi Aksara
  3. Colburn, Alan. (2000). An Inquiry Primer, Science Scope, March 2000.
  4. Costa, Arthur L (1985). Developing Minds,A Resource Book for
  5. Teaching Thinking.
  6. Association for Supervision and Curriculum Development, Al- exandria, Virginia
  7. Dahar, R.W. (1996). Teori-Teori Belajar. Jakarta: Erlangga
  8. Depdiknas, (2003), Kurikulum2004, Standar Kompetensi, Mata Pelajaran Sains, Sekolah Menengah Pertama, dan Ma- drasah Tsanawiyah, Jakarta.
  9. Harriess FO, Ferguson HJC (1979). Chemistry 11 – 13, Longman Hodson. D. (1996). “Practical Work in School Science: Exploring Some Directions for Change”. International Journal of Sci- ence Education (11). 541 – 553
  10. Hofstein, Ari and Lunetta. Vincent N. (1982). “The Role of Labo- ratory in Science Teaching: Negleted Aspect of Research”. Review of Educational Research. 52(2),201 – 207.
  11. Indrawati, (1999/2000), Model-Model Pembelajaran IPA, Sema- rang: PPPG IPA
  12. Joyce, Bruce and Weil, Marssha, (1992), Models of Teaching, New Jersey, Prentice Hall, Inc.
  13. Kartimi, (2003), Pengembangan Model Pembelajaran Interaktif Berbasis Komputer Untuk Bahan Kajian Partikel-Partikel Materi Sebagai Wahana Pendidikan Siswa SLTP, Tesis PPS UPI Semarang: tidak diterbitkan.
  14. M. Amin, (1987), Mengajarkan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) DenganMenggunakan Metode “Discovery” dan “Inqui- ry”, Jakarta: Proyek Pengembangan Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Depdikbud.
  15. M.D. Dahlan, Zainsyah, A.E, dkk, (1984), Model-Model Menga-jar, Semarang: C.V.Diponegoro
  16. Nancy Susianna, (2003), Model Pembelajaran Berbasis Kegiatan Laboratorium Sebagai Wahana Pendidikan Siswa SLTP Pada Pokok Bahasan Materi, Tesis PPS UPI Semarang: Ti- dak Diterbitkan.
  17. Nuryani Rustaman., Andrian Rustaman, (1997), Pokok-Pokok Pengajaran Biologi dan Kurikulum 1994, Jakarta: Pusbuk Depdikbud
  18. Ridwan Efendi, (2003). Pengembangan Model Pembelajaran Learning Cycle Untuk Mengkaji Pemahaman Konsep dan Kemampuan Inkuiry Siswa SMU Pada Konsep Hukum Newton Tentang Gerak, Tesis PPS UPI Semarang: Tidak Diterbitkan
  19. Rutherford, J.F., Ahlgren Andrew, (1989), Science For All Ameri- cans, New York: Oxford University Press.
  20. S. Karim A.Karhami, (1998), Panduan Pembelajaran Fisika, Ja- karta: Pusbuk Depdikbud
  21. Stebbens Derek (1972). Chemistry By Inquiry, Teachers’ Guide, Heinemann Educational Books Ltd, London.
  22. Sukarno, Kertiasa N, Hadiat, Padmawinata D, (1977). Dasar- Dasar Pendidikan Science, Jakarta: Bhratara
  23. Sund, R.B, dan Trowbridge, Leslie W, (1973)., Teaching Science By Inquiry In The Secondary School, Second Edition, Co- lumbus: Charles E.Merill Publishing Company.
  24. The American Association for The Advancement of Science, 1993, Benchmarks For Science Literacy, American Associa- tion For The Advancement of Science Project 2061, Oxford University Press, Inc, 200 Madison Avenue, New York
  25. The National Academy of Science, (1996), National Science Ed- ucation Standards, Washington, DC: National Academy Press.

Open Access Copyright (c) 2016 Phenomenon : Jurnal Pendidikan MIPA
Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Phenomenon: Jurnal Pendidikan MIPA
Published by Faculty of Science and Technology UIN Walisongo Semarang
Jl Prof. Dr. Hamka Kampus III Ngaliyan Semarang 50185
Phone: +62 815-7502-8676
Website: https://fst.walisongo.ac.id/
Email: phenomenon@walisongo.ac.id

Creative Commons License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

 
apps