Lingkungan Menyenangkan dalam Pendidikan Anak Usia Dini: Pemikiran Montessori

M. Agung Hidayatulloh*  -  Universitas Terbuka UPBJJ Surabaya

(*) Corresponding Author

This article presents the description of a pleasant environment according to the Montessori method. fun environment characteristics and implications for the sustainability of early childhood education in Indonesia is also a discus-
sion section. Montessori considers the environment as a key children spontaneous learning. Because the child is an active agent in its environment, Montessori suggested that the environment here should be fun for children and also provide opportunities for the development of the potential of each
individual. In addition there is ease of access, with full responsibility, and freedom of movement, in the early child hood environment should be designed in such a way to make it look real, natural, and beautiful.


Abstrak


Artikel ini mengetengahkan deskripsi lingkungan menyenangkan menurut metode Montessori. Karakteristik lingkungan menyenangkan dan implikasinya bagi keberlangsungan Pendidikan Anak Usia Dini di Indonesia juga men-
jadi bagian pembahasan. Montessori menganggap lingkungan sebagai kunci utama pembelajaran spontan anak. Dikarenakan anak adalah agen aktif dalam lingkungannya, Montessori menyarankan agar lingkungan di sini hendaknya
yang menyenangkan bagi anak dan juga memberi kesempatan bagi perkembangan potensi masing-masing individu. Di samping ada kemudahan akses, penuh dengan tanggung jawab, dan kebebasan bergerak, lingkungan pendi-
dikan anak perlu didesain sedemikian rupa agar terlihat nyata, alamiah, dan indah.

Keywords: fun environment; active agent; childhood education; lingkungan menyenangkan; agen aktif; pendidikan anak.

  1. Hainstock, Elizabeth G., Teaching Montessori in the Home (New York: Random House, t.t.)
  2. Isaacs, Barbara, Bringing the Montessori Approach to Your Early Years Practice, (Oxon: Routledge, 2010).
  3. Isjoni, Model Pembelajaran Anak Usia Dini, (Bandung: Alfabeta, 2010).
  4. “Mainan Anak-anak Wajib Ber-SNI”, Jawa Pos, (Kamis, 22 Mei 2014).
  5. Montessori, Maria, Metode Montessori: Panduan Wajib untuk Guru dan Orang Tua Didik PAUD, editor: Gerald Lee Gutex, terj. Ahmad Lintang Lazuardi, (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2013).
  6. Montessori, Maria, The Montessori Method: Scientific Pedagogy as Applied to Child Education in “The Children’s Houses”, (New York: Frederick A. Stokes Company, 1912).
  7. ------, The Absorbent Mind, (New York: Henry Holt, 1995).
  8. Mulyasa, E., Manajemen PAUD, (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2012).
  9. Suyadi dan Ulfah, Maulidya, Konsep Dasar PAUD, (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2013).
  10. Pemerintah R.I., Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 58 Tahun 2009 tentang Standar Pendidikan Anak Usia Dini.
  11. Pemerintah R.I., Undang-undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional.

Open Access Copyright (c) 2016 Nadwa

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

 INDEXED BY

Journal Terindex di CrossrefJournal Terindex di LeidenJournal Terindex di MorarefJournal Terindex di Google ScholarJournal Terindex di GarudaJournal Terindex di Base

View My Stats
apps