EFEKTIVITAS PEMANFAATAN PUPUK BOKASI, CASTING DAN PUPUK GENDONING (LARVA KUMBANG KELAPA/Orcyctes rhinoceros)

lianah l*  -  Fakultas Saintek UIN Walisongo, Indonesia

(*) Corresponding Author

Kotoran hewan dan sampah organik dapat mencemari di lingkungan air, udara dan  tanah. Penelitian ini bertu- juan untuk membandingkn keefektifan antara pupuk gen- doning dan pupuk bokashi. Proses pengomposan dapat dipercepat dengan bantuan aktifator EM4 (Efektif Mik- roorganisme). Proses pengomposan tersebut juga dapat melibatkan hewan lain yaitu Cacing tanah dan larva kum- bang kelapa (Orcyctes rhinoceros) yang disebut dengan nama gendon (bahasa Jawa) yang bekerja sama dengan mikroba dalam proses dekomposer. Gendon dalam hal ini memakan bahan organik yang tidak terurai, mencampur bahan organik dan membuat lubang-lubang aerasi. Keha- diran gendon dapat mempercepat penghancuran bahan or- ganik karena mempunyai mulut yang tajam sebagai mesin pencacah sampah organik. Metode penelitian eksperimen sampah organik ditreatmen yaitu dengan menggunakan EM4, dan dengan menggunakan gendon. Peruraian oleh EM4 disebut pupuk Bokashi. Sedang keterlibatan gendon dalam proses pengomposan menghasilkan butir-butir kecil berwarna hitam dinamakan pupuk Gendoning (penemuan pribadi). Dari kedua pupuk tersebut dipraktekan untuk menanam labu air (Lagenaria leucantha). Dari experimen tersebut dapat diketahui bahwa pupuk gendoning ini ter- bukti lebih efektif dan efisien dari pupuk bokashi, karena gendon mampu melakukan dekomposisi lebih sempurna dari EM4. Dekomposisi tersebut dilakukan baik secara me- kanik maupun secara enzimatis. Pupuk gendoning adalah hasil bioteknologi sederhana yang dapat menjadi alternatif dalam mengatasi kelangkaan pupuk, sebagai pupuk organ- ik yang efektif dan efisien serta bernilai ekonomis sebagai.

Keywords: Efektivitas, Pupuk Bokashi , pupuk gendoning,larva kumbang

  1. Dwidjoseputro, 1987, ”Dasar-Dasar Mikrobiologi”, cetakan 9, Djambatan, Malang, pp 71-72.
  2. Hastuti, E.D., 2009, ”Managemen Pertanian Lahan Kering Secara Berkelanjutan”, Makalah disajikan dalam Seminar IATPI di Undip tanggal 06 Agustus 2009, hal.3.
  3. Hermawan, A, 1996, ”Pengembangan Rumput Vetiver dalam Sistem Usaha Tani Konservasi Lahan Kering”, Balai Pengkajian Tek- nologi Pertanian, Ungaran.
  4. Indriyani, Yopita H., 2002, Membuat Bahan Organik dengan Tek- nologi Efektif Mikroorganisme 4 (EM4), Cara Pembuatan dan Aplikasi. Jakarta : Kerja sama Indonesia Kyuseinature far- ming societies dan PT. Songgolangit Persada, 1995).
  5. LAI, R, 1984, “Soil Erosion from Tropical Arable Land and Its Con- trol”, Adv. Agronomy. 37 : 183 -248
  6. Prasetyo, T., Agus, H., Cahyati, S., 1996, “Peluang Pengembangan Usaha Tani di Lahan Kering Kritis melalui Penerapan Teknologi Spesifik Lokasi”, Balai Pengkajian Tekonologi Pertanian, Un- garan.
  7. Prastowo, K., Sibuea, L.H., Moersidi, S. dan E. Santoso, 1995, “Penambahan Pupuk untuk Mempercepat Pembuatan Kompos dari Bahan Sampah Pasar”, Puslittanak Bogor.
  8. Syam, M. Adi, W. Hermanto, Inu, G.I., Hans, A., Sabrawi, M.,
  9. , “Usaha Tanaman Pangan (Eds) Pusat Penelitian Pengem- bangan Tanaman Pangan”, Badan Litbang Pertanian Bogor.
  10. Simanjuntak, A.K. dan Waluyo, D., 1982, “Cacing Tanah Budidaya dan Pemanfaatannya. Penebar Swadaya”, Jakarta.
  11. Sudiharjo, A.M, 1996, “Perkiraan Luas Lahan Kritis Tingkat Tinjau di Propinsi Jawa Tengah berdasar Interpretasi dengan Metode Penilaian Alternatif dan Usaha Penyelamatannya”, Makalah pada Seminar Hasil Penelitian Pola Usaha Tani Lahan Ke- ring, Ungaran.
  12. Oda, H., 1998, “Kumbang”, PT. Gramedia Jakarta.

Open Access Copyright (c) 2016 Phenomenon : Jurnal Pendidikan MIPA
Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Phenomenon: Jurnal Pendidikan MIPA
Published by Faculty of Science and Technology UIN Walisongo Semarang
Jl Prof. Dr. Hamka Kampus III Ngaliyan Semarang 50185
Phone: +62 815-7502-8676
Website: https://fst.walisongo.ac.id/
Email: phenomenon@walisongo.ac.id

apps